MUI Tanah Datar Ungkap Ada Aliran Menyimpang di Daerahnya

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Sepekan belakangan ini MUI Kabupaten Tanah Datar, intens mengimbau para pemuka agama serta pengurus mesjid untuk menyebarkan edaran maklumat yang dikeluarkan oleh lembaganya kepada masyarakat umum terkait tentang telah tumbuh dan berjalannya sebuah aliran Keagamaan yang dinilai telah menyimpaang di beberapa lokasi daerah setempat.

Di jelaskan beberapa waktu belakangan ini ada sebuah aliran keagamaan yang dinilai telah menyimpang dari ajaran pokok Islam yang bernama Jamaah Bab Kesucian (JBK) sering melakukan aktifitas pengajian dari pintu ke pintu di beberapa wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Iklan

Menurut Sekretaris MUI Tanah Datar Afrizon, Selasa (11/1), aliran JBK tersebut setelah dilakukan penelitian, dapat disimpulkan jika aliran itu dinilai telah menyimpang dari ajaran pokok Islam dan dapat memecah belah kehidupan rumah tangga umat, ungkapnya.

Adapun pokok dari ajaran JBK tersebut antara lain, bagi laki laki yang telah memiliki istri, wajib menceraikan pasangannya dan begitu juga sebaliknya bagi wanita yang telah memiliki suami wajib menceraikan pasangannya. Selanjutnya di hadapan sang guru mereka akan kembali dinikahkan lagi. Poin cerai dan nikah ulang kembali ini adalah syarat wajib serta mutlak harus dilakukan bagi para calon jamaah yang ingin belajar dan masuk ke dalam aliran tersebut.

Selanjutnya dalam aliran JBK itu lagi, bagi jamaah juga diharamkan memakan makanan yang berdarah. Selain itu, jika para jamaah melakukan sebuah kesalahan, wajib membayar denda berupa zakat kepada sang tuan guru. Jika denda belum dibayarkan untuk menebus kesalahan, maka diyakini jamaah tersebut akan menanggung dosa yang tidak bisa dimaafkan.

Terkait keberadaan ajaran JBK ini diketahui, masih menurut paparan Afrizon berawal datangnya dua buah pengaduan dari warga, terkait ada istrinya yang meminta cerai dan meminta untuk nikah ulang kembali. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka menurut wanita yang merupakan anggota jamaah JBK mengatakan jika mereka hidup di dalam rumah tangga berdosa karena telah berzina dan pernikahan yang pernah dilakukan dulu dianggap tidak syah.

Mendapati pengaduan tersebut selanjutnya pihak MUI Tanah Datar mencoba menyelusuri keberadaan aliran yang dinilai telah menyimpang itu. Dari hasil penyelusuran terdetiksi aliran tersebut mulai mendapatkan pengikut di dua Kecamatan kawasan Kabupaten Tanah Datar.

“Dari dua titik tersebut diketahui ada belasan orang yang telah menjadi pengikut aliran JBK,” ungkap Afrizon.

Untuk itulah Sekretaris MUI Tanah Datar tersebut berharap Pengurus Masjid se Tanah Datar dan Para Asatizd membantu mensosialisasikan Maklumat edaran dan memberikan Tausiyah ini kepada ummat Islam, agar mewaspadai ajaran JBK yang dinilai telah menyimpang.

Terakhir dirinya berharap kepada para jamaah yang telah menjadi pengikut JBK agar kembali bertaubat, serta memperbaiki hubungan rumah tangga mereka dan masyarakat sekitar, tutup Afrizon. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here