Sumbartime – Sebuah masalah kesehatan menghantui Pesisir Selatan dengan munculnya kasus diare massal yang disebabkan oleh sumber air yang tercemar bakteri E.Coli. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Lila Yanwar, pencemaran sumber mata air Pincuran Langik menjadi akar permasalahan tersebut.
Mayoritas masyarakat di daerah tersebut mengonsumsi air minum dari berbagai sumber yang berasal dari mata air tersebut, seperti depot air minum, PDAM, dan sumur.
“Contoh diambil pada 2 Mei oleh Tim Surveilance Epidemiologi Dinkes Sumbar yang langsung turun ke lapangan pada hari ke dua setelah menerima laporan,” terangnya yang dikutip dari Antara pada Rabu, 8 Mei 2024.
Hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi dan Laboratorium Unand menunjukkan peningkatan kadar Escherichia coli (E. coli) dalam feses pasien. Tim Surveilance Epidemiologi Dinas Kesehatan Sumbar langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan pada tanggal 2 Mei. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma, juga mengonfirmasi temuan ini, dengan tingkat bakteri E.Coli mencapai 6300/250 mililiter (ml) pada pemeriksaan awal terhadap sampel sumber air Pincuran Langit.
“Tingkat pencemaran bakteri E coli dari sumber air itu sangat tinggi, sehingga bisa menyebabkan perut kram, diare, dan muntah jika tidak dimasak dengan benar sebelum diminum,” terangnya.
Selain itu, kata dia, sampel air juga diambil dari depot air minum dan juga ditemukan terkontaminasi bakteri E coli meskipun dengan tingkat yang lebih rendah yakni 400/250 ml.
Ia mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Pesisir Selatan untuk mengantisipasi agar kasus tidak terus merebak yakni memberikan sosialisasi tentang pola hidup bersih kepada masyarakat.
Kondisi ini memicu keprihatinan serius di kalangan otoritas kesehatan dan masyarakat setempat. Langkah-langkah tegas perlu segera diambil untuk menangani sumber masalah ini dan melindungi kesehatan penduduk Pesisir Selatan dari risiko lebih lanjut yang diakibatkan oleh kontaminasi bakteri berbahaya ini.(R)





















