Sawahlunto – Dalam rangka meningkatkan wawasan sejarah dan budaya peserta didik, SLB Yayasan Peduli Anak Nagari, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Gudang Ransum di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa, khususnya dalam mengenal sejarah, budaya, serta lingkungan sosial di Sumatera Barat.
Rombongan yang terdiri dari seluruh peserta didik, kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik berangkat dengan penuh semangat menuju salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Sawahlunto tersebut. Setibanya di lokasi, para siswa disambut oleh petugas museum yang memberikan penjelasan mengenai sejarah bangunan Gudang Ransum.
Museum Gudang Ransum merupakan bangunan peninggalan masa kolonial Belanda yang dulunya berfungsi sebagai dapur umum untuk menyediakan makanan bagi para pekerja tambang batu bara Ombilin. Kini, bangunan bersejarah tersebut difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi dan informasi mengenai kehidupan masyarakat tambang pada masa lampau.
Selama kunjungan, para siswa berkesempatan melihat langsung beragam koleksi bersejarah, mulai dari peralatan memasak berukuran besar, foto-foto dokumentasi lama, hingga berbagai informasi terkait aktivitas pertambangan di Sawahlunto. Penjelasan yang disampaikan oleh pemandu museum dibuat secara sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus.
Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengamati koleksi museum dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada guru pendamping maupun pemandu museum.
Kepala SLB Yayasan Peduli Anak Nagari, Buk Maria Elvina, S.Pd., Gr, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap peserta didik dapat lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan peninggalan sejarah bangsa,” ujarnya.
Selain memberikan pengalaman belajar yang berharga, kunjungan edukatif ini juga menjadi sarana rekreasi yang mendukung pengembangan kemandirian, keberanian, serta kemampuan sosial peserta didik dalam berinteraksi di luar lingkungan sekolah.
Para guru pendamping menilai kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan memberikan pengalaman yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di area museum sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan. Setelah itu, seluruh rombongan kembali ke sekolah dengan tertib dan membawa banyak pengalaman serta pengetahuan baru.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengunjungi berbagai situs sejarah dan destinasi edukatif lainnya guna memperluas wawasan serta memperkaya pengalaman belajar para peserta didik.





















