Ini Kisah Ibu Muda Korban Tragedi Wamena Asal Pesisir Selatan, Dalam Sekejap Kehilangan Keluarga dan Harta Benda

Korban saat ditemui MMC di rumah sakit

SUMBARTIME.COM- Ibu rumah tangga bernama Putri Yanti (28) perantau Wamena, asal Nagari Padang Cupak, Kec. Lenggayang Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini, nasib serta kondisinya cukup tragis dan memiriskan.

Akibat Tragedi Wamena yang terjadi pada 23 September 2019 lalu, dalam sekejap ia harus kehilangan suami, anak, dua orang ipar (adik suami), serta harta bendanya. Suami, anak, dua orang iparnya tewas dibantai oleh sekelompok oknum barbar. Sementara harta benda yang dia kumpulkan bersama orang orang tersayangnya, ludes dalam sejejap dan menjadi abu.

Iklan
Loading...

Tidak sampai disitu, saat ini Putri Yanti mengalami trauma yang cukup parah, tanpa sadar dirinya sering berteriak memanggil anak dan suaminya, dan berharap nama nama yang dia panggil tersebut datang kepadanya.

Seperti yang diceritakan Ustadz Muhammad Shiddieq Koordinator Minang Muslim Care (MMC), Kamis (3/10) melalui akun sosmednya, saat tim MMC datang membezuk di ruang ICU Rumah Sakit Yowari, Jayapura, korban menceritakan kisah tragis yang dia alami.

Saat itu, Senin (23/9) pagi sekira pukul 08.45 WIT, di kawasan pasar Woma, Wamena, Putri Yanti berada di dalam kios yang juga sekaligus merupakan tempat tinggal dia dan keluarganya. Tiba tiba datang sekelompok perusuh melakukan teror terhadap pengunjung pasar. Puluhan orang dengan bersenjatakan parang, panah serta batu sambil berteriak ,” bakar bakar,” datang menyerbu masuk ke dalam pasar.

Putri Yanti yang saat itu bersama suaminya bernama Syafrianto (33) serta dua orang iparnya masing masing, Aped (24), Hendra (20) tak sempat menyelamatkan diri. Puluhan perusuh merengsek masuk ke dalam kiosnya dan dengan membabi buta menyerang suami dan dua orang iparnya dengan parang dan batu.

Di depan matanya dia menyaksikan suami, dan dua adik iparnya ditebas dengan parang serta dipukul dengan batu hingga meregang nyawa. Putri Yanti dalam kondisi sangat merasakan takut yang luar biasa, berusaha menyelamatkan diri sambil membawa anaknya yang masih berusia 3 tahun.

Namun saat dia berusaha menyelamatkan diri, di depannya seorang perusuh menghadang dan tanpa ampun membidikan serta melepaskan panah kepadanya. Tak kurang 4 busur anak panah menancap di dada sehingga membuat ibu muda tersebut langsung terkapar ke lantai.

Dalam kondisi kritis tersebut, Putri Yanti berusaha mempertahankan anaknya yang coba direbut paksa oleh perusuh. Namun dalam keadaan terluka parah serta kedua tangannya terluka akibat di sayat, anak semata wayangnya berhasil direnggut dari pegangannya. Selanjutnya para perusuh langsung menghabisi nyawa bocah tak berdosa itu.

Sementara para perusuh tersebut seakan belum puas, tidak berhenti menyiksa korbannya. Putri Yanti yang dalam kondisi kritis dibakar bersama jasad para keluarganya dan beberapa orang lainnya lagi.

Api membakar dan menjilat jilbab serta pakaiannya, namun Putri Yanti dengan sekuat tenaga menahan sakit dan harus berpura pura tewas demi menghindari penyiksaan lainnya. Sementara para perusuh setelah puas melakukan aksi brutal mereka langsung pergi meninggalkan para korban.

Saat perusuh pergi, Putri Yanti dengan tertatih tatih merangkak mencari pertolongan, sehingga dirinya berhasil diselamatkan oleh warga serta aparat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah lebih kurang Sembilan hari di rawat di rfuangan ICU, nyawa Putri Yanti asal Pesisir Selatan itu berhasil diselamatkan. Namun kondisi mentalnya saat ini sangat terpuruk, ungkap Ustadz Muhammad Shiddieg. Untuk itu dia berharap agar masyarakat terutama warga Sumatra Barat mau mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada korban serta para korban lainnya. (tim)

Jika ada para donoratur yang ingin memberikan bantuan bagi para korban tragedi Wamena dapat disalurkan melalui, Bank Muamalat
Norek. 4230014005
An, Minangkabau Muslim Care ( MMC )

Konfirmasi : Ketua Relawan MMC untuk Wamena
Hamzah Abu Maryam
0823 8632 1556

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here