• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 110

Sumbar Time by Sumbar Time
4 Agustus 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-“Berhenti dibawah pohon di depan sana…” katanya pada sopir taksi yang orang melayu. Mobil itu melambat. Kemudian berhenti. Mobil merah darah itu lewat. Di dalamnya ada tiga orang lelaki. Tak satupun yang menoleh ke arahnya. Kemudian taksi hitam gelap itu juga lewat. Di dalamnya ada seorang Cina bertubuh gemuk. Kegemukannya jelas kelihatan pada wajahnya yang membengkak dan lehernya yang sebesar leher gergasi.

ADVERTISEMENT

Cina gepuk itu juga tak menoleh padanya. Kemudian dia menoleh ke belakang. Tak ada mobil yang berhenti. Hmm, dia tak yakin.
“Terus…” katanya pada sopir. Dan dia tetap berkeyakinan ada bahaya mengintainya. Taksi itu berhenti di depan hotel Sam Kok. Sebuah hotel bertingkat dua dengan bangunan beton yang kokoh bekas bangunan di zamannya Rafles berkuasa.

ADVERTISEMENT

Seorang gadis Cina cantik menerimanya dibahagian penerimaan tamu.
“Mau kamar tuan?” tanya gadis itu. Si Bungsu mengangguk. Meletakkan koper kecilnya di atas meja resepsionis. Gadis Cina itu tersenyum manis padanya sambil mencatat dibuku tamunya. Senyumnya memperlihatkan dua buah lesung pipit di pipinya.

“Nah, mari saya antar. Kamar tuan di tingkat atas” gadis itu berkata sambil mengangkat koper si Bungsu. “Tidak usah. Biar saya yang membawa koper ini…” Gadis itu kembali tersenyum. Dan kembali lesung pipi dipipinya kelihatan. Dia melangkah mendahului si Bungsu. dan dia tetap juga dahulu ketika menaiki sebuah tangga batu menuju ke tingkat atas.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Si Bungsu yang semula tak menyadari apa-apa karena fikirannya tengah melayang pada orang yang membuntutinya tadi, tak memperhatikan gadis itu. Namun ketika dua tangga sudah terlangkahi tanpa sengaja dia menoleh ke atas. Gadis itu berada tiga anak tangga di depannya. Dan mukanya menjadi merah takkala terpandang pada betis dan paha gadis Cina itu.

Gadis bertubuh indah itu memakai rok yang tak begitu dalam. Si Bungsu cepat-cepat menundukkan kepala. Menatap anak tangga saja. Dia seorang lelaki. Bujangan lagi. Betapapun imannya dia, namun dalam saat-saat tertentu, darahnya gemuruh juga melihat hal-hal demikian. Namun tunduknya yang terus-terusan itu akhirnya membuat dirinya tambah jadi malu.

Dia tak tahu gadis itu sudah berhenti. Dia masih melangkah. Gadis itu memutar tubuh menghadap. Dan saat itu si Bungsu menabraknya.
Celakanya, wajahnya justru mengenai wajah gadis Cina yang cantik itu. Dia gelapapan. “Faam, fa….eh maaf, maaf sorry. Maaf sorry” katanya gugup. Sungguh mati kejadian itu benar-benar tak dia sengaja. Gadis itu juga bersemu merah mukanya. Perlahan dia berbalik dan membuka pintu kamar.

“Silakan, ini kamar tuan” kata gadis itu sambil mendahului masuk. Si Bungsu menurut seperti kerbau yang dicocok hidungnya.
Gadis itu membuka jendela. Di depan sana, kelihatan laut membentang dan puluhan kapal berayun-ayun dimainkan ombak. “Kalau panas, kipas angin ini bisa tuan hidupkan. Dan kalau tuan perlu sesuatu, tuan bisa menekan bel itu untuk memanggil pelayan.

Untuk ke kamar mandi dan WC tuan terpkasa berjalan ke ujung gang di luar kamar. Tak ada kamar mandi khusus di dalam kamar di hotel ini…”
Gadis itu menatap si Bungsu. si Bungsu meletakkan koper kecilnya di tempat tidur. “Ada yang tuan perlukan?”
“Buat sementara tidak. Terimakasih” Gadis itu mengangguk, kemudian melangkah keluar. Menutupkan pintu dan sesaat masih sempat menatap pada si Bungsu yang juga tengah menatap padanya.

Kemudian gadis itu lenyap ketika pintu ditutupkan. Si Bungsu masih tetap tegak sesaat. Kemudian membuka sepatu. Membuka baju. Lalu berjalan ke jendela. Menatap ke laut. Menatap pelabuhan yang ramai dan hinggar bingar. Menatap kapal yang membuang sauh di kejauhan. Dilihatnya jalan raya membentang dengan mobil yang berseliweran. Dan itu di sana, sekitar lima ratus meter dari hotelnya, dia lihat jalan ke daerah pelabuhan itu.

Di sanalah mobil mereka diberondong peluru. Ingat akan Nurdin yang terbaring di gedung konsulat itu, si Bungsu ingat pula pada dokumen yang ada padanya. Dia membiarkan jendela tetap terbuka. Kemudian berjalan ke tempat tidur. Mengambil koper kecilnya. Dalam koper kecil itulah semua miliknya tersimpan. Mulai dari beberapa stel pakaian, termasuk dokumen yang mereka ambil dari rumah Nurdin di Brash Basah Road.

Dokumen itu dia letakkan di tempat tidur. Kemudian memasukkan kopernya ke lemari. Sebelum berbaring dia mengunci pintu kamar. Kemudian membuka samurai-samurai kecil yang terikat secara khusus di lengan kanannya. Dan dia segera ingat pada Tokugawa. Bekas kepala Jakuza itulah yang mengajarnya mempergunakan samurai-samurai kecil ini.

“Ada saatnya kelak, dimana engkau tak mungkin membawa-bawa samurai panjang kemana engkau pergi Bungsu-san. Namun demikian, bukan berarti bahaya meninggalkan kita pula. Orang seperti engkau, akan tetap saja banyak musuh. Saya yakin, permusuhan datangnya bukan dari dirimu. Tapi dari pihak orang lain. Mungkin karena niat jahatnya engkau halangi.

Mungkin karena dia iri padamu. Tapi yang jelas, engkau akan tetap punya musuh. Sebab apa yang engkau jalani saat ini, telah kulalui ketika muda.
Nah, disaat seperti itu Bungsu-san, engkau memerlukan senjata khusus untuk membela dirimu. Ada berbagai cara orang membela dirinya. Ada yang belajar Karate dan Yudo, barangkali dinegerimu orang belajar silat.

Ada pula yang memakai senjata api. Dan di tiongkok maupun di negeri Jepang ini, tak sedikit yang mempergunakan samurai-samurai kecil ini sebagai pelindung dirinya. Samurai ini sangat efektif. Tak menimbulkan bunyi. Dan kalau dia diikatkan secara khusus di lengan, ditutup dengan lengan baju, maka tak seorangpun yang menyangka bahwa engkau memiliki senjata ampuh”

Dan Tokugawa memang mengajarkan si Bungsu mempergunakan samurai yang panjangnya tak sampai sejengkal dengan besar sekitar sejari. Selain itu dari Kenji dia belajar dasar-dasar Yudo dan Karate. Dia kurang tertarik pada Yudo dan Karate. Sebab dahulupun ketika ayahnya menyuruh belajar silat, dia juga sangat tak tertarik. Ternyata samurai-samurai kecil itu telah menolongnya sangat banyak ketika melawan komplotan penjual wanita beberapa hari yang lalu di jalan Brash Basah.

Samurai-samurai kecil itu dia letakkan diatas meja. Lalu dia berbaring. Membalik-balik dokumen itu. Untung saja dokumen itu tertulis dalam bahasa Indonesia. Dia melihat beberapa peta. Beberapa foto. Beberapa alamat dan nama-nama. Peta kota Singapura yang ditandai. Kemudian peta kota Jakarta yang juga ditandai di beberapa bahagian.

Dan saat itu pula pintu kamarnya terbuka dengan paksa. Dia terlonjak bangun. Namun pada saat yang sama, seorang lelaki yang lebih mirip babi gemuk, sudah tegak disisinya. Cina gemuk yang tadi berada dalam taksi hitam pekat! Aneh, segemuk ini tubuhnya, kenapa dia tak mendengar langkah Cina itu ketika naik. Dan lagi pula, buku-buku tangannya nampak membengkak.

Tak pelak lagi, ketika tadi dia mendapatkan pintu kamar anak muda ini terkunci, dia telah mempergunakan buku tangannya memukul hancur pintu tersebut. Sebelum si Bungsu dapat berbuat lebih banyak, tangan Cina itu yang besarnya lebih kurang sebesar paha si Bungsu, terayun. Si Bungsu menunduk. Namun tangan gemuk seperti perut babi itu alangkah cepatnya bergerak.

Kepala si Bungsu kena gebrak. Anak muda itu segera terbanting. Pukulan itu bukan main dahsyatnya. Tubuh si Bungsu terangkat, terlambung dan menabrak lemari. Kaca lemari hancur. Tubuh si Bungsu terpuruk kedalamnya. Terlipat dan tak bergerak! Cina gemuk itu benar-benar yakin pada pukulannya. Dia tak acuh saja pada si Bungsu. Dengan tenang dia mengumpulkan dokumen yang tadi di baca si Bungsu yang kini berserakan di lantai.

Ketika beberapa orang yang menginap di kamar sebelah menyebelah melihat ke kamar itu, Cina gemuk itu menoleh pada mereka. Tersenyum.dan senyumnya memperlihatkan giginya yang kuning. Mungkin ada sekitar dua kilo taik gigi bersarang digiginya yang setengah gondrong itu. “Tak ada apa-apa la. Hanya sikit gelut-gelut. We punya kawan bobok dalam lemali…he…he” Cina itu coba menjelaskan pada pengunjung di pintu kamar.

Para pengunjung tak diundang itu cepat-cepat menarik diri. Masuk ke kamar mereka. Takut dibawa serta pula dalam “gelut-gelut” seperti yang dikatakan raksasa sipit itu. Dan takut kalau disuruh tidur pula dalam lemari. Hih! Selesai membenahi dokumen, Cina gemuk itu pula berjalan kepintu tanpa menoleh pada tubuh si Bungsu yang entah hidup entah sudah berpulang ke akhirat.

Dia melangkah sambil mulutnya dimonyongkan. Lalu terdengar siulnya perlahan seperti bunyi peluit kapal pecah. Dan mungkin karena siul maut itu pula si Bungsu yang “tidur” dalam lemari itu mulai menggoyangkan kepala. Cina gemuk itu turun ke jenjang. Si Bungsu keluar dari lemari. Bahunya luka dimakan kaca. Kepalanya berdenyut-denyut. Sempat dua kali aku dihantam Cina itu, maka akupun sampailah di jembatan Siratol Mustaqim, pikirnya.

Cina itu berpapasan dengan gadis yang tadi mengantar si Bungsu ke kamarnya. Ternyata dia mendengar suara ribut. Karena masih ada tamu, dia tak sempat ke atas. Kini baru bisa. Dan dia berpapasan dengan Cina gemuk itu. Cina gemuk itu menghentikan siulnya yang mirip kapal retak tersebut. Tersenyum, ah lebih tepat dikatakan nyengir, kepada gadis cantik itu.

“Ada apa ribut di atas?” tanya gadis itu sambil tetap melangkah ke atas. Namun tiba-tiba tubuhnya tersentak. Cina gemuk itu menyentakkan tangan si gadis, dan tubuh gadis itu jatuh kepelukannya. Si gemuk hanya memeluknya dengan sebelah tangan. Tangan kiri. Seperti memeluk boneka kecil dari plastik saja.

“Tak ada libut. Hanya sikit gelut-gelut..” sehabis berkata begini, si gemuk mengirimkan sebuah sun kepipi gadis cantik ini. Bukan main murka dan berangnya gadis itu, dia meludahi muka si gemuk yang kayak babi itu. Ludahnya mendarat dihidung si Cina. Tapi cina gemuk itu tak berang. Malah tertawa senang. Dia lepaskan gadis itu. Kemudian menghapus ludah di hidungnya. Lalu menjilatnya. Gila!

Gadis itu berlari ke atas. Melihat pintu kamar anak muda tadi hancur. Lalu masuk, dan saat itu dia hanya melihat punggung anak muda itu saja ketika yang terakhir ini melompat dari jendela tingkat dua itu ke jalan di depan hotel di bawah sana! Gadis itu memburu, melihat ke bawah kelihatan parkir taksi hitam pekat yang tadi ditompangi babi gemuk itu. Tapi anak muda yang baru melompat ke bawah itu tak dia lihat. Dia balik lagi ke bawah.

Sementara itu, si gemuk itu sudah sampai di Lobby hotel. Dengan gerakkan seperti babi bunting, dia menuju ke pintu. Di pintu ada tamu yang masuk dan berjalan ke arahnya. Dan tiba-tiba Cina itu tertegak. Dia mengernyitkan kening. Salah lihatkah dia? Tamu yang baru masuk ini mirip sekali dengan anak muda yang tadi dia gelut-gelut dan dia suruh tidur dalam lemari. Salahkah dia?

Tamu itu tersenyum padanya. Dan tak salah lagi, memang anak muda tadi! Tapi demi perutnya yang gendut, kenapa anak muda itu bisa berada disini?
Dan saat itu gadis anak pemilik hotel itu sampai pula di sana. Dia menatap pada anak muda yang tegak menghadang di tengah pintu. Kedua orang itu mirip seperti perbandingan kerbau dengan kambing!

Tapi nampaknya Cina gemuk itu memiliki saraf baja dan rasa humor yang tinggi juga. Dia segera saja mendahului menegur si Bungsu.
“He, ketemu lagi! Tadi tidul dalam lemali. Cekalang cudah mangun. Haiyya, cincaila..” Tumbung juga si gendut ini, sumpah si Bungsu dalam hati. Dan si gendut itu berjalan ke arahnya.

Si Bungsu tiba-tiba menyerang. Dia tak ingin didahului oleh si gendut itu. Dia sudah merasakan akibatnya. Untung saja yang kena adalah dirinya. Yang sudah terlatih bertahun-tahun. Kalau orang lain, dia yakin sudah tiba di akhirat. Makanya kini dia membuka serangan. Dia hantam perut gendut itu dengan pukulan karate yang dia pelajari dari Kenji. Hop! Mendarat persis tentang pusat.

Cina itu tetap tegak. Malah tersenyum. Pukulannya seperti menerpa karet yang kenyal. Memantul kembali. Sebuah lagi pukulan, kini menuju tempat yang mematikan. Yaitu tentang jantung. Bukankah menurut Kenji, dada bahagian jantung adalah tempat yang paling lemah dalam tubuh? Tempat itu bisa mematikan kalau dipukul dengan kuat dan dengan kecepatan yang penuh perhitungan.

Ah tentang kekuatan, cepat dan penuh perhitungan, dia tak usah malu. Dia sudah ahli. Maka pukulan itupun mendarat. Tepat di tentang jantung Cina gendut itu. Dan laknatnya, pukulannya memental lagi. Dan jahanamnya, Cina itu ngomong setelah kena pukul: “Haaayaaa, jangan gelut-gelut dimuka olang lamailah kawaaan. Malu kita dilihat olaang. Masak sudah besal masih gelut-gelut”.

Syetan. Benar-benar syetan Cina gemuk ini. Dia sudah memukul dengan jurus mematikan, dengan penuh perhitungan dan penuh kecepatan, ternyata dicemoohkan sebagai gelut-gelut saja. Muka si Bungsu jadi merah padam. Dan Cina itu berjalan terus ke pintu. Ketika si Bungsu akan maju lagi, Cina itu mengibaskan tangan kanannya. Dan seperti tadi, si Bungsu lagi-lagi terlambat menghindar.

Tangan babi gemuk itu bukan main cepatnya. Tamparan sambil lalu itu mendarat di pipi si Bungsu. tubuh si Bungsu terangkat setengah jengkal dari lantai, kemudian terpental! Dan dia terpental justru ke tubuh gadis yang tadi mengantarnya ke kamar. Kedua tubuh mereka terguling ke lantai. Untung si Bungsu masih sadar. Dia segera memeluk tubuh gadis itu agar kepalanya tak membentur lantai. Dan gadis itu dalam kagetnya juga memeluk si Bungsu erat-erat.

ADVERTISEMENT

Cina gemuk itu sambil melangkah menoleh ke belakang. Langkahnya terhenti. Dia melihat kedua anak muda itu saling peluk di lantai.
“Haayyaaa! Kalau mau pole-pole jangan sinilah. Masuk kamal saja” Ya tuhan, ya Rabbi! Muka si Bungsu jadi merah padam. Dia cepat bangkit dan menolong gadis Cina cantik itu bangkit. Kemudian melangkah ke depan.
“Tunggu!” katanya.

Cina gemuk itu berhenti melangkah. Kali ini si Bungsu benar-benar menghadapi lawan yang tak tanggung-tanggung. Pimpinan sindikat perdagangan wanita ini memang tak salah pilih. “Apa lagi kawan…. Mau gelut lagi?” Cina gemuk itu menyindir. Demi malaikat, si Bungsu benar-benar mati kutu dibuat orang ini. Tapi sebuah pikiran lain masuk ke kepalanya. Karena itu, dia tak menjawab sindiran Cina gemuk itu.

Dan Cina gemuk itu tahu benar akan ketangguhannya, dia melambaikan tangan: “Bay-bay. Sampai ketemu lagi kawan..” katanya sambil cengar cengir. Dan kali ini, mau tak mau si Bungsu terpaksa nyengir kuda.
Si gemuk itu memang memiliki rasa humor yang hebat. Hingga dia tak memilih tempat dan waktu untuk bergurau. Dan tak pula memilih lawan.

Tak peduli sedang berkelahi atau sedang makan, nampaknya dia suka benar bergurau. Guraunya gurau kuda pula. Si Gemuk itu masuk ke taksi hitam yang sejak tadi menanti di depan.
“Dapat?” tanya Keling yang jadi sopirnya.
“Dapatlaah…” jawab si gemuk itu santai.
“Tak ada perlawanan?”
“Ada. Tapi hanya sekedar coba-coba”
“Lalu?”

“Lalu ya lalu. We gertak dia. Keluar dia punya kentuk. We tempeleng dia, keluar dia punya taik. Kini dia sedang belak, we pigi” Orang Keling yang pegang stir itu tertawa seperti burung gagak. Kemudian sedan itu berangkat meninggalkan hotel tersebut.

Taksi itu melaju membelah jalan-jalan di kota Singa tersebut.
Dengan rangkaian kejadian itu, bahkan sejak perkelahian di rumah Nurdin dengan sindikat perdagangan wanita beberapa hari yang lalu, si Bungsu telah terlibat langsung dalam lingkaran kontra sindikat itu. Namanya segera saja masuk dalam daftar orang-orang yang harus dilenyapkan. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi Kaget, Terduga Pelaku Curanmor di Padang Wanita Tuna Wicara

Next Post

Sidak ke Lokasi, DPRD Kabupaten Sijunjung Kaget Melihat Kerusakan Alam Akibat Dugaan Illegal Loging di Taratak Malintang

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Sidak ke Lokasi, DPRD Kabupaten Sijunjung Kaget Melihat Kerusakan Alam Akibat Dugaan Illegal Loging di Taratak Malintang

Sidak ke Lokasi, DPRD Kabupaten Sijunjung Kaget Melihat Kerusakan Alam Akibat Dugaan Illegal Loging di Taratak Malintang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026

Berita Terbaru

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

Paripurna LKPJ Walikota, Ini Kata Ketua DPRD Bukittinggi

2 April 2026
Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.