Insiden Penyerangan Polsek Sungai Pagu, Polda Sumbar Turunkan 1 SSK Brimob

pasca kondisi Mapolsek sungai pagu usai penyerangan (dok polres solok selatan)

SUMBARTIME.COM-Insiden penyerangan kantor Mapolsek Sungai pagu oleh puluhan kelompok massa yang terjadi pada Rabu 27 Januari 2021 siang, sekira pukul 15.15 WIB, membuat Polda Sumbar turun tangan.

Sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob diturunkan Mapolda Sumbar ke Solok Selatan untuk mengantisipasi serangan lanjutan dari massa.

Iklan

Hal itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stake Bayu Setianto, Rabu ( 27/1) malam. Menurutnya 1 SSK Brimob Polda Sumbar telah diturunkan di lokasi untuk mengantisipasi serangan susulan dari massa yang tak puas terkait tewasnya satu buronan kasus kriminal, ujar Bayu.

Selain menyerang Mapolsek Sungai Pagu, massa juga dikabarkan melakukan pemblokiran jalan. Namun Bayu belum mengetahui secara detail jalan mana yang di blokir massa, sambungnya lagi.

Seperti diketahui pada Rabu siang telah terjadi penyerangan terhadap Mapolsek Sungai Pagu, Solok Selatan oleh puluhan massa. Dalam penyerangan tersebut massa melempari kantor Mapolsek dengan batu dan kayu, hingga kaca bangunan hancur berserakan.

Menurut Kapolres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto, massa yang menyerang Mapolsek, lantaran tidak terima tewasnya salah satu tersangka kasus kriminal yang DPO tertembak di bagian kepalanya saat dilakukan penangkapan satu jam sebelum insiden penyerangan Mapolsek.

Adapun kronologi kejadin, sambungnya lagi, berawal dari aparat kepolisian hendak mengamankan dan menangkap seorang pria inisial D tersangkut kasus kriminal, sekira pukul 14.00 WIB.

Saat hendak diamankan, tersangka D yang sempat buron dan masuk dalam daftar pencarian orang, melakukan perlawanan dengan memakai senjata tajam jenis golok. Salah seorang personil Reskrim bernama Brigadir Kancep Rianto, harus mengalami luka bacok pada bagian tangan akibat diserang oleh tersangka.

Karena telah dinilai membahayakan nyawa aparat yang sedang bertugas, polisi terpaksa melakukan tembakan terukur terhadapnya. Saat tersangka telah diamankan, polisi langsung melarikannya ke RSUD Solok Selatan untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, beberapa saat kemudian tersangka menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia.

Kira kira satu jam kemudian, pihak keluarga tersangka yang tidak senang tersangka tewas, dengan membawa massa langsung melakukan penyerangan dan pelemparan terhadap Mapolsek. Beruntung dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa, hanya kaca Mapolsek pecah dan berserakan.

Selain melakukan penyerangan, massa juga melakukan pemblokiran jalan Nasional Muaro Labuh, Padang Aro. Atas kejadian itu, kami melakukan koordinasi dengan Polda Sumbar untuk mengantisipasi serangan susulan, papar Tedy mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here