SUMBARTIME.COM-Dampak dari dugaan pembalakan liar (Illeggal Loging) yang terjadi di kawasan hutan Gunung Sigaluik, Taratak Malintang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Sijunjung semakin hari semakin parah.
Banyak areal persawahan warga setempat serta sebuah Embung yang dibangun Pemkab Sijunjung, rusak parah dan tertimbun material tanah longsoran.
Hal itu diakui oleh Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Bambang Irawan serta beberapa anggota dewan lainnya saat melakukan sidak ke lokasi, Jumat (16/7) kemaren. Menurutnya saat di lokasi kepada warga dirinya mengaku sangat miris dan terharu melihat kondisi areal persawahan warga yang rusak akibat adanya dugaan illegal loging yang terjadi., bebernya.
Di lokasi areal persawahan serta embung, warga setempat mengadu kepada Ketua DPRD dan anggota saat meninjau ke lokasi. Mereka berharap agar persoalan yang kini sedang menimpa mereka agar segera ditindak lanjuti oleh para wakil rakyat tersebut.
Warga mengaku persoalan yang telah cukup alam mereka alami ini tidak jelas penyelesaiannya. Beberapa tokoh warga bersama Ninik mamak setempat, telah beberapa kali melakukan pengaduan laporan ke beberapa pihak terkait, namun hingga saat ini belum mendapatkan respon yang berarti, papar Niko Fajri, salah satu tokoh muda masyarakat Taratak Malintang.
Sepertinya banyak pihak yang terkesan tutup mata (dugaan pembalakan liar). Untuk itu kami menggantungkan harapan kepada bapak dan ibu wakil rakyat untuk memperjuangkan nasib kami,” ungkapnya di hadapan anggota DPRD Kabupaten Sijunjung saat berada di lokasi.
Sementara itu, salah satu warga lainnya di lokasi, dengan nada sedih menuturkan kepada anggota DPRD, sejak beberapa bulan belakangan ini, dampak dari dugaan pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan Sigaluik, areal sawah miliknya serta milik warga lainnya banyak yang tertimbun material tanah longsoran sehingga tidak bisa dipergunakan lagi.
Menurutnya, pada tahun kemaren dirinya masih bisa bercocok tanam, namun pada tahun ini, akibat sawahnya tertimbun dan mengalami kerusakan parah, dirinya tak bisa lagi bercocok tanam. Untuk itu dia berharap kedatangan Ketua DPRD dan anggota ke lokasi, bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil seperti dirinya, harapnya saat itu.
Sementara itu dari pantauan awak media, saat anggota DPRD Kabupaten Sijunjun g yang turun ke lokasi Embung serta areal persawahan, mereka terkaget kaget melihat kerusakan ekosistem alam yang nyata serta terjadi di kawasan tersebut akibat dugaan adanya pembalakan liar.
Kepada warga yang mengiringi dan menyambut kedatangan mereka, para wakil rakyat tersebut akan membawa persoalan tersebut pada rapat rapat kerja komisi untuk ditindak lanjuti oleh Pemerintahan Kabupaten Sijunjung. (eis)



















