WAWAKO SOLOK :” LOMBA MAKAN BELING MENJELANG RAMADHAN”

makan beling menyambut ramadhan

SUMBARTIME.COM-Setelah Ayam itu ditangkap langsung dimakannya, sementara itu yang lainnya bagaikan lomba makan beling, semuanya saling berebutan dan berpacu memakan pecahan kaca itu,  sungguh kesenian yang sangat luar biasa, tutur Wakil walikota Solok, Sabtu malam, 12 Mei 2018, dikawasan taman Syech Kukut jantung kota Solok, saat Sumbartime.com meminta tanggapannya terkait pergelaran kesenian Kuda Kepang yang baru saja dibukanya.

Dan Reinier.ST.MM mengatakan, bahwa itulah yang dinamakan aset daerah yang harus dibudayakan, karena jelas  berpotensi meningkatkan kunjungan wisata ke daerah setempat dalam menuju Visit kota Solok 2020.

Iklan

Menurut wakil walikota Solok itu, hanya pemuda yang kreatif yang mampu dan tau apa yang harus dilakukannya untuk menghibur  dan memanjakan masyarakat, dan dari banyaknya jumlah masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut, merupakan jawaban apakah kesenian tradisional itu mempunyai nilai atau tidak ditengah tengah masyarakat.

Lebih jauh wakil pemimpin kota Solok itu mengatakan, kesenian budaya Kuda Kepang atau Kuda Lumping, merupakan salah satu kebudayaan kesenian daerah Jawa yang sepertinya membutuhkan sentuhan dari dari kalangan pemikir yang ada, berdasarkan dari pada itu, Reinier,ST.MM memerintahkan dinas yang berkaitan untuk menggapai kesenian budaya itu.

” Kenyataannya memang begitu, dari berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan, pergelaran Kuda Kupanglah yang ma.pu menarik penonton sebanyak ini ” ungkap wakil walikota Solok, seraya melihatkan kekaguman terhadap panitia acara kegiatan tersebut.

Pergelaran kesenian budaya Jawa itu diselenggarakan oleh sekelompok pemuda dikota Solok, yang bertujuan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat disela hari libur mereka, dan sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H.

Ketua panitia acara, AD Ladeng mengatakan,  dipilihnya kegiatan itu untuk memanjakan mata masyarakat dipusat kota Solok, adalah berdasarkan keinginannya untuk membudayakan dan sekaligus mengatakan kepada  pemerintah daerah agar serius dalam menggali potensi yang ada untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kota Solok.

AD Ladeng memandang, bahwa melalui kesenian budaya tradisional akan lebih maksimal untuk memberikan dampak positif dalam menuju Visit kota Solok 2020, dan kerumunan masyarakat yang menyaksikan kegiatan ini adalah bukti dari hal tersebut.

Saya berharap pemerintah benar benar berkeinginan serius dalam meningkatkan kunjungan wisata ke kota Solok, dan jangan jadikan bahasa itu sebagai topeng untuk menghabiskan anggaran  dan melaksanakan kegiatan yang sebenarnya tidak berdampak ketujuan yang ada.

” Kami tanpa dibantu APBD mampu untuk melaksanakannya, dan pengunjung pun sangat berlimpah dibanding acara yang telah dilaksanakan dikota Solok selama beberapa hari belakangan ini ” ungkap Ad Ladeng mengakhiri. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here