KPK Tetapkan Bupati Solok Selatan Tersangka Penerima Suap Mesjid dan Jembatan

KPK tetapkan Bupati Solok Selatan Tersangka

SUMBARTIME.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria bepergian ke luar Negri menyusul telah ditetapkannya sebagai tersangka atas dugaan korupsi menerima suap sebesar Rp 460 Juta dari proyek pembangunan Mesjid Agung dan Jembatan di Solok Selatan.

Hal itu dikatakan oleh Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK, Selasa (7/5) di kantornya. Selain Bupati Solok Selatan, KPK juga menetapkan tersangka kepada Muhammad Yamin Kahar, pemilik Dempo Grub pihak swasta yang mengerjakan proyek bermasalah tersebut.

Iklan

Lebih Jauh, KPK menjelaskan kasus bermula dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mencanangkan pembangunan proyek Mesjid Agung senilai Rp 55 Milyar dan Jembatan senilai Rp 14,8 Milyar pada tahun 2018.

Selanjutnya, Bupati Solok Selatan Muzni menemui Yamin Kahar untuk menawarkan proyek pengerjaan Mesjid Agung pada Januari 2018 silam. Pada Maret 2018 kembali Muzni menemui Yamin untuk menawarkan proyek jembatan, sehingga terjadilah kesepakatan diantara mereka.

KPK menduga jika Bupati Solok Selatan tersebut meminta stafnya untuk memenangkan perusahaan Dempo Grub milik Yamin Kahar atas pengerjaan proyek Mesjid Agung dan Jembatan. Atas dimenangkannya Dempo Grub, Muzni meminta imbalan kepada Yamin Kahar baik melalui perantara ataupun secara langsung.

Adapun perinciannya ungkap KPK lagi, yakni Bupati Solok Selatan menerima uang dalam bentuk tunai dari Yamin Kahar sebesar Rp 410 Juta dan 50 Juta dalam bentuk barang yang diduga uang suap pembangunan Jembatan. Adapun untuk pembangunan Mesjid Agung, pemilik Dempo grub tersebut diduga memberikan uang senilai Rp 315 Juta kepada pejabat bawahan Bupati Solok Selatan.

Dalam proses pengembangan kasus, Bupati Solok Selatan telah mengembalikan uang sebesar Rp 440 Juta. Saat ini Bupati Solok Selatan sipenerima suap dan Dempo Grub sipemberi suap belum ditahan. Namun tambah KPK lagi, terhitung sejak tanggal 3 Mai 2019 pihaknya melarang keduanya untuk berpergian keluar Negri, papar Basaria Panjaitan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here