PAYAKUMBUH MENOLAK LGBT, MIRAS, JUDI DAN PEKAT LAINNYA@by: Irsyad Syafar

Pawai anti LGBT di payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Nabi Muhammad saw memberikan petunjuk tentang konsep hidup bermasyarakat dalam Islam. Dimana, setiap individu masyarakat saling terkait satu sama lainnya. Tidak bisa hidup seenak “perut” nya sendiri, dan sebebas keinginannya sendiri.

Bila sebagian kecil berbuat dosa dan maksiat, dan mayoritas orang yang baik-baik membiarkan saja, maka jika Allah takdirkan turunnya murka atau adzab, maka mayoritas yang baik-baik pun akan tertimpa adzab. Apalagi kalau pelaku maksiat semakin banyak. Berikut sabda Rasulullah saw:

Iklan

Dari An Nu’man bin Basyir rahiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا . فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا

Artinya: “Perumpamaan orang yang patuh dengan aturan Allah dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Lalu ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kalau ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikan kita membuat lubang saja, maka kita tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang di bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari no. 2493).

Hadits di atas mengilustrasikan bahwa satu masyarakat itu ibarat penumpang sebuah kapal. Ada penumpang yang baik yang menjaga kapalnya. Dan ada pula penumpang “usil” yang mau melobangi kapal. Yang baik disini adalah masyarakat yang ikut dan taat aturan Allah. Sedang yang usil adalah para pelaku maksiat dan dosa (pekat).

Nah, kalau orang-orang baik membiarkan orang-orang usil berbuat maksiat seenaknya, maka yang akan celaka dan mendapat murka Allah, bukan pelaku maksiat saja. Akan tetapi semua anggota masyarakat akan celaka. Tapi sebaliknya, kalau orang-orang baik mau menahan dan menghalangi orang berbuat maksiat, maka pelaku maksiat akan selamat dari dosa serta dari murka Allah, dan sekaligus semua masyarakat akan ikut selamat.

Tidak boleh ada orang yang berkata, “Yang mabuk kan saya, yang berzina kan saya, yang LGBT kan saya, yang berjudi kan saya… Apa urusan anda?”

Tidak bisa diterima perkataan ini. Harus dibantah, “Betul bahwa yang berjudi, berzina, LGBT, mabuk dan lain-lain itu adalah anda. Tapi, yang akan binasa dan sengsara oleh murka Allah adalah anda dan saya”.

Lihatlah ketika bencana dan petaka datang menimpa manusia. Gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir dan sampai likuifaksi. Ketika dia datang, yang celaka dan binasa bukan para pendosa saja. Tapi semuanya akan binasa.

* * * * *

Hari Senin 5 Nov 2018, Selamat dan Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat kota Payakumbuh, mulai dari Bapak Walikota dan Wakil Walikota, ketua DPRD, Bapak Kapolres, Bapak Dandim, Ketua MUI, Kakankemenag, Ketua KNPI, seluruh ormas, organisasi pemuda, Niniak Mamak dan cadiak pandai, Bundo kanduang, dan seluruh pelajar/siswa serta berbagai elemen masyarakat, atas deklarasi bersama Payakumbuh Menolak Pekat.

Semoga itu menjadi amal shaleh disisi Allah SWT, menjadi penghalang datangnya musibah dan bencana ke kota kita yang tercinta ini. Setidaknya kita sudah punya alasan dihadapan Allah nantinya, bila kelak kita ditanya apa yang sudah kita perbuat.

Tentunya deklarasi saja belumlah menuntaskan masalah Pekat. Langkah-langkah konkrit dari Pemko dan DPRD, didukung penuh oleh Forkompimda, serta peran serta aktif masyarakat untuk mempersempit ruang gerak pelaku maksiat, akan sangat besar perngaruhnya.

Wallahu Waliyut Taufiq.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here