Tuai Penghargaan dari Berbagai Perusahaan Internasional, Remaja Payakumbuh ini Ditangkap Tim Cyber Mabes Polri

Berbagai piagam penghargaan dari Perusahaan Internasional

SUMBARTIME.COM-Warga Payakumbuh sejak Selasa 23 April 2019, dikagetkan dengan berita dan informasi ditangkapnya seorang remaja bernama M. Arik Alfikri (18) warga Kelurahan Nunang Daya Bangun, Payakumbuh di sebuah rumah kawasan Parit Rantang, Senin (22/4) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

Remaja Payakumbuh tersebut diamankan oleh tim Tipidsiber Bareskrim Polri atas dugaan pembobolan Website milik KPU RI. Arik Alfikri disangkakan atas dugaan percobaan melakukan Illegal Acces penestration testing melalui tools accunetix untuk Web Crawler dadn scan folder, SQL Map untuk injeksi SQL dan payload, sehingga menemukan celah “open redirect” di situs KPU, menurut sumber Kepolisian yang beredar di WAG Balai Wartawan.

Iklan
Loading...

Hal hasil karena dianggap membahayakan negara, yang bersangkutan diamankan dan saat ini sudah berada di Mabes Polri untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, orang tua M. Arik Alfikri, Hendri Asenk kepada awak media, Selasa (23/4) malam, mengaku kaget dan terpukul anaknya diamankan Tim Cyber Mabes Polri. Bahkan di dalam akun sosmed Facebooknya, Hendri Asenk, membantah sekaligus mengklarifikasi atas dugaan tuduhan yang dialamatkan kepada anaknya tersebut.

Menurutnya anaknya tersebut memang dikenal cukup menguasai Informasi Tehnologi ( IT). Sehari hari Arik Alfikri bekerja sebagai Bug Bounty, atau pelaku penjelajah mencari kelemahan sebuah server. Tujuannya melakukan haking dan berselancar sebagai hacker bukanlah untuk melakukan kejahatan. Namun lebih cendrung sebuah pekerjaan menjual jasa dengan memberi tahu kepada pihak pemilik server yang alatnya rentan di bobol diretas.

” Pekerjaan anak saya tersebut, banyak dilakukan oleh para ahli IT di Luar Negri untuk mendapatkan bayaran”, ujar Hendri.

Dia juga mengungkap jika, pada tanggal 1 April 2019, saat anaknya berselancar di dunia maya, anaknya menemukan celah pembobolan Website milik KPU R. Mendapatkan hasil temuannya tersebut yang bersangkutan langsung memberikan laporan kepada pemiliknya melalui email ke BSSN bantuan70@bssn.go.id

Selanjutnya pada tanggal 18 April, anaknya kembali melihat server KPU RI untuk melakukan pengecekan. Namun aktifitas anaknya itu terpantau oleh sistem keamanan KPU RI hingga lembaga Negara tersebut melaporkan ke Mabes Polri, papar Hendri Asenk menuturkan panjang lebar.

Sementara itu, berbagai tanggapan serta simpati berdatangan masuk ke akun Sosmed Hendri Asenk. Akun Facebooknya banjir dukungan dan doa dari warganet terkait penangkapan anaknya tersebut oleh Tim Syber Mabes Polri. Warganet menilai, M Arik Alfikri anak yang cerdas dan jenius.

Nitizen berharap dibawanya Arik Alfikri ke Mabes Polri hanya sebatas dimintai keterangan saja. Bahkan banyak Nitizen meyakini jika Arik Alfikri merupakan salah satu aset bangsa yang harus diselamatkan, dibina dan dididik oleh Pemerintah.

Fakta kejeniusan Arik Alfikri ditandai dengan menuai puluhan penghargaan dari perusahaan besar dunia seperti, Avira, Tokopedia, McAfee, dan beberapa perusahaan besar lainnya lagi, atas keberhasilannya menemukan dan memberitahukan kelemahan server milik masing masing perusahaan besar tersebut, ujar warganet berkomentar. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here