Peluang Camat Teladan Sumbar Untuk Camat Latina

Payakumbuh,Sumbartime.com-Tim Penilai Lomba Kompetensi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Yohanes Dahlan mengunjungi Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh. Tim melakukan penilaian tahap II terhadap Camat Latina, David Bachri yang menjadi satu dari enam nominator Camat Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2018 ini, Rabu (26/9).

Tim penilai yang beranggotakan Asrul Syukur dan Asnun Amri tersebut langsung disambut Wakil Walikota Payakumbuh bersama Istri, Machdalena Erwin Yunaz. Turut menyambut unsur/ perwakilan Forkopimda dan Forkopimcam, sejumlah kepala OPD, para camat, lurah, Babinsa/Babinmas, LPM, PKK, KAN dan bundo kanduang serta segenap lapisan masyarakat Latina.

Iklan
Loading...

Dalam sambutannya,Wakil Walikota Payakumbuh menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai. Wawako mengatakan bahwa Kecamatan Latina dibawah kepemimpinan Camat David Bachri mengalami kemajuan yang pesat diberbagai sektor baik fisik maupun non fisik.

“Kecamatan Latina memang sedikit berbeda dengan kecamatan lain. Meski lokasinya di kota, akan tetapi tatanan masyarakatnya seperti suasana perkampungan. Masyarakat gampang bermufakat atau baiyo-iyo. Disampaikan secara adat saja, selesai urusan semuanya,” tutur Wawako Erwin Yunaz.

Ditambahkan, masyarakat Latina dibawah pimpinan Camat David sangat menghargai rencana pemerintah. Dikatakan, hampir tidak ada program pemerintah yang dilaksanakan di Kecamatan Latina mendapat penolakan.

“Masyarakat disini tidak sungkan menyumbangkan tanahnya untuk kepentingan pembangunan. Jika ditotal, sudah milyaran uang daerah yang diselamatkan masyarakat Latina ini. Ini kekuatan swadaya masyarakat disini,” ujar Wawako Erwin.

Senada, Ketua KAN Koto Panjang Lamposi, YK. Dt. Patiah Baringek dalam sambutannya mewakili unsur masyarakat menjelaskan berbagai inovasi dan geliat pembangunan di Kecamatan Latina sejak dipimpin Camat David Bachri. Salah satu yang inovasi yang menonjol adalah keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Puti Bunian yang diinisiasi oleh Camat David.

“LKS Puti Bunian yang hari ini kami pimpin didirikan oleh pak Camat David. Keberadaan LKS Puti Bunian begitu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kalangan kurang mampu melalui beasiswa dan bantuan sosial lain yang rutin disalurkan LKS Puti Bunian,” ujar Dt. Patiah Baringek.

Sementara, Asnun Amri dalam sambutannya mewakili Tim Penilai menyampaikan arti penting Lomba Kompetensi Camat tersebut. Dikatakan, Lomba tersebut tidak sekedar seremonial belaka, melainkan untuk memotivasi para camat agar lebih berprestasi dalam mengemban tugasnya.

“Kenapa diadakan lomba camat? karena camat merupakan ujung tombak pelaksanaan pemerintahan. Camat harus memiliki kemampuan dan kompetensi tertentu agar bisa menjalankan amanahnya sesuai kebutuhan era sekarang dimana sering ada perubahan aturan-aturan baru,” ujar Asnun.

Dijelaskan, penilaian tahap II tersebut merupakan lanjutan dari penilaian sebelumnya berupa assesmen dari Biro Pemerintahan Setdaprov. dan wawancara oleh tim penilai. Pada tahap II ini hanya enam camat se Sumatera Barat yang berhak mengikuti, hasil dari saringan penilaian awal, termasuk Camat David Bachri.

“Kami melakukan verifikasi terhadap apa yang diekspose Bapak Camat waktu wawancara di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu.Wawancara untuk mengkonfirmasi, melihat dan menguji apakah yang disampaikan camat sesuai dengan kondisi lapangan,” ujar Asnun Amri.

Adapun penilaian dalam Lomba Kompetensi Camat ini meliputi tiga bidang, yaitu Bidang penyelenggaraan pemerintahan, untuk mengetahui sejauh mana camat komit dengan aturan-aturan yang ada, kemudian bidang pembangunan untuk mengetahui apakah proses pembangunan sudah sesuai dengan acuan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan bidang pelayanan publik.(Rel)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here