Sumbartime – Calon wakil presiden nomor urut 3 dalam Pilpres 2024, Mahfud MD, menekankan bahwa penegakan hukum merupakan kunci utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang merata di Indonesia.
Dalam pernyataannya pada Jumat (22/12/2023), Mahfud menyoroti bahwa Indonesia masih menghadapi masalah korupsi yang berdampak pada ketidakmaksimalan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, keempat sektor vital dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, ekspor-impor, dan digitalisasi, terpengaruh oleh tingginya tingkat korupsi.
“Indonesia ini terlalu banyak korupsi sehingga pertumbuhan ekonomi tidak pernah maksimal,” kata Mahfud, Jumat (22/12/2023).
Data yang diungkapkan oleh Mahfud menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir, kasus korupsi dan pencucian uang yang ditangani mencapai angka Rp 700 triliun. Kasus tersebut melibatkan beragam isu, mulai dari skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang macet hingga dugaan pencucian uang di lingkungan Kementerian Keuangan senilai Rp 346 triliun.
Dalam konteks peningkatan pertumbuhan ekonomi, Mahfud menekankan bahwa selama korupsi masih menjadi isu yang merajalela, pertumbuhan ekonomi tidak akan mencapai potensinya. Data dari Transparency International Indonesia menunjukkan bahwa peringkat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2022 menurun, menempatkannya di peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei oleh Transparency International (TI).
“Teori apa pun yang Anda pakai, kalau tidak mampu memberantas korupsi atau sekurang-kurangnya menghentikan korupsi dari waktu ke waktu, pertumbuhan ekonomi tidak akan pernah maksimal,” imbuh Mahfud.
Mahfud juga menyoroti bahwa dampak korupsi tidak hanya terbatas pada stagnasi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyebabkan ketimpangan yang signifikan, terutama antara wilayah Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. Baginya, semua wilayah di Indonesia berhak mendapatkan akses yang sama terhadap pembangunan dan kesejahteraan.
Dalam pandangannya, pemerataan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia bisa terwujud tanpa korupsi. Dia meyakini bahwa tanpa korupsi, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui angka 6 persen per tahun, serta strategi untuk mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia bisa direalisasikan jika korupsi berhasil diberantas.(R)





















