Penembakan Pengusaha Batam Hingga Tewas Terkait Penggagalan Penyelundupan 7,2 Batang Rokok Ilegal oleh BC Tembilahan

suasana perairan sungai tembilhan, sesaat setelah peristiwa

SUMBARTIME.COM-Kasus tewasnya Seorang Pengusaha Kota Batam dan satu anak buahnya dalam insiden penghadangan dan penangkapan dugaan penyelundupan rokok ilegal oleh Tim Bea Cukai (BC) Tembilahan, Riau, berbuntut panjang.

Pihak keluarga dari Haji Permata (Korban tewas), pengusaha asal Kota Batam dan sekaligus juga merupakan mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

Iklan

Saat ini Polda Riau, masih melakukan terus mendalami kasus tewasnya H Permata dalam operasi penggagalan penyelundupan dugaan jutaan batang rokok di perairan Sungai Belah oleh petugas BC Tembilahanyang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 kemaren.

“Kami telah memanggil 7 petugas BC Tembilahan untuk pemeriksaan. namun hari ini hanya Kepala Bea Cukainya saja yang hadir,” ujar Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Tedi Ristiawan, Kamis (21/1).

Dia menjelaskan pemeriksaan tersebut terkait terjadinya insiden saat penghadangan dan penangkapan kasus dugaan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal, ungkapnya.

Adapun terhadap 6 petugas BC Tembilahan yang tak hadir pada pemanggilan hari ini, akan dipanggil lagi untuk dimintai keterangannya, pungkas Tedi.

Seperti diketahui, sebelumnya, telah terjadi penembakan terhadap H. Permata bersama beberapa anak buahnya oleh Tim BC Tembilahan pada beberap hari yang lalu di perairan sungai kawasan setempat.

Informasinya, saat itu, korban bersama beberapa anak buahnya dengan menaiki High Speed Craft/Speed boat diduga membawa rokok selundupan dari Batam menuju Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau.

Sesampai di perairan sungai Bela Tembilahan, patroli Bea Cukai Tembilahan datang mengejar dan menghadang rombongan H. Permata. Saat dihadang tersebutlah, H. Permata memerintahkan anak buahnya menabrakan speed boatnya ke kapal BC.

Petugas BC yang ada di kapal mencoba membela diri dengan menembaki rombongan H. Permata. Hasilnya 5 proyektil peluru yang bersarang di dada H. Permata sehingga menyebabkan pengusaha tersebut langsung tewas di lokasi kejadian.

Sementara 3 anak buahnya masing masing, Bahar mengalami luka tembak di bagian kepala, Abdul Rachman luka tembak di kaki, lalu Irwan, luka tembak di lengan.

Untuk korban Bahar yang saat peristiwa terjadi sebagai tekong atau nahkoda kapal, setelah sempat dirawat pada Selasa 19 Januari 2021 menghembuskan nafas terakhirnya. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here