Debat Publik Pertama Paslon Pilkada Limapuluh Kota Tuai Kritikan, Warga Minta DPRD Panggil KPU

Penumpukan massa terjadi pada debat publik paslon 50 Kota yang pertama

SUMBARTIME.COM-Penyelanggaraan debat antar pasangan calon (Paslon) Pilkada Limapuluh Kota yang dihelat oleh KPU setempat, Rabu (18/11) malam, di Aula Kantor Bupati, banyak menuai kritikan dari masyarakat, maupun dari masing masing tim sukses dan pendukung.

Debat Publik yang ke-1 dengan tema ‘Tata Kelola Pemerintahan Dan Pembangunan SDM Yang Berkualitas Dan Profesional” yang dibuka pada pukul 20.00 WIB tersebut meninggalkan banyak catatan tersendiri untuk penyelenggara acara.

Iklan

Ketidaksiapan KPU Limapuluh Kota sebagai panitia acara penyelenggara pesta demokrasi rakyat Limapuluh Kota itu terlihat dari awal kegiatan. Banyak tim sukses serta simpatisan dari masing masing Paslon yang datang ke lokasi kegiatan merasa kecewa dengan fasilitas yang diberikan oleh pihak KPU.

Dengan dibatasnya peserta yang masuk ke dalam ruangan acara debat Publik, membuat ratusan simpatisan dari ke 4 Paslon tak bisa mengikuti kegiatan penyampaian visi misi para calon di lokasi kegiatan.

“Kami tak bisa masuk. Dengan alasan menerapkan standar protokol kesehatan pihak penyelenggara membatasi masing masing tim sukses maupun relawan Paslon untuk berada di dalam ruangan,” ujar Randi salah satu simpatisan paslon.

Harusnya pihak penyelenggara bisa menyediakan layar lebar di lapangan halaman Kantor Bupati, agar masing masing pendukung bisa menyaksikan kegiatan acara tersebut, sambungnya.

Randi juga mengungkapkan jika alasannya pihak KPU ingin menghindari kerumunan massa terkait standar protokol kesehatan, tinggal mengatur tempat serta arena posisi masing masing tim pendukung paslon di halaman lapangan kantor Bupati, untuk menyaksikan siaran langsung debat publik, tuturnya.

Namun faktanya akibat tidak bisanya ratusan simpatisan dan pendukung dari masing masing paslon yang datang ke lokasi menyaksikan acara kegaiatan secara langsung, mengakibatkan terjadinya penumpukan massa di halaman gedung Bupati Limapuluh Kota, jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh tokoh muda Luhak Limapuluh Kota Bayu Vesky. Kepada awak media dirinya menyebutkan terkait penyajian panggung dan gambar pada Akun Instagram KPU Lima Puluh kota. Yang rasanya diduga tidak sebanding dengan anggaran di KPU yang kabarnya mencapai 43 Milyar, ungkapnya.

“Moderatornyo berkelas. Panelisnya jago-jago. Calonnya hebat-hebat. Penyelenggara dan pengawasnya paten-paten semua. Tapi dekorasi panggung dalam debat publik dan siaran langsung di medsosnya, tidak menampakkan sama sekali, bahwa ini adalah pesta demokrasinya Kabupaten Limapuluh Kota. Rasanya, saya menduga tidak sebanding dengan anggaran publik yang dikeluarkan.  Atau barangkali perlu ditambah lagi anggaran Pilkada ini? ” sentil Bayu.

“Mestinya KPU dapat menyiarkan langsung dengan cara memutar layar tancap / virtual di jorong-jorong dan nagari-nagari. Dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga semua masyarakat bisa melihat, yang mana calon pilihannya di tanggal 9 Desember nanti” ungkap Bayu Vesky.

Ironisnya lagi rakyat yang ingin melihat debat putera-putri terbaik di Limpuluh Kota, tidak bisa masuk. Sementara pihak KPU juga tidak menyediakan Layar tancap di luar aula Kantor Bupati Limapuluh Kota. Padahal lebih kurang 43 Miliar uang rakyat yang disediakan untuk pesta demokrasi ini, tutupnya.

Di lain sisi, Arya Gusman yang juga tokoh muda luak limopuluah, mengharapkan kepada anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, untuk MEMANGGIL pihak KPU Limapuluh Kota, terkait salah satu fungsinya.

“Kita berharap DPRD kabupaten Limapuluh kota memanggil KPU, untuk melakukan salah satu fungsi nya, yaitu fungsi pengawasan terhadap uang rakyat. Dan kami juga menyesalkan minimnya sosialisasi baik secara lansung ataupun secara media informasi. ” Tutup Arya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here