Diduga 2 Tahun Alami Persekusi oleh Geng Sekolah, Seorang Siswa SMP 1 Harau Alami Depresi Berat

Gambar Ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Diduga lama menjadi korban bully dan pemerasan teman satu geng sekolahan, seorang siswa SMP 1 Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, berinisial MRF ( 15) mengalami depresi dan tekanan mental hebat.

Hal itu dikatakan oleh orang tua korban bernama M. Syukri di kediamannya kawasan Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Senin (15/7). Menurutnya anaknya dalam beberapa hari ini menjadi pendiam dan cendrung menunjukan gejala depresi hebat dan berubah menjadi anak yang mengalami keterbelakangan mental sejak satu bulan terakhir, ujarnya kepada awak media.

Iklan
Loading...

Dari pengakuan anaknya tutur M Syukri lagi, di sekolah putranya tersebut diduga sering mengalami pemerasan dan bully dari teman satu sekolahannya. Hal tersebut telah terjadi selama kurang lebih dua tahun semenjak anaknya sekolah di SMP 1 Harau tersebut.

Adapun bentuk persekusi yang dialami oleh anaknya adalah berupa bully an, pemerasan serta ancaman dari beberapa teman sekolahnya.

” Anak saya dipaksa untuk menyetorkan sejumlah uang dengan nominal Rp 2000 hingga Rp 5000, setiap hari kepada beberapa siswa yang membuat kumpulan semacam geng sekolah,” ujar M. Syukri.

Jika tidak memberikan uang setoran keamanan kepada anak anak geng tersebut maka anak saya akan mendapatkan ancaman serta perlakuan yang diduga mengarah pada tindakan persekusi, tambahnya lagi.

M. Syukri juga menceritakan sekitar dua tahun yang lalu saat anaknya masih menjadi siswa baru di sekolah tersebut, yang bersangkutan diberi sepeda untuk sebagai sarana transportasi ke sekolah. Namun tidak beberapa hari kemudian, anaknya pulang tanpa membawa sepedanya. Ketika ditanya kepada si anak, jawabnya sepeda itu hilang dicuri orang. Namun tidak lama kemudian si anak mengaku jika sepedanya dipakai oleh salah seorang anggota geng di sekolah tersebut.

Terakhir M. Syukri juga menceritakan jika saat ini kondisi anaknya sudah dalam kondisi depresi berat, sulit untuk diajak berkomunikasi, sering menyendiri dan terkadang tiba tiba menangis sendiri tanpa sebab. Untuk itu dia berharap agar pihak sekolah bisa peduli dengan kondisi yang dialami oleh anaknya saat ini, tuturnya memelas.

Sementara itu, ketika awak media berupaya menghubungi pihak sekolah untuk mendapatkan konfirmasi sekaligus klarifikasi, sampai berita ini diturunkan masih berupaya mencari nomor telepon Kepala Sekolah SMP 1 Harau Limapuluh Kota. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here