75 Tahun Indonesia Merdeka, Mimpi Anak Nagari Galugua Hanya Indah Saat Pemilu Saja!

kondisi jalan menuju galugua tidak layak tempuh

SUMBARTIME.COM-Nasib ngenes harus dialami oleh masyarakat Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.

Terhitung telah 75 Tahun Indonesia Merdeka, namun akses transportasi menuju ke kawasan paling Timur, Limapuluh Kota tersebut masih berupa jalan tanah.

Iklan

Akibatnya, jika musim penghujan datang, akses transportasi kendaraan menuju ke lokasi cukup sulit menempuh medan dikarenakan jalan tanah telah berubah menjadi kubangan lumpur panjang.

Hal itu diungkapkan oleh tokoh masyarakat setempat Dt Rajo Lelo, Rabu (27/1) sore kepada awak media. Menurutnya segala usaha telah dicoba oleh warga setempat memperjuangkan kondisi sarana transportasimenju kawasan pemukiman mereka.

Namun usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat setempat tak pernah membuahkan hasil mendapatkan akses jalan yang layak tempuh, tuturnya.

Dengan buruk serta mirisnya konidi akses jalan terutama pada saat musim penghujan, maka bisa dipastikan akan berimbas kepada perekonomian masyarakat setempat. Hasil pertanian warga,terkalang untuk dibawa ke luar. Sebaliknya, kebutuhan bahan pokok makanan bagi warga Nagari Galugua, sulit bisa masuk ke pemukiman, sambung Dt Rajo Lelo lagi.

Walinagari Galugua, Zulfahmi membenarkan apa yang kini dikeluhkan dan dirasakan warganya terkait akses sarana transportasi menuju ke kawasannya. Tuturnya, telah puluhan kali baik perangkat Nagari, Niniak Mamak, serta CadiakPandai berjuang kepada Pemerintah Daerah, agar daerah mereka diberikan akses jalan layak tempuh, Namun hingga sampai saat ini belum terealisasikan.

Zulfahmi mengaku tidak mengetahui dimana kendalanya, sehingga daerah yang dia pimpin seperti di anak tirikan oleh Pemkab Limapuluh Kota, ulasnya.

Dirinya berharap agar persoalan klasik warga Nagari Galugua ini bisa direspon oleh Wakil Rakyat bersama Pemkab agar mimpi anak nagari tidak hanya indah disaat musim Pemilu saja!

Zulfahmi menerangkan, jika tiba musim Pemilu, baik Pileg maupun Pilkada, isu akses jalan menuju Nagari Galugua sangatlah seksi untuk dijadikan komoditas politik. Namun selesai Pemilu, maka selesai sudah jualan akses jalan menuju daerahnya, pungkasnya mengatakan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here