Sumbartime.com, Padang,- Masyarakat bersama Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, melakukan kegiatan mengenang bencana Gempa 30 September 2009 di Monumen Tugu Gempa Padang, Sabtu (30/9).
Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan mengenang bencana gempa di Padang memang selalu dilakukan bertepatan pada tanggal 30 September. Pada kegiatan itu turut dihadiri oleh masyarakat terutama keluarga korban bencana gempa.
“Dengan adanya kegiatan mengenang bencana gempa 30 September ini, bukan berarti kita larut dalam kesedihan. Tapi bagaimana kita mengenang dan belajar dari bencana itu, agar kedepan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Karena kita tidak tahu kondisi kedepannya seperti apa,” katanya, Sabtu (30/9/2023).
Dia menyebutkan setelah 14 tahun berlalu kondisi bencana gempa berkekuatan 7,6 SR itu, dari dulu kondisi bangunan banyak roboh, dan kini kondisi di Kota Padang sudah bangkit dari situasi tersebut.
Meski belum 100 persen gedung-gedung yang hancur akibat gempa belum bisa dibangun kembali. Tapi prosesnya akan terus berjalan, seperti halnya kondisi yang terjadi di Pasar Raya Padang, super market yang dulu jadi pusat perbelanja di Padang rusak berat akibat gempa, dan kini pengerjaan pembangunan kembali tengah berjalan.
“Jadi saat ini gedung-gedung yang ada di Kota Padang sangat ramah gempa,” ujarnya.
Menurutnya pembangunan di Padang sudah menjadi syarat yakni haruslah ramah gempa. Begitupun dengan gedung-gedung yang dibangun tersebut, tidak boleh tinggi dari ketinggian yang ditentukan.(*)





















