Sumbartime.com, Bukittinggi,- Anggota DPR RI Komisi Vlll Jhon Kenedi Aziz SH MH mengatakan usulan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disampaikan pemerintah kepada Komisi VIII DPR RI. Sebesar Rp 69 juta itu kan baru usulan,
Hal ini disampaikan anggota DPR RI saat diskusi publik bertajuk ‘ Biaya Haji 2023 ?’ Di Rumah Syarikat jalan melati kota Bukittinggi, Senin (6/2/2023)
Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama (Kemenag) RI belum menemui kata sepakat, terkait besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023
“Sebab, besarnya biaya itu akan memberatkan masyarakat. Karena biaya yang ditanggung setiap jamaah calon haji (JCH) mencapai Rp 69 juta. Sedangkan Rp 29 juta ditanggung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dari hasil manfaat pengelolaan dana haji,” ujar John Kenedi
Untuk kita semua ketahui bahwa ada 3 fungsi DPR itu yakni sebagai legislasi (legal drafting), anggaran (budgeting), dan pengawasan (controlling) dan Komisi VIII sedang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)
Pemerintah kemudian memasukkan usulan kepada kita kepada rakyat bahwa untuk haji adalah sebesar Rp 69 juga kemudian kita evaluasi apakah betul sebesar itu,
Itu kan baru usulan belum kita putuskan..! Nanti di putuskan tanggal tanggal 14 Februari 2023, untuk kita mengetahui berapa sesungguhnya, tentu kita harus survei, kita survei ke Bandara Jeddah, ke hotel di Mekkah maupun di Madinah, survei ke Catering di Mekah dan Madinah, survey di transportasi lainnya
Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh komposisi persentase BPKH terhadap distribusi terhadap subsidi jemaah haji, biasanya 60%- 40% kurang lebihnya, sekarang menjadi 30 – 70 % dan ini menjadi beban calon jamaah haji dan 30% persen menjadi beban BPKH padahal dahulu itu 60% beban BPKH Rp 98 juta, tetapi yang dibebankan kepada jamaah haji Rp. 39 juta, karena komposisi subsidi dari BPK terhadap BPIH itu adalah sebesar 60%.
Dikatakannya, Sekarang diusulkan 69% kenapa 69%. Karena subsidinya hanya 30% dulu 60% sekarang 30% jadi ini baru tahap usulan belum kita putuskan, nanti kita putuskan tanggal 14 Februari seluruh fraksi yang ada di DPR komisi VIII
“Mohon doa mohon dukungan dari jemaah haji khususnya saudara-saudara kita pada umumnya agar bisa kita tekan.
Target kita secara pribadi itu harus di bawah Rp 50 juta,” sebutnya
Target kita saat ini yang Rp.69 juta harus dibawah Rp50 juta, berapa yang akan dibayar oleh calon jamaah haji, tentunya kurang lebih 90 juta. Nah..! Target kita 50 juta berapa yang akan dibayar oleh calon jemaah haji.?
Semisal Rp 50 juta tentunya tabungan awal Rp 25 juta, berarti tinggal 25 juta ,Ada virtual account yang bisa dicairkan juga untuk jemaah 4,75 juta berarti calon jemaah haji hanya menambah sekitar Rp. 20 juta untuk bisa berangkat haji.
“Yang sekarang Rp 44 juta kita targetkan paling mahal menambah Rp. 20 jutaan,” tutupnya.
Hadir pada acara tersebut Direktur eksekutif Rumah Sarikat, M.Fadli, anggota DPR RI dari Partai Golkar John Kenedy Azis, S.H, inisiator Fadly Reza, Aliansi Pers, JMSI, Ketua pemuda stasiun.Yance, PWI, juga sejumlah awak media dan tokoh pemerhati masyarakat
Pertemuan dengan insan pers juga tidak hanya berdiskusi tentang rencana usulan biaya haji 2023 melainkan juga tentang perspektif masa depan jemaah haji Indonesia. Diskusi tersebut membahas anggaran berkeadilan dan komunitas, terkait bagaimana penyerapan anggaran khususnya di Sumatera Barat. (alex)

















