Sehari Bersama John Kenedy Azis, SH, MH

Melihat Gaya Reses ‘Ajo’ JKA

SUMBARTIME.COM, Padang – Udara dingin dari laut sebelah utara Kota Jakarta terasa menyisir kulit, saat saya berjalan menuju taksi online yang sudah menunggu.
Pagi ini, Sabtu (16/10), saya harus terburu-buru untuk ke bandara Halim Perdanakusuma, yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal saya di daerah, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Karena hari ini saya diajak untuk ‘pulang kampung’ oleh Bapak John Kenedy Azis, seorang politisi Partai Golkar yang merupakan putra asli Kabupaten Padang Pariaman.

Iklan


Sebenarnya saya belum begitu akrab dengan beliau, karena hanya berkomunikasi melalui pesan WhatApps, sedangkan bertemu muka baru sekali dan ini baru pertemuan kedua kami, namun walau hanya melalui pesan ‘WA’ rasanya sudah akrab, bahkan sudah seperti teman lama sekali.

Sesampai di bandara Halim, ternyata saya sudah ditunggu beliau, namun tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya, John Kenedy Azis yang biasa dipanggil ‘Ajo’ terlihat hanya sendirian, tanpa ada tim atau staf ahli yang menemani. Bahkan dia mendorong sediri travel bag nya, dan terlihat sudah terbiasa.

“Gimana dinda, sehat?” sebuah sapaan yang sangat bersahabat yang diiringi senyum hangat dari anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

“Dinda, tidak buru-buru ke Payakumbuh kan? Ikut Ajo aja dulu melihat masyarakat. Baru nanti hari senin kita ke Payakumbuh sama-sama,” sambungnya.

Hari ini kami naik penerbangan Batik Air jam 07.00, yang nantinya diperkirakan akan mendarat pada jam 08.45 wib.


Selama perjalanan di pesawat, kami banyak bercerita tentang kondisi masyarakat Sumatera Barat, tentang adat dan juga perkembangan pendidikan agama, dimana Ajo JKA saat ini sedang dalam persiapan membangun sebuah sekolah agama atau pesantren di kampung halamannya, Nagari Batu Godang, Kecamatan Sungai Garinggiang, Kabupaten Padang Pariaman.

Sekolah atau pesantren ini, nantinya akan diutamakan bagi anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Setelah menempuh perjalanan kurang dari 2 jam, kamipun mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau, dan sekali lagi saya lihat kerendah hatian Ajo JKA, yang tanpa canggung membalas sapaan orang-orang yang mengenalnya sebagai anggota DPR RI.


Di luar bandara, kami ditunggu oleh Bapak Asmadi, yang dikenalkan Ajo kepada saya sebagai adiknya dan salah seorang anak muda yang disebut sebagai cucu oleh Ajo.


Tanpa ada protokoler ataupun penyambutan yang luar biasa, bahkan Pak Asmadi yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Padang Pariaman juga langsung merangkap sebagai sopir.

Keluar dari bandara, kami langsung menuju sebuah warung kecil di pinggir jalan untuk sarapan. Sekali lagi, hanya sebuah warung kecil dan Ajo terlihat sangat familier di warung tersebut. Pemilik warung, maupun orang-orang yang sedang sarapan di warung tersebut terlihat cukup akrab dengan Ajo, menandakan dirinya sudah terbiasa sarapan disana.


Sambil menikmati ‘Katupek Gulai Paku tambah Cancang’ Ajo JKA selalu melayani sapaan dan ajakan mengobrol dari orang-orang. Ada juga yang mengadukan kondisi rumahnya yang roboh terkena abrasi sungai, yang mendapatkan tanggapan serius dari Ajo. Bahkan saat diajak untuk melihat, Ajo langsung merespon dan menyanggupi langsung setelah selesai sarapan.

Kamipun kemudian menuju Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, dimana lokasi abrasi itu terjadi. Melihat kedatangan kami, beberapa masyarakatpun langsung datang dan mengadukan keadaan mereka.
Sedikitnya 17 rumah sudah tergerus oleh abrasi sungai, yang puncaknya terjadi pada banjir bulan September 2021 lalu.

Semua keluhan dan laporan masyarakat itu, ditampung dan diusahakan untuk cari jalan keluarnya, langsung di lokasi tersebut. Sebagai mitra dari Kementerian Sosial dan BNPB, Ajo berusaha mencarikan solusi kepada dua instansi negara tersebut.

Dan tidak lupa juga Ajo memberikan tanda kasih kepada para korban atau pemilik rumah yang terkena abrasi itu, namun sangat terlihat Ajo berusaha untuk memberikan dengan sembunyi-sembunyi.

“Sebenarnya ini tidak ada dalam jadwal atau agenda kita, dinda. Tapi sebagai wakil rakyat, kita harus selalu siap untuk membantu,.mencarikan solusi atau minimal berusaha menerima semua keluhan mereka.” ujar Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar tersebut.

Memang dalam jadwal yang sempat saya lihat, jadwal reses Ajo hari ini lebih banyak mengunjungi penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu. Hal lain yang saya perhatikan sejak pertama bertemu masyarakat, Ajo selalu berupaya untuk menekankan pentingnya memakai masker dan menjaga protap pandemi Covid 19.

Himbauan tersebut tidak pernah lupa disampaikan Ajo, karena menurutnya pandemi Covid 19 ini sangat banyak dampak kerugiannya, bukan hanya terkait kesehatan, tapi juga menghancurkan ekonomi bangsa.

Setelah mengunjungi korban abrasi, kami kemudian langsung melanjutkan untuk meninjau beberapa masyarakat penerima Rutilahu, dan didalam mobil kami juga berdiskusi banyak hal dan selama berdiskusi tersebut, saya menilai John Kenedy Azis atau Ajo merupakan pribadi yang sangat sederhana, mau mendengar dan tidak memaksakan pendapat sendiri, hal ini jadi menarik bagi saya, karena sebagai mantan pengacara terkenal, dirinya malah terlihat tidak terlalu suka berdebat.

Saya juga sangat mengagumi fisik beliau, sejak dari bandara Halim sampai keliling ke banyak tempat di Kabupaten Padang Pariman dan Kota Pariaman, dirinya tidak terlihat kelelahan, bahkan di mobilpun beliau tidak tidur.


Hal ini menurutnya karena sampai usia 62 tahun ini, dirinya masih rutin olahraga, setidaknya dalam seminggu dirinya 3 kali bersepeda, sehingga pantas saja dibagasi mobilnya selalu ada satu unit sepeda lipat.

Sedikitnya sampai sebelum waktu Asar, kami sudah mengunjungi 5 titik lokasi, kami hanya istirahat untuk sholat dan makan saja. Jujur saja, saya sebenarnya sedikit kelelahan juga, karena pada malam sebelumnya saya kurang tidur, namun semangat dan antusiasme Ajo dalam bertemu masyarakat, seperti menular kepada saya, sehingga saya juga sangat menikmati perjalanan tersebut.


Melihat Ajo mendengar keluhan masyarakat, berdialog, bercanda tanpa batas dengan segala kalangan, membuat saya berpikir ternyata susah juga untuk menjadi anggota DPR ini, karena harus selalu siap dan hadir untuk masyarakat.

Dan point besarnya, Ajo melakukan itu semua tanpa sorotan kamera dan tanpa membawa wartawan.


(saya awalnya tidak ingin menulis, ini setelah 5 hari saya putuskan menulis, karena bagi saya itu sebuah pengalaman menarik yang sayang untuk tidak dibagikan, red).

Bersambung>>>
(Selamat Datang Mak Tuan)

(Ditulis oleh Mhd Perismon, kontributor lepas Sumbartime.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here