DPRD Limapuluh Kota Meradang, Deni Asra Lontarkan Kode Keras

Sidang Paripurna DPRD Limapuluh Kota

SUMBARTIME.COM- Ada yang menarik pada sidang Paripurna pelantikan Dua unsur pimpinan anggota Dewan di Gedung DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (4/10) siang, kawasan Sarilamak Tanjung Pati.

Ketua DPRD Deni Asra dalam waktu 10 menit sempat mengungkapkan perkataan yang terkesan sebuah harapan agar pihak eksekutif dan legeslatif bisa seiring sejalan di dalam roda pemerintahan Pemkab Limapuluh Kota.

Iklan
Loading...

” Kami berharap Eksekutif dan Legeslatif bisa seiring sejalan dalam menjalankan roda pemerintahan di Limapuluh Kota”, ujarnya dihadapan tamu undangan termasuk di dalamnya Wakil Bupati Ferizal Ridwan.

Tentu saja ucapan Ketua DPRD tersebut bukanlah perkataan yang biasa biasa saja, apalagi dalam waktu singkat dia mengulangi pernyataaan tersebut sehingga publik menjadi bertanya tanya apa maksud dari lontaran kode keras dari sang Ketua Dewan.

Hal itu makin diperkuat dengan pernyataan yang cukup keras dari Marsanova Andesra salah seorang anggota DPRD Limapuluh Kota. Sesaat sebelum Deni Asra menutup jalannya sidang, politisi asal Partai PAN tersebut melakukan intrupsi dan mengeluarkan hak pendapat dan hak bertanya.

Marsanova Andesra mengkritisi lembaga eksekutif Pemkab Limapuluh Kota yang dinilai kesannya seperti melecehkan Lembaga wakil Rakyat. Salah seorang anggota dewan tersebut meradang dengan tingkat ketidak hadiran para OPD dan SKPD pada Sidang Paripurna. Menurut Andesra, OPD dan SKPD lebih mementingkan dinas ke luar daerah dari pada menghadiri sidang sidang Paripurna di DPRD.

Menurutnya lagi, pada sidang Paripurna Pelantikan unsur pimpinan dewan, tingkat kehadiran para Eksekutif tak habis jari sepuluh jika dihitung. Untuk itu dia mengusulkan agar DPRD segera memanggil Wakil Bupati Limapuluh Kota dalam waktu sesegera mungkin untuk mempertanyakan terkait lembaganya yang dianggap dan terkesan receh.

Bahkan kepada awak media Andes juga mengungkapkan kejengkelan dirinya, atas sikap Wakil Bupati Ferizal Ridwan yang selalu terkesan mendikte lembaga Legeslatif terkait soal kebijakan, timpalnya mengatakan.

Sementara Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan ketika dimintai komentarnya terkait kode keras dan kritikan lembaga Legeslatif dengan singkat dia hanya mengatakan akan siap dan menunggu pemanggilan dirinya secara resmi oleh DPRD terkait atas lontaran dan tuduhan dewan tersebut.’

” Nanti pada pertemuan resmi saya akan jawab segala macam tuduhan yang tak berdasar tersebut,” timpalnya singkat.

Terpisah, publik yang ikut menyaksikan jalannya sidang Paripurna pelantikan dua unsur pimpinan dewan tersebut menilai jika kode keras yang dilontarkan lembaga DPRD terhadap Pemkab Limapuluh Kota, itu menandakan benar isu yang berserak di luaran jika kedua lembaga tersebut saling ” cakar cakaran”.

Atas fenomena itu masyarakat berharap jika kedua lembaga eksekutif dan legeslatif, kalau benar bercita cita ingin mensejahterakan warga Limapuluh Kota, maka publik meminta agar kedua Lembaga terkait berhentilah saling gesek dan saling tuding, demikian Sumbartime.com melaporkan. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here