SUMBARTIME.COM-Tawuran antar sekolah nyaris terjadi di Kota Payakumbuh, Selasa (18/1) siang, saat ratusan anak SMK N 2 Payakumbuh hendak menyerang sekolah SMK Mitra.
Beruntung kericuhan tersebut berhasil diredam oleh aparat Kepolisian dari Polres Payakaumbuh dengan dibantu masyarakat setempat, sehingga tawuran antar sekolah kejuruan yang dahulu terkenal dengan julukan “gank STM” tidak sampai terjadi.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, aksi tawuran tersebut dipicu dari salah seorang siswa SMK N 2 yang sebelumnya sempat diduga telah menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh 3 orang siswa yang berasal dari SMK Mitra.
Peristiwa berawal dari korban yang merupakan pengurus OSIS SMK N 2 didatangi dan dianiaya oleh 3 orang pelajar dari SMK Mitra di rumah kost kosannya kawasan Payakumbuh Barat. Saat itu antara korban dan 3 orang pelaku penganiayaan terjadi kesalahpahaman, hingga berakhir pada pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka bocor pada bagian kepala sehingga harus dilarikan ke Rumah sakit dan mendapatkan perawatan.
Tidak butuh waktu lama, informasi terkait salah satu rekan mereka dikeroyok dan dianiaya oleh pelajar dari SMK Mitra, para siswa dari SMK N 2 Payakumbuh menjadi panas dan emosi, sehingga beberapa saat selanjutnya ratusan pelajar tersebut mendatangi SMK Mitra untuk melakukan pembalasan serta aksi balas dendam.
Beruntung aksi balas dendam yang akan berujung pada peristiwa tawuran tersebut dapat digagalkan , saat aparat Kepolisian sampai ke lokasi serta menghadang dan mengusir kembali ratusan pelajar SMK N 2 Payakumbuh untuk kembali ke sekolahnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Payakumbuh AKP Akno Pelindo membenarkan adanya ratusan siswa yang hendak menyerang sekolah lain. Menurutnya, peristiwa penyerangan yang berujung pada tauwaran antar SMK tersebut dapat digagalkan karena aparat langsung dengan sigap menghadang para pelajar untuk menyuruh kembali ke sekolahnya.
Terkait dari penyebab pemicu kerusuhan, menurutnya pihaknya telah mengamankan 3 orang siswa dari SMK Mitra yang diduga para pelaku penganiayaan. Untuk kasus tersebut pihaknya masih melakukan pendalaman, pungkasnya menjelaskan. (rd)





















