Demi Anak Kemenakan Minang, SKB 3 Mentri Tolak @ by: Bagindo Yohanes Wempi

gambar monumen perjanjian bukit marapalam

SUMBARTIME.COM-Menurut salah satu dewan pengawas pendidikan Sumbar, DR Khairul Ikhwan dalam tulisanya di group Jawapos mengatakan bahwa Pandemik covid-19 dan SKB 3 Mentri dapat merusak budaya Minangkabau, dan budaya kearifan lokal.

Bisa dibaca kutip tulisan DR khairul Ikhwan seperti dibawah ini : “Kini, kemunduran pendidikan Sumbar disinyalir bisa terjadi akibat dampak pandemi Covid-19. Di mana, anak didik lebih banyak dihadapkan pada ”kebebasan” di dalam ruangan (in door) bersama budaya yang diperoleh dari informasi di tablet maupun handphone android melalui budaya asing dan berpeluang merusak budaya lokal.

Iklan

Kemunduran tersebut bisa diperburuk lagi seiring keluarnya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) 3 Menteri melarang pihak sekolah menerapkan kebijakan lokal seperti, melarang mewajibkan anak didik berpakaian sesuai agamanya.

Ke depan, kebijakan ini diyakini bisa melunturkan akhlak anak didik, dan semakin menjauhkan budi pekertinya dari ajaran Agama Islam yang sejak dulunya sudah dianut dan mengakar di Minangkabau.Berarti kondisi kedepan dengan kajian yang ada sudah bisa disimpulkan dari tulisan DR Khairul Ikhwan tersebut jika SKB 3 Mentri tetap jalan maka kerusakan budaya lokal, budaya Minangkabau bisa terjadi. Anak Kemenakan Minangkabau tidak lagi memakai budaya bundo kanduang.

Alhamdulillah langkah memperjelas kesimpulan sikap para tokoh Minangkabau sudah nampak. tulisan dari DR Khairul Ikhwan ini sudah bisa dijadikan rujukan seperti apa sikap kedepan diataranya yang kemarin sudah dilakukan yaitu sebanyak 300 pengacara bersatu menyiapkan diri untuk menggugat Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang seragam sekolah.

Dengan adanya 300 orang lawyer (pengacara) yang berasal dari Minangkabau sudah sepakat datang ke Mahkamah Agung untuk menggugat SKB 3 Mentri. Namun jika perlu SKB 3 mentri tersebut dibawa juga keranah gugatan PTUN. Jika diperlukan digugat juga melalui keadilan Mahkamah Konstitusi.

SKB Tiga Menteri tersebut telah mengganggu sendi budaya dan kearifan lokal di Sumatera Barat. Sebab SKB itu tidak dapat diterapkan di semua daerah di Indonesia. Padahal ada banyak daerah yang punya kearifan lokal. Contohnya, Sumatera Barat denggan budaya Minangkabau yang sudah terbiasa dengan pakaian menutup aurat.

Mari pertahanan nilai-nilai budayan Minangkabau “Adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah diruang lingkup sekolah. Satu kata tolak SKB 3 Mentri. Hari kemarin 300 pengacara bersatu menggugat secara langsung. Besok juga diperlukan mahasiswa atau anak nagari menggugat. Sampai SKB 3 Mentri dibatalkan [*].

*Penulis adalah Pemerhati Sosial Sumbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here