Ada Apa Dengan Golkar Payakumbuh, Banyak Kader Lompat Pagar?

gmbar kader serta pengurus partai golkar payakumbuh di lantik

SUMBARTIME.COM-Bak seperti genangan air di lautan, di permukaan terlihat tenang namun di dalam beriak dan bergelombang, seperti itulah disinyalir kondisi Partai DPD II Golkar Payakumbuh.

Di luaran, DPD Golkar Payakumbuh terlihat adem serta tenang seperti tidak ada kejadian apapun, namun dari informasi yang beredar disebutkan dalam tubuh partai tersebut sedang terjadi gonjang ganjing dan pergolakan intern sesama pengurus serta kader.

Iklan

Ada apa dengan Golkar Payakumbuh, Namun dari beberapa sumber kader serta simpatisan yang tak ingin namanya ditulis menyebut banyak kader serta pengurus yang merasa kecewa dengan sikap pimpinan teras DPD Partai Golkar Payakumbuh yang terkesan arogan serta kurang profesional dalam mengelola partainya.

Menurut sumber lagi, banyak suara akar rumput yang tak dianggap dan terkesan diabaikan oleh para pengurus inti DPD Golkar Payakumbuh, sehingga banyak kader serta simpatisan kecewa, hingga dengan terang terangan lompat pagar.

Beberapa kader militan seperti Abes Satria, yang cukup lama berkiprah di bawah pohon beringin, sejak beberapa bulan yang lalu hengkang dan memilih berlabuh di partai Gerindra Payakumbuh.

Selanjutnya ada nama tokoh muda asal Koto Nan Ampek, Dt Tedi. Publik figur yang telah lama berkiprah di kepengurusan partai Golkar, tiba tiba pada pendaftaran Bacaleg beberapa hari yang lalu di Kantor KPUD Payakumbuh hadir dibawah bendera Partai PBB bersama para pengurus partai Yusril Ihza Mahendra tersebut.

Selanjutnya ada nama Boni kader militan Partai Golkar Payakumbuh, saat ini diketahui bergabung dengan Hanura.

Bahkan yang paling fenomenal dalam dua hari ini, Yusra Maiza atau yang lebih dikenal dengan panggilan H. Sura Wakil Ketua DPD Golkar Payakumbuh, Kader potensial tersebut dikabarkan juga akan menyusul untuk mundur dari pencalegkan.

Isu yang beredar dan sudah menjadi rahasia umum, H. Sura yang juga Ketua KONI Payakumbuh tersebut ikut kecewa dengan kepengurusan inti Partai Golkar Payakumbuh.

Namun saat awak media mencoba untuk mengubungi meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan, dirinya hanya menjawab singkat tidak ingin komentar dan tidak tahu.

” Saya tidak tahu dan tidak ingin komentar,” ujar H.Sura kepada awak media, Selasa (24/07) sore.

Tentu saja dengan banyaknya mundur para kader yang potensial itu akan berdampak buruk bagi partai itu sendiri. Apalagi waktu pertarungan semakin dekat. Dan jika ini dibiarkan berlarut larut, diprediksi suara Golkar pada tahun 2019 mendatang di Kota Payakumbuh akan semakin menyusut yang berimbas pada perolehan kursi di parlemen.

Sementara itu, YB Parmato Alam Ketua DPD II Golkar Payakumbuh saat dihubungi dan diminta kalrifikasi serta tanggapan terkait persoalan intern di partainya melalui WA pribadinya, sampai berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi dan tanggapan. (aa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here