Sumbartime.com,- Anggota Komisi VIII DPR, John Kenedy Aziz, menyoroti kurangnya fasilitas yang diberikan pemerintah kepada jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah haji asal Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam kunjungannya ke Maktab No. 54, Kloter 02, Kabupaten/Kota Pariaman dan Kota Padang, John mengamati beberapa masalah seperti kepanasan di Muzdalifah akibat keterlambatan bus, AC mati, kapasitas tenda yang berlebihan, dan minimnya jumlah toilet.
Baca Juga : Ditangkapnya Pemuda di Solok Terlibat Penyelundupan Bio Solar dengan Mobil Modifikasi
Dikutip dari jpnn.com Menurut John, yang juga merupakan anggota Timwas Haji DPR, “Saya melihat secara langsung bagaimana perkembangan jemaah haji setelah tragedi Muzdalifah.
Mendengarkan cerita dari para jemaah haji, kami merasa prihatin bahwa mereka pada jam dua siang masih harus berada di Muzdalifah dalam keadaan panas.
Bahkan di sana tidak ada makanan serta minuman dan tidak ada kepastian kapan jemaah haji akan sampai di Mina.” Ungkapnya.
Meskipun demikian, John mencatat bahwa sebagian besar jemaah dalam kondisi sehat, meskipun beberapa di antaranya membutuhkan pertolongan medis.
John juga menyoroti masalah-masalah lain seperti AC yang mati selama dua hari di tenda, tenda yang kelebihan kapasitas, serta kekurangan toilet.
Para jemaah haji harus mengantre selama dua jam, bahkan ada yang sampai mengeluarkan hadas karena keterbatasan toilet.
John menekankan pentingnya pemerintah untuk memperhatikan saran-saran dari masyarakat dan anggota DPR. Setiap aspirasi yang disampaikan dalam rapat di DPR selalu diteruskan kepada pemerintah.
John berharap agar DPR dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait keberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji.




















