Dugaan Proyek Carut Marut di Rao Gunung Manahan Pasaman, Kontrak Kerja Habis Proyek Jalan Terus

Proyek Jalan di Pasaman diduga bermasalah

Sumbartime-Pekerjaan Rehabilitasi /pemeliharaan jalan (DAK) Ruas Jalan Rao Gunung Manahan yang dikerjakan oleh PT.Nabil Surya Persada menjadi SOROTAN dan tanda tanya besar bagi Masyarakat dan banyak kalangan.

Proyek yang bernilai 11 Milyar lebih ini, meski telah mempergunakan waktu tambahan 50 hari ternyata sampai hari ini Jumat (23/02) belum juga selesai. Masih melakukan pengaspalan dan para pekerja masih melakukan Aktifitas seperti biasa.

Iklan

Seharusnya Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pasaman menstop pekerjaan yang telah ditambah perpanjangan waktu, namun terkesan dan diduga pihak PU terkesan tutup mata sehingga menimbulkan kecurigaan.

Pekerjaan yang seharusnya jatuh tempo pada hari Senin tanggal (19/02) kemarin, namun sampai hari ini tetap berjalan. Saat awak media turun kelapangan, terlihat kontraktor masih melakukan pekerjaan pengaspalan Hotmix.

Dari Hasil investigasi wartawan kelapangan banyak dugaan kejanggalan pekerjaan yang dilakukan PT.Nabil Surya Persada tersebut. Pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan yang beralamat di JalanTerandam No.1 Padang ini sejak awal pekerjaan sampai hari ini, pemasangan drainase diduga amburadul sehingga banyak yang pecah pecah dan hancur.

Menurut salah sorang masyarakat, Aidil (50), mengatakan pemasangan drainase tersebut  diduga asal jadi. Banyak pemasangan drainase yang ditempel-tempel serta adukan semen  yang dinilai tak memiliki takaran dan ukuran.

Bahkan tuturnya lagi, di depan rumahnya sendiri tidak dibuatkan drainase sehingga dia berusaha membuat sendiri dengan mengerjakannya seorang diri.

Selanjutnya dari beberapa pantauan, pengerjaan yang dimulai dari titik nol banyak  terlihat  pembuatan drainase yang asal jadi. Sana sini banyak yang retak dan diduga tidak sesuai dengan dokumen kontrak pekerjaan.

Terpisah, Novri Indra, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang, yang juga KPA  pada pekerjaan ini, saat dikonfirmasi membenarkan jika banyak pekerjaan Drainase ini yang asal jadi. Namun ujarnya lagi, pekerjaan yang rusak tersebut akan diperbaiki pada masa pemeliharaan nanti.

Sedangkan mengenai penambahan kontrak  kerja selama 50 hari telah menghasilkan bobot pekerjaan 87 persen dan bukan 54 persen seperti yang disangkakan, paparnya.

Terkait masalah pengaspalan Hotmix, diduga banyak yang tidak Pakai Bes A dan Bes B. Terbukti dari hasil pantauan di lapangan proyek yang dikerjakan tersebut, jalan yang sepanjang lebih kurang 8,5 km itu bayak yang retak-retak dan ambruk akibat tidak dipasangnya Bes A dan Bes B, sehingga banyak yang dibongkar ulang.

Hal ini tidak dibantah oleh Benny sebagai PPTK dari Bina Marga PUPR Pasaman. Saat ditemui di kawasan kantornya, dia menjelaskan bahwa banyaknya  terjadi keretakan sana sini akibat tidak memakai Bes A dan BES B hingga terpaksa saya minta pihak PT Nabil Surya Persada untuk membongkar ulang.

“Sebelum diperbaiki dasar jalan tersebut belum boleh di aspal,karena kalau dilanjutkan juga pekerjaan tentu akan berakibat fatal,” ujarnya mengatakan.

Benny juga menjelaskan selaku PPTK  sejak saat jatuh tempo 50 hari pada tanggal 19 Februari kemaren, dirinya sudah tidak lagi ke lokasi karena menganggap masa perpanjangan kerja sudah habis. Sebab terhitung masa perpanjangan kerja, otomatis semua kegiatan bukan lagi tanggung jawabnya, tuturnya menjelaskan kepada awak media.

Sementara itu, terkait dugaan amburadulnya proyek tersebut, Surya Darma Ketua GNPK angkat bicara. Menurutnya uang lebih 11 milyar rupiah, harusnya dipergunakan dengan sebaik baiknya.

Namun sebaliknya tambahnya lagi, pihak PT Nabil Surya Persada dinilai sangat ceroboh lantaran proyek dikerjakan asal jadi. Apalagi lokasi pekerjaan merupakan kampung halaman Bupati Pasaman sendiri. Untuk itu selaku Ketua GNPK dirinya berjanji akan membawa kasus tersebut ke KPK, pungkasnya geram (sggn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here