BUKITTINGGI — Konservasi di kebun binatang memiliki peran vital sebagai pusat konservasi ex-situ (di luar habitat alami) dalam menyelamatkan spesies yang terancam punah.
Melalui program menjaga kemurnian genetik, kebun binatang membantu menjaga kelestarian satwa langka agar tidak punah.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang TMSBK Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Silvirawane Ria Putri, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2025).
Menurut Silvi, Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga berperan penting dalam edukasi publik dan upaya pelestarian global.
“Melalui kegiatan edukasi dan program menjaga kemurnian genetik, kami berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati,” jelas Silvi.
Selain itu, katanya sebagian pendapatan dari kunjungan juga digunakan untuk mendukung proyek konservasi di alam liar.
Konservadi ex-situ
Kebun binatang menjadi benteng terakhir bagi satwa yang habitat aslinya rusak atau terancam akibat deforestasi dan perburuan.
Menjaga Kemurnian Genetik
Koleksi satwa yang dikelola secara ilmiah memastikan kemurnian genetik tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Edukasi Publik
Pengunjung diberi pemahaman tentang kehidupan hewan, ancaman yang mereka hadapi, serta cara berkontribusi dalam pelestarian.
Penggalangan Dana Konservasi
Pemasukan dari tiket dan kegiatan wisata digunakan untuk mendukung berbagai proyek konservasi satwa liar di seluruh dunia.
Sebagai contoh keberhasilan konservasi di Indonesia, misalnya, Taman Safari Indonesia, yang dikenal luas dengan program penangkaran harimau Sumatra dan berbagai spesies endemik lainnya.
Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta, yang berperan penting menjaga keanekaragaman hayati perkotaan serta menjadi pusat pendidikan konservasi.
Melalui upaya yang berkelanjutan, TMSBK Bukittinggi berkomitmen menjadi bagian dari jaringan lembaga
“Lembaga Konservasi fungsi utamanya untuk perkembangan terkontrol dengan menjaga kemurnian genetiknya. Selain konservasi, TMSBK juga berperan sebagai tempat edukasi dan rekreasi,” ujarnya.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa setiap kunjungan ke TMSBK bukan sekadar rekreasi, tapi juga bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian satwa,” tutup Silvi. (Aa)


















