• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 114

Sumbar Time by Sumbar Time
4 Agustus 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
93
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Suara gadis itu mengejutkan si Bungsu. dia melihat tangan kiri dan kanannya. Dua hari yang lalu, ketika akan berbaring, dia lupa membuka ikatan samurai-samurai kecil di lengannya. Kini samurai itu tak ada lagi ditangannya. Dan tidak hanya itu, bajunya juga sudah ditukar. Pastilah gadis itu yang telah menukarkan bajunya, dan membuka samurai kecil-kecil itu “Dimana anda letakkan samurai kecil-kecil itu…?”

ADVERTISEMENT

“Ada di bawah bantal. Saya rasa anda memerlukannya…” gadis itu kemudian meninggalkan kamar itu setelah melemparkan sebuah senyum.
Si Bungsu menarik nafas. Alangkah panjang dan berlikunya jalan yang dia tempuh.

ADVERTISEMENT

Mei-Mei! Mei-Mei nama gadis itu. Mana mungkin ada orang yang serupa. Dan mana mungkin dia bisa ketemu lagi dengan orang yang memiliki nama yang sama dengan nama kekasihnya yang mati diperkosa Jepang itu?
Mei-Mei gadis cina yang nyaris kawin dengannya dahulu adalah gadis yang juga merawat luka-luka yang dia derita tatkala usai dari perkelahian dengan Jepang di sebuah rumah pelacuran di Payakumbuh.

Kini, Mei-Mei yang ini juga merawat luka-luka yang dia derita dari sebuah perkelahian. Ah, dia seperti berulang-ulang menikam lagi jejak yang telah dia lalui. Perlahan dia coba untuk bangkit. Luka bekas tembakan di paha dan dilengannya tak terasa lagi. Namun ada yang terasa, yaitu rasa penat yang menyerang. Dia ingin tidur, ingiin sekali. Namun diantara rasa kantuknya yang menyerang. Lambat-lambat dia mendengar suara langkah. Suara pintu ditutupkan.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Kemudian suara bergumul. Dia tengah berbaring ketika pikirannya berjalan dan memikirkan apakah yang tengah terjadi. Suara apakah itu? Pikirnya. Dan dirinya terserang oleh dua keinginan yang saling tindih. Antara keinginan untuk tidur dengan keinginan untuk mengetahui ada apa di luar. Tapi ini hotel, apa saja bisa terjadi, pikirnya pula sambil coba memicingkan mata.

Namun suara perempuan yang tertahan, seperti sedang disekap mulutnya, membuat si Bungsu tertegak tiba-tiba. Suara Mei-Mei kah itu, pikirnya. Dan dengan pikiran demikian dia segera saja menuju ke luar. Pintu kamarnya dia buka. Memandang ke lorong di depan kamar-kamar yang berderet di tingkat dua hotel itu. Lengang! Tak ada apa-apa. Namun suara apakah sebentar ini yang terdengar olehnya? Dia tatap lagi lorong di depan kamar-kamar hotel itu. Lengang!

Perlahan dia masuk lagi. Menutupkan pintu. Kemudian tegak dibalik pintu itu dengan diam. Dia berkonsentrasi. Kalau dahulu di rimba gunung Sago, dia selalu dapat mendengarkan bunyi ular yang menjalar sekitar dua puluh meter dalam hutan dari dirinya, mengapa kini konsentrasi yang sama tidak dia lakukan? Beberapa detik setelah dia konsentrasi, dia segera saja dapat mendengar suara orang bergumul.

Tiga kamar di sebelah kiri kamarnya memang tengah terjadi pergumulan. Dan yang bergumul adalah ketiga orang Australia yang menginap disana. Yang datang ketika si Bungsu kembali dalam keadaan luka-luka tiga hari yang lalu. Ke tiga orang Australia itu, adalah bekas tentara Sekutu dalam perang Dunia ke II yang baru saja berakhir. Mereka bekas anggota Raider Divisi III yang bertugas di India ketika Kemerdekaan RI diproklamirkan.

Dan sebagai bekas tentara, bekas raiders pula, mereka adalah orang-orang yang mahir dalam perkelahian. Tadi ketika Mei-Mei berada dalam kamar si Bungsu, mereka sudah mengintai di luar kamar. Dan begitu gadis itu keluar serta menutupkan pintu, merekapun menyergapnya. Menyeretnya ke kamar mereka. Gadis itu coba meronta. Menggigit. Menjerit. Namun mulutnya tak pernah bisa sempat untuk menjerit.

Yang keluar hanyalah suara-suara tertahan. Dia langsung dibawa ke kamar ketiga bekas Raiders itu. Dibaringkan di tempat tidur. Tangannya dipegangi. Mulutnya disekap. Dia meronta, dan akibatnya pakaiannya tersingkap hingga ke perut. Ketiga bekas tentara itu melotot matanya melihat paha dan perut Mei-Mei yang alangkah mulus dan putihnya.

Yang seorang tak sabar lagi. Dia menerkam mencium Mei-Mei. Gadis itu menerjangnya. Kena kepala. Dia terpental ke bawah tempat tidur. Lelaki itu menyeringai. Senang juga dia kena hantam jidatnya. Dia bangkit lagi.
Sementara kedua temannya yang lain sudah menggerayangi tubuh gadis itu dengan tangan mereka. Pakaian gadis itu sudah sempurna terbuka. Kini yang membalut tubuhnya hanya sehelai celana dalam yang amat kecil.

Sementara tubuh bagian atasnya tak tertutup sedikitpun. Dan kesanalah tangan ketiga bekas serdadu perang dunia ke II itu menggerayang silih berganti. Gadis Cina itu menerjang-nerjang. Mencakar-cakar. Dia tidak bisa bersuara. Karena mulutnya disekap oleh salah seorang diantara mereka. Namun terjang dan rontaan tubuhnya justru membuat menaiknya nafsu ketiga bekas serdadu Australia itu.

Karena meronta ingin melepaskan diri, pinggul gadis itu naik turun. Menggeliat kekiri dan kekanan. Dan gerakkan itu merangsang ketiga lelaki tersebut. Mereka tengah menikmati gerak merangsang pinggul gadis yang hanya tertutup celana kecil itu ketika pintu tiba-tiba terbuka. Ketiga bekas serdadu itu menoleh. Dan mereka melihat dipintu berdiri anak muda yang beberapa hari yang lalu dilayani dengan baik oleh gadis Cina itu.

“Hei! Giliranmu sudah cukup lama bukan? Engkau sudah cukup puas. Kini giliran kami. Nah, pergilah. Jangan mengganggu..” suara yang pakai brewok dan bermata coklat terdengar serak. Sementara tangannya tak pernah lepas dari dada gadis itu. Si Bungsu, yang tegak di pintu itu, tiba-tiba merasa perutnya mual melihat tingkah ketiga orang ini.

“Lepaskan dia…!” suaranya terdengar datar dengan wajah tenang seperti danau yang tak beriak. Namun mana mau ketiga orang itu melaksanakan perintahnya. Mereka justru melanjutkan pekerjaan tangan mereka.
“Lepaskan dia. Atau kalian saya bunuh…!” ketiga lelaki itu benar-benar terhenti. Bukan karena takut dibunuh, tidak. Bagaimana mereka akan takut kena gertak meski gertak bunuh sekalipun?

Ah, mereka sudah kenyang akan pembunuhan. Bukankah mereka bekas balatentara sekutu yang bergelimang elmaut di India? Ah, mereka tak pernah takut menghadapi maut. Tapi mereka terpaksa berhenti karena nada suara anak muda itu. Nadanya dingin dan menegakkan bulu roma. Tidak besar mengguntur. Tidak pula diucapkan dengan nada marah.

Namun dalam nada yang perlahan itu tersimpan bahaya yang alangkah mengerikannya. Dan itulah yang menyebabkan mereka berhenti.
Mereka tak mengenali siapa anak muda ini. Namun ada firasat yang membisiki diri mereka, bahwa yang mereka hadapi sekarang ini adalah bahaya yang luar biasa. Perlahan mereka melepaskan gadis itu. Perlahan mereka tegak. Perlahan mereka turun dari pembaringan.

Namun ketika Mei-Mei akan berlari dari tempat tidur itu ke arah anak muda tersebut, yang brewok menamparnya keras sekali. Gadis itu terjerembab pingsan. Namun lelaki brewok itu dengan perbuatannya itu telah menentukan saat kematiannya. Karena begitu selesai menampar Mei-Mei, dia lalu berputar menghadap pada si bungsu. dan saat itu pula tangan si Bungsu menyerang.

Samurai dilengannya lepas, jatuh dan disambut oleh jari-jarinya. Kemudian dengan sebuah ayunan yang sangat cepat, samurai kecil itu terbang ke arah si Brewok. Tak seorangpun yang tahu persis apa yang telah terjadi. Sebab tahu-tahu si brewok mengeluh. Kemudian jatuh terlentang ke lantai. Dan persis diantara kedua matanya yang coklat itu, tertancap hulu samurai kecil.

Darah mengalir sedikit membasahi matanya yang terbuka. Mulutnya ternganga. Nyawanya terbang mengirap! Kedua temannya terbelalak. Menatap pada si Bungsu. Anak muda itu masih tegak dengan diam dan menatap pada mereka dengan tatapan mata yang dingin. Kedua lelaki ini adalah tentara yang telah terbiasa dengan bahaya. Namun menghadapi ketenangan anak muda yang satu ini, dalam keadaan damai pula, mereka tak bisa menyembunyikan rasa kaget dan takut.

Tapi itu hanya sesaat. Dan saat berikutnya, terdorong oleh rasa superior orang-orang barat, merasa diri mereka lebih mampu dan lebih kuat dari orang-orang Melayu yang dianggap ketinggalan dalam segala hal, yang bertubuh besar dengan otot kekar, mirip tukang jagal, maju menyerang si Bungsu. Dia menyerang dengan pukulan. Namun si Bungsu sudah waspada. Dia mengelak tepat pada waktunya.

Pukulan bekas tentara Australia itu menerpa pintu dimana tadi kepala si Bungsu berada. Pintu itu berdebrak. Dan anjlok sebesar kepalan tangan orang itu! Bekas tentara itu menarik tangannya kembali. Dan tampa membayangkan rasa sakit sedikitpun, dia menyerang lagi! Si Bungsu mengelak. Tapi orang Australia yang satu lagi, yang tadi hanya tegak diam, tiba-tiba mendorong si Bungsu dari belakang.

Akibatnya elakan si Bungsu tak terkontrol. Pukulan maut itu mendarat di wajahnya! Prakk!! Ada rasa asin dimulutnya. Ada cairan hangat meleleh dihidungnya. Dia membuka mata. Aneh, tiba-tiba saja dia mendapatkan dirinya diatas tempat tidur. Melingkar diujung sebeleh ke dinding. Tiga depa dari bekas serdadu yang tadi memukulnya! Kalau demikian, ternyata dia telah terpental sejauh itu akibat pukulan tersebut.

Dan si Bungsu tak merasa heran. Dia memang yakin bahwa demikianlah kejadiannya, makanya dia sampai ke pembaringan ini! Dia menggelengkan kepala. Merangkak di pembaringan. “Babi, sok jago koe disini…!” yang memiliki kepalan seperti godam itu menyumpah sambil mendekat ketempat tidur. Dia menjangkaukan tangannya yang berotot besi bertulang kawat itu kearah tengkuk si Bungsu.

Namun saat itu pula, si Bungsu bertelekan ke kasur. Lalu kakinya menyorong kebawah perut, langsung ke dada bekas tentara itu. Tendangan dengan jurus silat ini menerpa dada tentara tersebut. Dan tubuhnya besar terjajar kedinding. Sebelum dia sadar sepenuhnya si Bungsu melompat turun. Kini mereka tegak berhadapan. Bekas tentara itu maju lagi dan cepat mengirimkan sebuah pukulan beruntun ke kepala dan ke dada si Bungsu.

Secara reflek, si Bungsu menjatuhkan tangannya ke lantai. Dan secara reflek pula kaki kananya menerjang ke belakang dalam bentuk sebuah cuek yang kuat sekali. Orang Australia itu seperti dihantam kerbau besar. Perutnya kena sepak belakang yang telak. Matanya juling. Dia melosoh ke lantai. Yang satu lagi menyerang dari samping. Namun si Bungsu menyambutnya dengan sebuah tendangan telak menyamping.

ADVERTISEMENT

Sebuah tendangan mirip-mirip Kekomi dari jurus karate. Bekas tentara itu tersentak kebelakang. Namun dia menyerang lagi dengan sebuah pukulan. Si Bungsu mengelak, dan saat berikutnya dia balas memukul dengan cepat. Kepalanya masuk ke bawah hidung tentara itu. Terdengar suara berderak. Hidung orang itu remuk. Darah mengucur.

Tapi tanpa dia sadari, si kekar besar yang tadi melosoh ke lantai bangkit diam-diam. Dan disuatu kesempatan, dia memiting leher si Bungsu dari belakang secara tiba-tiba. Nafas si Bungsu jadi sesak. Melihat anak muda ini tersekap begitu, yang kena hantam hidungnya tadi segera mendekat dan mengirimkan sebuah pukulan ke perut si Bungsu. si Bungsu merasa perutnya akan pecah.

Namun ketika orang itu akan melancarkan pukulan kedua, kakinya dia hantamkan ke kerampang bekas tentara itu. Suara tak sedap terdengar dan bekas tentara itu melolong sambil kedua tangannya memegang kerampangnya. Dia meringkuk dan melingkar di lantai. Pada saat itu pula, dengan menghimpun sisa tanaganya, si Bungsu membungkuk dengan cepat. Karena tubuhnya membungkuk tiba-tiba itu, bekas serdadu yang memitingnya dari belakang jadi terangkat tubuhnya.

Si Bungsu meneruskan gerakkan itu. Dan tanpa dapat dikontrol, orang Australia bertubuh kekar itu terbanting ke lantai di depan si Bungsu. si Bungsu menarik nafas panjang. Mengatur lagi pernafasannya yang seperti akan meledak dipiting tadi. Lalu ketika orang itu tengah merangkak bangkit, dia menendang pelipisnya dengan kuat. Bekas tentara itu tercampak lagi ke lantai.

Namun dia benar-benar ulet, dia merangkak lagi bangkit. Si Bungsu membiarkannya untuk coba bangkit. Ketika lelaki itu belum begitu sempurna tegaknya, dia menendang kerampang tentara Australia itu.
Terdengar suara berderak. Mata bekas tentara itu membelalak. Tangannya seperti tangan temannya tadi, memegang kerampangnya.

Mulutnya mengeluh. Dan tubuhnya rubuh. Ketika dia rubuh, temannya yang kena tendang duluan tengah berusaha bangkit. Namun si Bungsu menendang rusuknya. Dan lelaki ini rubuh lagi. Kini keduanya tak bergerak. Pingsan! Si Bungsu tegak. Menghapus darah yang masih meleleh dari hidung dan bibirnya akibat pukulan tadi.

Lalu menoleh pada Mei-Mei yang masih terbaring pingsan. Tubuh gadis itu hampir telanjang. Dia mengambil selimut. Menutupkannya ke tubuh gadis itu. Kemudian mengangkatnya keluar. Peritiwa itu segera saja membuat heboh. Polisi datang memeriksa. Mei-Mei dan beberapa saksi yang kebetulan mengintip ketika kejadian itu menceritakan bahwa bekas tentara Australia itu mati karena akan memperkosa Mei-Mei. Yang membunuhnya adalah seorang anak muda dari Indonesia.

Tapi ketika pintu kamar anak muda itu dibuka, dia tak ada lagi disana. Si Bungsu tahu bahwa pembunuhan di kota besar seperti Singapura ini tak akan didiamkan begitu saja. Makanya dia cepat-cepat menyingkir dari hotel Sam Kok itu. Di meja dia tinggalkan uang sewa penginapan.

Mei-Mei merasa matanya basah begitu mengetahui bahwa anak muda itu telah meninggalkan hotelnya. Dan peritiwa itu ternyata dipeti-eskan. Sebab, bagi pejabat Singapura, adalah rumit juga menuntut kedua bekas tentara Sekutu yang masih hidup itu ke pengadilan. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

2 Kawanan Spesialis Congkel Jok Motor Diringkus, Rp 135,8 Juta Berhasil Diraup

Next Post

Pencari Rinuak Tewas Tenggelam di Danau Maninjau

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Pencari Rinuak Tewas Tenggelam di Danau Maninjau

Pencari Rinuak Tewas Tenggelam di Danau Maninjau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024
Kasus Dugaan Kekerasan di UFDK, SPDP Meluncur, 16 Nama Disebut, Kini Penyidik Diuji

Kasus Dugaan Kekerasan di UFDK, SPDP Meluncur, 16 Nama Disebut, Kini Penyidik Diuji

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
Safaruddin Dt. Bandaro Rajo : Bamus DPRD Bukan Hanya Membahas Ranperda SOPD Semata

Safaruddin Dt. Bandaro Rajo : Bamus DPRD Bukan Hanya Membahas Ranperda SOPD Semata

0
MTB JELAJAH GUNUNG BUNGSU BERTABUR HADIAH

MTB JELAJAH GUNUNG BUNGSU BERTABUR HADIAH

0
Kasus Dugaan Kekerasan di UFDK, SPDP Meluncur, 16 Nama Disebut, Kini Penyidik Diuji

Kasus Dugaan Kekerasan di UFDK, SPDP Meluncur, 16 Nama Disebut, Kini Penyidik Diuji

25 Agustus 2026
Subsidi Trans Padang Disorot Lagi, Kejati Sumbar Periksa Dirut Pengelola Koridor 6

Subsidi Trans Padang Disorot Lagi, Kejati Sumbar Periksa Dirut Pengelola Koridor 6

20 Agustus 2026
Canduang Rayakan HUT RI dengan Konsep Bergilir Antar-Nagari

Canduang Rayakan HUT RI dengan Konsep Bergilir Antar-Nagari

13 Agustus 2026
KPK, Komnas HAM, dan Ombudsman Digedor: UFDK Lempar Bola Panas ke Jakarta, Bukittinggi Kian Berisik

KPK, Komnas HAM, dan Ombudsman Digedor: UFDK Lempar Bola Panas ke Jakarta, Bukittinggi Kian Berisik

1 Agustus 2026

Berita Terbaru

Kasus Dugaan Kekerasan di UFDK, SPDP Meluncur, 16 Nama Disebut, Kini Penyidik Diuji

Kasus Dugaan Kekerasan di UFDK, SPDP Meluncur, 16 Nama Disebut, Kini Penyidik Diuji

25 Agustus 2026
Subsidi Trans Padang Disorot Lagi, Kejati Sumbar Periksa Dirut Pengelola Koridor 6

Subsidi Trans Padang Disorot Lagi, Kejati Sumbar Periksa Dirut Pengelola Koridor 6

20 Agustus 2026
Canduang Rayakan HUT RI dengan Konsep Bergilir Antar-Nagari

Canduang Rayakan HUT RI dengan Konsep Bergilir Antar-Nagari

13 Agustus 2026
KPK, Komnas HAM, dan Ombudsman Digedor: UFDK Lempar Bola Panas ke Jakarta, Bukittinggi Kian Berisik

KPK, Komnas HAM, dan Ombudsman Digedor: UFDK Lempar Bola Panas ke Jakarta, Bukittinggi Kian Berisik

1 Agustus 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.