Lipsus : Pentingnya Pendidikan Berkarakter Diterapkan di Usia Dini

Seminar Pendidikan Karakter di Payakumbuh

SumbartimePayakumbuh-Pendidikan merupakan salah satu pilar yang ikut menopang berdirinya sebuah peradaban yang disebut dengan Bangsa. Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya. Bangsa yang memiliki karakter kuat dapat menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani oleh bangsa lain di seluruh dunia.

Pada zaman now ini diakui sangat marak terjadi kasus moral dikalangan remaja. Di antaranya, penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), tawuran pelajar, pornografi, pornoaksi, perkosaan, perjudian, pembunuhan dan lainnya. Pelaku dan korbannya sebagiannya adalah golongan remaja yang berstatus pelajar.

Iklan

Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal. Dimaksudkan pihak sekolah hanya serbagai fasilitator serta instruktur saja. Sementara siswa diharapkan memiliki literasi kemampuan membaca dan memahami kondisi untuk masa depan mereka sendiri.

Untuk itu menurut Kabid PTK Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril, menyebutkan pentingnya pendidikan berkarakter untuk menangkal dekadensi moral anak bangsa dalam upaya menyiapkan generasi muda masa depan yang berkualitas tinggi seperti yang diamanatkan oleh program kurikulum 13, ujarnya.

Dijelaskan oleh pakar pendidikan tersebut, mengacu pada kurikulum 13, ada dua pilar utama penting terkait program tersebut, yakni Pendidikan Karakter dan Literasi. Dan tujuan utama dari metode tersebut adalah tercapainya seorang peserta didik menjadi good and smart serta berakhlak yang mulia tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal, tukuk Dasril.

Dipaparkan, Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Pendidikan karakter berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik, memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultural, dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia, demikian Dasril memaparkan.

Sementara itu Menurut Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustion, untuk menyamakan presepsi serta materi yang akan diterapkan masing masing sekolah, maka pihaknya baru baru ini melakukan seminar Pendidikan Karakter bagi Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah TK,SD dan SMP sekota Payakumbuh pada 13-15 Maret 2018, kemaren dengan nara sumber Drs.Iryasmam, M.Pd dari LPMP Sumbar dan H.Maharniszul, S.Pd Anggota DPRD Kota Payakumbuh.

Kegiatan tersebut bertujuan agar pelaku dunia pendidikan diatas paham serta menguasai materi yang akan diterapkan kepada anak didik demi terwujudnya pendidikan berkarakter tersebut, ulas Agustion.

Menurut Agustion lagi, bicara soal pendidikan karakter haruslah berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti, apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut.

Ditambahkan, beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, pungkasnya mengatakan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Refnisia. Menurutnya pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Maka, muncul gagasan pentingnya pendidikan karakter sebagai solusi menjawab permasalahan moral dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Pendidikan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai (values education) melalui sekolah. Harapannya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga dalam diri, karakter dan kepribadian, tuturnya. (aa)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here