Terkuak! Selain di Tanah Datar, Aliran Diduga Sesat Menyesatkan Juga Berkembang di Padang dan Payakumbuh

gambar ilustrasi jamaah aliran sesat

SUMBARTIME.COM-Ternyata aliran diduga menyimpang serta sesat menyesatkan bernama Jamaah Bab Kesucian (JBK) tidak hanya melakukan aktifitasnya di beberapa kawasan Tanah Datar saja. Namun terkuak jika aliran JBK ini juga beredar di beberapa daerah lainnya di Sumbar.

Menurut data dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar, aliran Jamaah Bab Kesucian tersebut selain melakukan katifitas serta kegiatan di tanah Datar, tepatnya di daerah Koto Tuo Panyalaian dan Lintau Buo Utara, aliran tersebut juga tumbuh dan berkembang di kawasan Kota Padang serta Payakumbuh.

Iklan

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh MUI Tanah Datar sejak Mei hingga Agustus 2021, ajaran ini mulai diperkenalkan oleh S seorang guru pondok pesantren kawasan Koto Tuo Panyalaian.

Dari S inilah aliran JBK tersebut dikembangkan oleh inisial U yang lebih familiar dipanggil dengan sebutan “Khalifah” oleh para pengikutnya. U mengembangkan aliran tersebut di kampung halamannya sendiri Koto Tuo Panyalaian dan cukup banyak warga setempat yang menjadi pengikutnya.

Adapun S mengembangkan ajaran JBK di kawasan Kota Padang. Di Kota Padang ini S diketahui telah beberapa kali menggelar pengajian besar pada Tahun 2021 silam dan sempat menghadirkan tokoh pembesar dari aliran jamaah tersebut dengan inisial HMAA dan dihadiri oleh ratusan jamaah yang ada di Sumbar.

Selain di kota Padang, S juga membawa dan mengembangkan aliran JBK tersebut di kampung halamannya sendiri yakni Payakumbuh. Di Kota Gelamai ini, S menggelar pengajian dengan menghadirkan jamaah dari Payakumbuh dan Tanah Datar. Untuk kawasan Payakumbuh tersebut, jamaah ini rutin mengadakan pengajian.

S sendiri menurut penilitian MUI Tanah Datar berdasarkan hasil pengakuan para pengikutnya sendiri merupakan “orang pintar” yang mampu mengobati orang baik dalam kondisi sakit biasa hingga penyakit ghoib.

Adapun salah satu sebab pengajian ini mulai tumbuh dan berkembang, salah satunya dengan S memanfaatkan kepandaiannya sebagai “orang pintar”. Pasien yang berobat kepada dirinya ditarik dan dipengaruhi untuk menjadi jamaahnya.

Dalam organisasi jamaah berbentuk yayasan. Mereka memiliki kantor pusat yang terletak di kawasan Koto Tangah Kota Padang. Di daerah tersebut mereka menjadikan sebuah rumah di areal kompleks perumahan sebagai tempat kantor sekretariat mereka dan langsung di bawah pimpinan S.

Sebelumnya seperti diketahui dalam sepekan ini, warga masyarakat khususnya kawasan Tanah datar digegerkan dengan informasi yang berasal dari Maklumat MUI setempat yang menyebutkan adanya sebuah ajaran baru yang diduga telah menyimpang dari ajaran pokok Islam.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris MUI Tanah Datar Afrizon. Menurutnya dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya berdasarkan adanya pengaduan serta laporan dari masyarakat sejak beberapa bulan yang lalu, dapat diduga kuat jika JBK ini telah menyimpang dari ajaran pokok Islam sendiri.

Beberapa poin ajarannya yang dinilai telah menyimpang yakni menganggap jika pernikahan yang dilakukan oleh jamaah sebelumnya dianggap tidak syah dan harus bercerai terlebih dahulu, selanjutnya akan dinikahkan ulang lagi di hadapan guru. Selain itu, para jamaah yang menjadi pengikut aliran ini agar kembali memperbarui Sahadat mereka lagi.

Sementara untuk jamaah dikenakan kewajiban harus menebus dosa ataupun kesalahan yang pernah dilakukan berupa zakat kepada sang guru. Jika dosa tersebut belum ditebus dalam bentuk zakat kepada guru, maka diyakini jamaah memiliki tanggungan dosa yang tidak terampunkan dari Maha Pencipta. Namun apabila zakat telah dibayarkan terhadap guru maka diyakini para jamaah akan terhindar dari azab kubur.

Adapun nilai Zakat tersebut telah ditentukan tarifnya oleh sang guru. Selain itu metode pembayaran zakat kepada guru terbagi dua, yakni zakat bulanan sebesar Rp 450 Ribu dan zakat tahunan sebesar Rp 4.5 Juta.

Selain poin penebusan dosa, jamaah juga akan dikenai denda berupa bayaran. Bila ada sehelai rambutnya yang terjatuh di hadapan sang guru maka akan dikenakan denda berpa bayaran. Jika ada gigi yang copot juga akan dikenai bayaran dan dikenal dengan istilah Sijil.

Menurut Afrizon sendiri, kuta dugaan jika liran tersebut disamping menyimpang, juga telah menjadi ajang komersil oleh para pembesarnya yakni memanfaatkan kepolosan jamaah, tutupnya menerangkan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here