Tersandung Ujaran Kebencian, Ferdinand Hutahaean Dijebloskan ke Penjara

tersandung ujaran kebencian

SUMBARTIME.COM-Setelah menjalani serangkaian proses pemeriksaan Ferdinand Hutahaean (FH) resmi ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan dan langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan, Senin (10/1) malam.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipid Siber) Bareskrim Polri menetapkan petualang politik tersebut atas kasus sangkaan ujaran kebencian.

Iklan

Namun dari informasi yang sempat diperoleh di Bareskrim, tersangka sempat menolak dan melawan saat diseret ke jeruji besi.

Kepala Biro Penerangan dan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan Selasa (11/1) menjelaskan, sebelumnya FH diperiksa dalam 2 sesi. Sesi pertama dilakukan mulai pukul 10.30 WIB. Pemeriksaan sesi pertama yang berakhir pada pukul 21.30 WIB, tim penyidik menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat Ferdinand sebagai tersangka ujaran kebencian.

Selanjutnya pada pemeriksaan sesi ke 2 tim penyidik melanjutkan pemeriksaan dan menetapkan sebagai tersangka serta langsung melakukan penangkapan. Namun pada sesi tersebut, tim penyidik mendapatkan penolakan dan perlawanan dari tersangka.

Ahmad ramadhan tidak mejelaskan secara detil terkait perlawanan dari tersangka, namun timpalnya lagi tersangka menolak untuk menandatangani berkas penetapan tersangka dan penahanan.

Terhadap tersangka polisi akan menjerat dengan pidana ujaran kebencian dan permusuhan menggunakan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 1946 tentang Hukum Pidana, serta Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE, tutupnya.

Sementara itu, seperti diketahui kasus yang menjerat Ferdinand terkait dengan cuitan dirinya di akun sosmednya. Dirinya membuat kicuan di akun sosmednya yang mengandung unsur suku, agama, ras, antargolongan (SARA). Dalam cuitannya tersebut Ferdnand menulis dan mengunggah “Allahmu lemah, Allahku luar biasa”

Terang saja, cuitan tersebut dengan cepat menjadi viral. Tidak butuh waktu lama, masyarakat yang menilai cuitan tersebut mengandung ujaran kebencian dan berbau SARA serta berpotensi dapat memecah belah persatuan dan kerukunan antar umat beragama, langsung melaporkan Ferdinand ke aparat hukum. (bn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here