Merasa Tak Dianggap Pemkab Limapuluh Kota, Ratusan Tenaga Suka Rela Kesehatan Kadukan Nasib ke DPRD

Ratusan tenaga sukarela kesehatan limapuluh kota kadukan nasib mereka ke DPRD

SUMBARTIME.COM-Merasa tak diperhatikan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Ratusan Tenaga Kesehatan sukarela, datangi Kantor DPRD setempat, kawasan Bukit Limau, Sarilamak, Rabu (2/1) pagi.

Ratusan tenaga kesehatan sukarela Kabupaten Limapuluh Kota tersebut datang menemui anggota DPRD untuk mengadukan nasib mereka yang seperti tak dianggap oleh Pemerintah Daerah setempat.

Iklan

Menurut Koordinator aksi Persatuan Tenaga Kesehatan Sukarela Kabupaten Limapuluh Kota, Laila Febrina, selama ini keberadaan mereka seperti tak di akui oleh Pemkab Kabupaten Limapuluh Kota.

Padahal ungkapnya lagi, ratusan tenaga kerja suka rela kesehatan dalam keseharian mereka berkecimpung dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di puskesmas puskesmas maupun Puskesmas Pembantu di Wilayah Limapuluh Kota.

Mereka yang terdiri dari para Bidan, tenaga kesehatan serta pengobatan, hari hari mereka berurusan dengan masyarakat banyak terkait dengan persoalan kesehatan bahkan nyawa manusia.

Namun aktifitas mereka di tengah tengah masyarakat yang cukup fital dan amat diperlukan oleh masyarakat luas, ironisnya tak pernah di hargai oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, isak Laila Febrina di hadapan wakil rakyat gedung DPRD.

Padahal dalam konstitusi diatur agar 10 % anggaran APBN diberikan kepada kesehatan dan pelayanan. Mirisnya di Kabupaten Limapuluh Kota, justru keberadaan mereka tidak dianggap, timpal salah satu peserta aksi kepada awak media, Rabu (2/1) siang.

Untuk itu kepada anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, ratusan tenaga suka rela tersebut mengadukan nasibnya. Mereka berharap, di tangan para wakil rakyat aspirasi mereka segera direspon.

Sementara, menyikapi persoalan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo, SH, berjanji akan menjadikan ini sebuah PR jelang masa baktinya berakir di Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurutnya, persoalan mirisnya nasib ratusan tenaga sukarela kesehatan tersebut akan segera dibahas dalam rapat DPRD dan dalam waktu secepatnya akan memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota untuk mencarikan solusi serta jalan keluar, ujarnya kepada awak media.

” Ini persoalan keadilan. Kita sebagai lembaga perwakilan rakyat harus serius memperjuangkan aspirasi rekan rekan dari tenaga sukarela kesehatan,” ujar Safaruddin Dt Bandaro Rajo.

Hal yang sama juga dikatakan oleh anggota komisi II DPRD Limapuluh Kota M. Ridho Illahi. Menurutnya, ini persoalan kemanusiaan. Selama ini ratusan tenaga sukarela tersebut telah banyak membantu masyarakat di bidang kesehatan. Harusnya Pemkab Limapuluh Kota perhatikan ini, jangan malah di abaikan sesalnya memgatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here