Inilah Alasan Pelaku Lontarkan Ujaran Kebencian Terhadap Paramedis di Sosmed

Pelaku (tengah) saat digiring masuk ke Mapolres payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Pelaku ujaran kebencian melalui akun Facebook inisial DMZ alias Ade (41) warga Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Kabupaten Limapuluh Kota, kini harus mendekam di tahanan Mapolres Payakumbuh.

Ade yang diciduk dan ditangkap di kawasan rumahnya pada Senin (13/4) kemaren sekira pukul 17.00 WIB tersebut, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya atas ujaran kebencian yang dia lontarkan melalui medsos dan sempat viral pada Jumat 10 April 2020, sekira pukul 20.00 WIB malam kemaren.

Iklan

Dalam ujaran kebencian yang dia tulis di akun Facebook milik istrinya, diriya menulis dengan mengatakan agar para dokter serta perawat yang kini berjibaku dalam menangani wabah penyakit Corona, juga ikut terkena penyakit berbahaya tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, dirinya juga menulis, agar paramedis yang dia doakan terkena Corona agar segera meninggal dan jenazahnya dilarang dikuburkan di muka bumi.

Tentu saja kicauan pria yang sehari hari berprofesi sebagai pedagang itu dengan cepat mendapat tanggapan serta respon dari warganet lainnya. Hal hasil atas ulahnya itu, pelaku panen tuaian kecaman olah para nitizen.

Selain menuai kecaman, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Payakumbuh serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Payakumbuh, melaporkan yang bersangkutan ke polisi.

Namun usut punya usut penyebab Ade begitu dahsyat kata kata dan serangannya terhadap paramedis, menimbulkan titik terang.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Payakumbuh, dari pengakuan pelaku, dirinya melontarkan serangan terhadap paramedis lantaran pernah mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan oleh para juru rawat tersebut, akunya mengatakan.

Ketika menjalani layanan kesehatan di salah satu Rumah Sakit yang ada di Luhak Limopuluah beberapa waktu yang lalu, dirinya pernah mendapatkan pelayanan yang kurang profesional dari paramedis, tuturnya. Atas pengalaman layanan yang kurang mengenakan dari paramedis itulah dirinya membalaskan rasa sakit hati yang dia simpan selama ini melalui kicuan di media sosial.

Namun kini, Ade mengaku menyesali segala perbuatannya terkait lontaran dan kata kata ujaran kebencian terhadap paramedis yang dia tulis beberapa hari yang lalu. Dirinya berharap agar warga masyarakat memberikan maaf terhadap dirinya serta tidak ikut ikutan marah serta membully kepada keluarganya, harapnya dengan nada penuh penyesalan.

Kini Ade telah menjadi pesakitan, jeratan pasal penyebaran informasi elektronik yang mengandung muatan penghinaan/pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA telah siap menantinya.

Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan, mengingatkan dan mengharapkan kepada masyarakat agar kasus tersebut bisa menjadi pelajaran bagi warga masyarakat lainnya untuk berhati hati berselancar di dunia maya.

Dirinya mengimbau masyarakat pintar dan cerdas dalam bermain medsos agar terhindar dari pelanggaran Undang Undang ITE. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here