SUMBARTIME.COM-Terkait naik serta melonjaknya angka warga yang terpapar corona di Kota Payakumbuh dalam beberapa hari belakangan ini, Walikota Riza Palefi, intruksikan kepada Tim Gugus Tugas untuk membuka dan mengaktifkan kembali posko Covid 19.
Hal itu dikatakannya kepada awak media, Sabtu (22/8). Menurutnya, naiknya kasus positif corna yang menimpa warga serta salah satu pejabat dalam beberapa hari belakangan ini, dirinya meminta kepada Tim Gugus Kota Payakumbuh untuk kembali membuka posko penanggulangan Covid 19.
Dari data yang ada 12 orang warga termasuk Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, dirawat akibat Covid 19.
“Kejadian ini tidak bisa dianggap enteng. Pemko bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Payakumbuh, harus segera mengambil sikap tegas, untuk mengambil kebijakan dalam memutus mata rantai virus corona ini,” tegas Riza.
Disamping akan membuka posko kembali, Pemko Payakumbuh, juga akan menstop izin pesta serta izin keramaian di Wilayahnya untuk sementara waktu, demi kembali memutus mata rantai penyebaran Covid 19, paparnya.
Selanjutnya, dirinya juga menjelaskan faktor penyebab maraknya lagi Virus, salah satunya dibawa perantau dari Jabodetabek ke Payakumbuh. Karena, para perantau atau mereka yang pulang dari daerah Jabodetabek, tidak melapor dan tidak menjalani test SWAB serta isolasi mandiri, kita yang di Payakumbuh menjadi korban.
Selain itu, ada kegiatan pesta yang terjadi ditengah masyarakat ada yang mengundang tamu dari daerah luar seperti dari Aceh, Padang, yang ternyata sebagai klaster penyebaran virus.
“Padahal izin keramaian pesta keluar dengan diberi catatan agar panitia atau tuan rumah hanya mengundang tamu seputaran Kota Payakumbuh,” ungkap Riza.
Faktanya dari hasil pemeriksaan dan penelusuran, Klaster peyebaran virus berasal dari tamu orang luar daerah Payakumbuh.
Untuk itu dirinya meminta kepada Jajaran Pemko Payakumbuh terutama, para Camat, serta Lurah, agar selektif mencatat dan melaporkan setiap para pendatang atau tamu yang berasal dari daerah zona merah, yang masuk ke Payakumbuh. Tamu dimaksud harus menjalani tes SWAB diberbagai faskes dan isolasi diri, hingga hasilnya keluar, tutupnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal memaparkan berdasarkan hasil lab diketahui 33 orang terkonfirmasi positif di Sumatera Barat. Dengan rincian Padang (26 orang), Bukittinggi (1), Kabupaten Agam (2), Tanah Datar (1), Limapuluh Kota (2) dan Payakumbuh (1).
Dengan tambahan seorang itu, kasus positif Covid-19 di Payakumbuh sudah menjadi 12 orang. Termasuk didalamnya, Wawako Erwin Yunaz. Semuanya, tengah menjalani isolasi mandiri di beberapa tempat karantina di Sumbar, selain rumah sendiri.
Berdasarkan data yang ada, ungkap Kadiskes Payakumbuh, Bakhrizal, hampir semua yang terkonfirmasi positif mempunyai riwayat kontak dari pendatang dari luar, ungkapnya. (rd)





















