Tradisi Pacu Itik Akan Diangkat ke Layar Lebar

Foto dari Garuda Indonesia

Sumbartime-Tradisi pacu itik Payakumbuh bakal diangkat ke layar lebar oleh Perusahaan Film yang berbasis di Jakarta, Chanex Ridhall Pictures. Syuting direncanakan mulai 26 Februari mendatang.

Seperti apa cerita filmnya? Inilah sinopsis yang didapatkan Sumbartime.com dari pihak Publik Relation (PR) Chanex Ridhal Pictures, Fahmi.

Iklan

Rio (10 tahun) meninggalkan kehidupan nyamannya di Jakarta ke rumah tantenya Yustin di Payakumbuh karena ayahnya mendapatkan beasiswa ke Jerman. Minimnya beasiswa tidak memungkinkan Ayahnya membawa Rio bersama-sama hidup di Jerman.

Tiba di Payakumbuh, gambaran Yustin sebagai sosok pengganti sang ibu menjadi sirna. Yustin nyaris tak ada waktu mengurus Rio karena sibuk mengurus rumah makan miliknya. Rumah tanpa sinyal internet membuat Rio frustasi. Persahabatan dengan Hilda, anak bungsu Yustin yang tiga tahun lebih tua darinya adalah satu-satunya ia harapkan. Namun, Asrul teman Hilda yang naksir berat sama Hilda suka membully Rio karena Rio dianggap mengetahui rahasia tertentu yang Hilda tak boleh tahu.

Perasaan marah dan kecewa Rio memuncak tatkala pulang sekolah ia menjumpai ada itik duduk-duduk santai di tempat tidurnya dan buang kotoran di selimut hadiah ulang tahun dari almarhumah ibunya! Rio marah dan mengikat kaki itik-itik tersebut menjai satu dan membungkam paruh mereka, dan membuangnya ke pekarangan yang cukup jauh dari kandang mereka.

Ternyata itik-itik tersebut adalah itik milik keponakan Yustin yang bernama Buyung (20). Buyung marah sekali karena itik tersebut sedang dibina menjadi itik pacuan yang akan berlaga di ajang pacu itik khas Payakumbuh. Rio menyesal, hingga ia jatuh sakit dan demam berkepanjangan. Setelah ia sembuh, terjadi keajaiban, ia mendengar suara itik laiknya suara manusia.

Ia menjadi paham bahasa itik! Ia pun akhirnya bersahabat dengan itik-itik tersebut. Persahabatannya dengan itik tersebut menghantarkan kehidupan Rio penuh warna dan konflik. Akhirnya ia juga melatih seekor itik dan ikut dalam ajang pacu itik.

Seperti apa filmnya? Mari kita doakan proses syuting berjalan lancar sehingga bisa ditonton di bioskop November 2018 mendatang dan semkain mengangkat nama Kota Payakumbuh. (ntm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here