Diduga Kumpul Kebo, 4 Pasangan Ilegal Diamankan tim 7 Payakumbuh

tim 7 merazia lokasi kos kosan

SUMBARTIME.COM-Tim 7 Kota Payakumbuh yang terdiri dari Satpol PP, TNI/POLRI, Kejaksaan, kembali melalakukan kegiatan rutin operasi ketertiban dan kemanan di masyarakat, Minggu (13/05) pagi, yang dimulai pada pukul 09.45 WIB.

Operasi pada Minggu pagi tersebut dipusatkan ke tempta kos kosan yang terdapat di seputaran kawasan Kota Payakumbuh. Menurut Davitra, Komandan Satpol PP sekaligus Ketua Tim 7 alasan merazia kamar kos kosan dikarenakan banyaknya laporan yang masuk dari masyarakat yang menyebutkan banyak rumah kos kosan terindikasi beralih fungsi menjadi tempat mesum, ujarnya.

Iklan

Hasilnya, dari beberapa rumah kost kos an yang di razia oleh Tim 7 Payakumbuh ditemukan 4 pasangan diduga hidup serumah tanpa memiliki dokumen resmi yang syah. Menurut Davitra, dua pasang ditemukan dikawasan kos kos an, Kelurahan Ranah, Kubu Gadang, dan dua pasang lagi ditemukan di kawasan Parik Muko Aia, Jalan Lingkar Utara, Payakumbuh Utara.

Adapun inisial masing masing pasangan kumpul kebo dan tidak memiliki dokemen resmi itu masing masing, adalah AAE (23) asal Parit Rantang, dengan pasangannya NGP (22) warga Keluruhan Padang Tangah Payobadar.  Satu pasangan lagi berinisial Rdw (28) asal Jorong Aia Tabik, Nagari Sungai Kamuyang, dengan pasangannya RM (26) asal Nagari Balai Gurah, Angkek Ampek, Agam. Dua pasang itu diciduk di kos kosan kawasan Ranah Kubu  Gadang, Payakumbuh.

Dua pasang lagi yang diciduk di kawasan Parik Muko Aia, Payakumbuh, masing masing Gn (23) warga Kelurahan Aur Kuning, Payakumbuh Selatan dengan pasangannya DSP (21) warga Kelurahan Kubu Gadang. Sepasang lagi, Adr (27) warga Kelurahan Padang Kudo dengan pasangannya Ay (23) warga Kelurahan Bonai.

Menurut Davitra, ke 4 pasangan tersebut langsung dibawa ke Mako Satpol PP Kota Payakumbuh Kawasan Bukik Sibaluik Jalan Soekarno Hatta Payakumbuh untuk diproses dan mendapatkan pengarahan. Orang tua dari para pasangan terduga kumpul kebo itu dipanggil serta diminta kepada masing masing mereka untuk segera menikahkan anak anak mereka yang terciduk hidup bersama tanpa ikatan resmi.

Menarik tambah Davitra lagi, saat aparat menggerebek mereka di tempat kos kosan, para pelaku sempat berkelit jika mereka telah melakukan nikah secara siri. Namun saat diteliti selembar surat sakti yang mereka tunjukan ke aparat, terdapat banyak kejanggalan sehingga aparat menduga kuat kalau selembar surat nikah siri tersebut diduga palsu, tutupnya lagi. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here