BUKITTINGGI – Aparat berhasil mengamankan dua orang terduga pengguna narkoba jenis sabu-sabu dalam sebuah operasi pengintaian di Jalan Pabidikan, Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Jumat (19/9/2025) sore. Namun, seorang yang diduga kuat sebagai bandar dengan inisial AN berhasil melarikan diri.
Informasi awal diperoleh sekitar pukul 17.05 WIB dari masyarakat yang resah dengan maraknya transaksi narkoba di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim melakukan pengintaian terhadap target berinisial AN, yang dikenal berperawakan besar dengan rambut pendek.
Saat penggerebekan sekitar pukul 17.35 WIB, AN melarikan diri, sementara dua pria lain kedapatan sedang mengonsumsi sabu di sebuah bengkel. Keduanya yakni:
- M R (32), sopir, warga Campago Ipuh, Kota Bukittinggi.
- EH (46), pekerja bengkel, warga Gadut, Tilatang, Kabupaten Agam.
Dari lokasi, aparat menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:
- 1 paket kecil sabu dengan berat ±0,36 gram,
- 2 plastik klip,
- alat hisap (bong) lengkap dengan pirex, pipet, sendok takar,
- 2 mancis,
- 1 unit handphone Oppo biru,
- 1 kotak permen pink sebagai wadah sabu,
- serta 1 unit motor Yamaha Mio Soul BA 5671 LU.
Selain itu, dari saku celana M R ditemukan satu paket sabu yang diakuinya baru dibeli dari AN. Upaya pengembangan ke jaringan lain di wilayah Padang Luar, Banuhampu, Kabupaten Agam, tidak membuahkan hasil karena informasi penangkapan sudah bocor ke kalangan pengedar.
Pada Sabtu dini hari (20/9/2025) sekitar pukul 00.25 WIB, Batih Intel Kodim 0304/Agam, Serka Zulhendra, menghubungi Kasubnit II Unit II Satresnarkoba Polresta Bukittinggi, Aiptu JPL Tobing, untuk melaporkan penangkapan tersebut.
Tim Satresnarkoba kemudian datang ke Kodim sekitar pukul 01.40 WIB guna melakukan pemeriksaan awal dan serah terima tersangka serta barang bukti.
Sekitar pukul 03.30 WIB, kedua terduga pengguna sabu berikut seluruh barang bukti resmi diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Bukittinggi untuk diproses hukum lebih lanjut. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Penangkapan ini kembali menegaskan bahwa peredaran narkoba di Bukittinggi dan sekitarnya masih marak. Polisi kini terus memburu Andre yang diduga sebagai bandar utama dalam kasus ini. (Aa)



















