BUKITTINGGI – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia, emas masih menjadi primadona karena nilainya yang stabil, mudah dicairkan, dan tahan terhadap inflasi.
Namun, tidak semua emas memiliki karakteristik yang sama. Di Indonesia, emas dibedakan berdasarkan bentuk, kadar kemurnian, hingga mereknya masing-masing dengan keunggulan dan fungsi berbeda.
- Berdasarkan Bentuk dan Kegunaannya. Emas batangan menjadi pilihan utama bagi investor. Dengan kemurnian tinggi dan nilai jual kembali yang stabil, jenis ini dianggap sebagai instrumen investasi paling aman dan menguntungkan dalam jangka panjang.
Sementara itu, emas koin, seperti dinar emas, juga kian diminati, terutama bagi masyarakat yang menyiapkan dana ibadah haji atau tabungan jangka panjang dengan nilai terjaga.
Berbeda halnya dengan emas perhiasan. Meskipun menarik secara estetika, kadar kemurniannya lebih rendah, umumnya 18 atau 22 karat, karena dicampur logam lain agar lebih kuat. Akibatnya, nilai investasinya tidak setinggi emas batangan.
Menariknya, masyarakat Minangkabau mengenal satuan lokal “Saameh”, setara dengan 2,5 gram emas. Jenis ini sering dijadikan simpanan keluarga atau dana darurat karena mudah diperjualbelikan.
“Adapun emas granula, berbentuk serbuk halus, biasanya digunakan oleh pengrajin untuk membuat perhiasan, bukan untuk investasi langsung,” ujar Yogi, salah seorang pedagang emas di kawasan Pasar Atas, Kota Bukittinggi, Senin (20/10/2025).
- Berdasarkan Tingkat Kemurnian (Karat). Istilah emas tua dan emas muda sangat akrab di telinga masyarakat.
Emas tua memiliki kadar kemurnian di atas 90%, seperti 21 karat atau 24 karat. Emas muda memiliki kadar di bawah 75%, umumnya digunakan untuk perhiasan modis.
Emas 24 karat dikenal sebagai emas murni dengan kadar sekitar 99,99%. Warnanya sangat berkilau, namun terlalu lunak untuk perhiasan, sehingga lebih cocok untuk investasi batangan.
Sementara emas 22 karat (91,67%) dan 18 karat (75%) lebih keras, menjadikannya ideal untuk pembuatan cincin, gelang, atau kalung dengan desain detail dan rumit.
- Berdasarkan Merek. Pasar emas Indonesia juga diramaikan oleh sejumlah merek ternama yang dipercaya karena kualitas dan reputasinya, antara lain:
- Antam (Aneka Tambang), menjadi standar utama emas batangan dengan jaminan kualitas dan keaslian.
- UBS (Untung Bersama Sejahtera), populer karena harga yang relatif lebih terjangkau namun tetap berkadar tinggi.
- Galeri 24, produksi PT Pegadaian (Persero), kini kian diminati karena kemudahan transaksi dan jaminan keaslian.
- Lotus Archi, dikenal dengan tingkat kemurnian tinggi dan tampilan elegan.
- King Halim, menyasar segmen kolektor dan pecinta perhiasan eksklusif.
Emas, Simbol Nilai dan Ketahanan Finansial. Dengan beragam pilihan tersebut, masyarakat perlu memahami perbedaan setiap jenis emas sebelum membeli.
Bagi yang berorientasi pada investasi jangka panjang, emas batangan atau koin menjadi pilihan bijak. Namun, bagi yang ingin memadukan estetika dan nilai, emas perhiasan tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Pada akhirnya, emas bukan sekadar simbol kemewahan, tetapi bentuk perlindungan nilai yang tahan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Editor: Alex.jr




















