Lecehkan Profesi Wartawan, Kadis Disdukcapil Solok Dipolisikan

Sumbartime-Pasca Pelecehan terhadap dua Jurnalis yang dilakukan oleh kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Solok, akhirnya berbuntut ke ranah hukum, tepatnya pada Rabu 25 Oktober 2017, Oktria Tirta dan Tri Asmaini melaporkan Syaiful Rustam ke Polres Solok Kota.

Didampingi oleh ketua dan anggota Forum Komunitas Wartawan Solok (F-Kuwas), Oktria Tirta dan Tri Asmaini melaporkan Syaiful Rustam atas perbuatan tidak menyenangkan dan pelecehan terhadap profesi wartawan, dengan nomor LP/245/B/X/2017/Polres Solok Kota.

Iklan

Dalam menjalankan tugasnya, Jurnalis dilindungi dan diatur oleh ketentuan dan peraturan yang ada,  seperti yang tertera pada undang undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers,  pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), serta pasal 18 ayat (1).

Pada pasal 4 ayat (2) berbunyi :Terhadap Pers Nasional tidak dikenakan penyensoran pembrendelan atau pelarangan penyiaran.  ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan Pers,  Pers Nasional mempunyai hak mencari,  memperoleh,  dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Dan hal itu dikuatkan dan juga diatur pada pasal 18 ayat (1) yang berbunyi : Setiap orang yang secara sengaja melalakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ( 3) dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau denda paling banyak 500.000.000 rupiah, ungkap Drs. Raunis ketua F-Kuwas, seraya memperlihatkan aturan yang ada tersebut kepada KA SPKT Polres Solok Kota Iptu. Sudarno yang kebetulan bertugas pada saat itu.

Drs. Raunis yang akrab disapa dengan panggilan Roni Natase itu menerangkan,  tindakan pelaporan yang dilakukan oleh  anggotanya itu (Tri Asmaini dan Oktria Tirta), merupakan keputusan F-Kuwas berdasarkan hasil musyawarah,   sebab katanya, masalah yang terjadi tersebut sudah menjadi masalah wartawan Solok, karna berkaitan dengan profesi dan jelas menghalangi tugas peliputan wartawan.

” Selagi mereka tidak melanggar aturan dan kode etik jurnalis dalam bertugas,  mereka harus mendapat perlindungan dari negara, dan F-Kuwas tidak akan tinggal diam ” ungkap Roni Natase.

Lebih jauh ketua F-Kuwas menjelaskan,  sebelum memilih dan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut, F-Kuwas telah menunggu etikat baik dari pihak pemerintah daerah kota Solok untuk menyelesaikan nya,  namun apa yang diharapkan itu tidak kunjung datang,  dan seakan akan  pimpinan daerah membiarkan begitu saja tindakan yang telah diperbuat oleh bawahannya itu.

Negara kita negara hukum, dan apapun masalah yang ada, apabila tidak bisa diselesaikan dengan cara musyawarah, negara pun telah mengatur bagaimana cara menyelesaikannya, dan sekarang kita hanya menunggu proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Dan selain itu dari kejadian ini, juga akan menjawab pradigma masyarakat yang selama ini mengatakan hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil saja dan hukum tidak akan pernah menyentuh kalangan atas.

Namun diyakininya, penegak hukum dikota Solok akan bersifat adil dan tidak memihak kepada siapapun yang melanggar hukum dan melanggar aturan yang ada.

“Kita lihat saja hasilnya nanti, apakah hukum bisa ditegakkan di kota Solok, atau benar apa yang dikatakan masyarakat ” pungkas ketua F-Kuwas.

Merujuk kembali pemberitaan kemaren yang telah diekspos oleh SUMBARTIME, pelecehan yang dilakukan oleh Syaiful Rustam kepada dua wartawati kota Solok, berawal dari niat jurnalis tersebut yang akan melakukan konfirmasi kepadanya terkait dengan penyebaran blangko e-KTP di kota Solok.

Setelah sampai di Kantor tersebut, Oktria dan Tri terlebih dahulu bertemu dengan Bitel (Sekretaris Disdukcapil), karna tidak menjadi kapasitasnya untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh dua wartawati itu, Bitel menyarankan kepada mereka untuk menemui Kadis yang ramah itu, dan setelah sampai didepan pintu mereka mengucapkan salam dan mengetuk pintu tetsebut, jangan kan dipersilahkan untuk masuk dan duduk, malahan Syaiful Rustam dengan wajah geram melontarkan kata kata yang tidak menyenangkan. (baca pemberitaan sebelumnya).

Oktria Tirta adalah Wartawati Harian Umum Padang Ekpres dan Tri Asmaini dipercaya oleh Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara untuk menjalankan tugas sebagai koresponden di kota Solok. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here