BUKITTINGGI – Paspor boleh menjadi simbol kebebasan menjelajah dunia, namun bagi mayoritas masyarakat Indonesia, dokumen itu masih sebatas impian.
Survei terbaru Pew Research Center mengungkap fakta menarik bahwa 92 persen warga negara Indonesia (WNI) belum pernah bepergian ke luar negeri.
Data yang dirilis lembaga think tank asal Amerika Serikat itu menunjukkan hanya enam persen warga Indonesia yang pernah mengunjungi luar negeri sebanyak satu hingga empat kali.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perjalanan internasional yang sangat rendah, hanya berada di bawah India yang mencapai 95 persen penduduknya belum pernah keluar negeri.
Hasil survei ini memperlihatkan kesenjangan yang cukup mencolok dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Di Korea Selatan, misalnya, hanya 21 persen penduduk yang belum pernah bepergian ke luar negeri. Bahkan, 15 persen warga Negeri Ginseng itu telah mengunjungi lebih dari 10 negara.
Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah negara berkembang seperti Nigeria, Meksiko, Afrika Selatan, dan Kenya. Namun menariknya, sebagian besar warga di negara-negara tersebut mengaku ingin bepergian ke luar negeri apabila memiliki kesempatan.
Di Indonesia sendiri, meski mayoritas belum pernah menginjakkan kaki di negara lain, keinginan untuk menjelajah dunia tetap tinggi. Hanya sekitar 27 persen responden yang menyatakan tidak berminat bepergian ke luar negeri meskipun diberi kesempatan.
Sebaliknya, warga Kenya menjadi kelompok yang paling antusias. Sebanyak 81 persen responden di negara itu mengaku belum pernah ke luar negeri, tetapi ingin melakukannya jika memiliki peluang.
Laporan Pew Research Center juga mengungkap adanya perbedaan mencolok antarwilayah. Negara-negara Eropa mendominasi daftar masyarakat yang paling sering bepergian ke luar negeri.
Kemudahan mobilitas di kawasan Uni Eropa membuat masyarakat dapat berpindah negara untuk bekerja, belajar, maupun berwisata dengan lebih mudah.
Di Swedia bahkan tidak ada responden yang mengaku belum pernah ke luar negeri. Mayoritas warga negara tersebut telah mengunjungi lebih dari 10 negara. Belanda menyusul dengan hanya satu persen penduduk yang belum pernah bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, Amerika Serikat mencatat sekitar 23 persen penduduknya belum pernah keluar negeri. Meski sekitar tiga perempat warga AS pernah mengunjungi negara lain, hanya 11 persen yang telah menjelajahi lebih dari 10 negara.
Daftar negara dengan persentase penduduk yang belum pernah ke luar negeri menurut survei Pew Research Center:
- India – 95 persen
- Indonesia – 92 persen
- Nigeria – 90 persen
- Meksiko – 79 persen
- Afrika Selatan – 77 persen
- Kenya – 72 persen
- Argentina – 64 persen
- Jepang – 34 persen
- Polandia – 32 persen
- Amerika Serikat – 23 persen
- Korea Selatan – 21 persen
- Yunani – 21 persen
- Spanyol – 15 persen
- Italia – 14 persen
- Israel – 12 persen
- Australia – 10 persen
- Prancis – 10 persen
- Kanada – 9 persen
- Inggris – 4 persen
- Jerman – 3 persen
- Belanda – 1 persen
- Swedia – 0 persen.
Survei ini menjadi gambaran bahwa perjalanan ke luar negeri masih menjadi kemewahan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Faktor ekonomi, biaya perjalanan, akses paspor, hingga kebutuhan hidup sehari-hari diduga menjadi penyebab utama rendahnya mobilitas internasional.
Namun di balik angka tersebut, tersimpan optimisme bahwa jutaan warga Indonesia masih memendam mimpi untuk suatu hari menjelajahi dunia. **



















