Bikin Ngeri, Dua Rompi KPK Standby di Pemko Solok

Dua rompi KPK Standby di Pemko Solok

SUMBARTIME.COM-Terpanjangnya dua Rompi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor balai kota Solok, menjadi isu menarik bagi beberapa orang yang melihatnya, ada yang mengatakan itu sebuah pertanda akan terkuaknya beberapa masalah atau kasus  yang selama ini tidak mampu ditangani oleh penegak hukum yang ada, dan ada juga yang mengatakan itu sebuah himbauan kepada para pejabat agar berkerja tidak melenceng dari koridor hukum dan aturan yang berlaku.

Dua rompi berwarna oranye itu, terpajang tepat dilobi kantor balai kota Solok, jadi siapapun orang yang datang dan masuk dari pintu depan,  matanya akan lansung  tertuju ke rompi yang biasanya diberikan sebagai hadiah oleh KPK kepada para koruptor.

Iklan

Seperti yang diungkapkan oleh ketua Forum Komunitas Wartawan Solok (F- Kuwas), Drs.Raunis, menurut dia, selain sebuah himbauan, keberadaan rompi oranye itu bisa jadi sebuah pertanda akan terkuaknya beberapa persoalan atau kasus dipemerintahan kota Solok yang selama ini terhenti serta tidak terjamah oleh para penegak hukum yang ada.

Seperti halnya, masalah makan minum yang terhenti,  masalah Ruislag yang sampai sekarang tidak bisa dipertanggu jawabkan oleh Pemko Solok, dan masalah lain nya yang tidak bisa terungkap atau dianggap tidak ada, yang menggambarkan kepada sebuah catatan bahwa Pemko Solok merupakan pemerintahan yang bersih dan taat aturan, sehingga pada tahun kemaren dihadiahi dengan penghargaan WTP dari pemerintah pusat.

Drs.Raunis yang akrab disapa dengan panggilan Roni Natase itu, juga sangat menyesalkan terhadap lemahnya atau kurang mampunya para penegak hukum dalam memahami prilaku oknum pejabat yang telah merugikan uang masyarakat atau uang negara.

Salah satu contoh masalah Ruislag yang jelas jelas telah merugikan uang negara atau uang rakyat sebesar 4.791.909.000 rupiah, dan sampai sekarang tidak bisa untuk dipertanggung jawabkan oleh Pemko Solok.

Ruislag yang telah bergulir sejak 2014 lalu sampai sekarang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh Pemko Solok, namun hal itu sampai sekarang seakan akan tidak menjadi sebuah masalah oleh penegak hukum yang ada, termasuk oleh BPK RI.

Semoga dua rompi yang terpajang itu bisa terpasang pada orang yang layak dan patut untuk memakainya, sehingga uang masyarakat  kota Solok dapat terselamatkan, dan rencana Kota Solok akan menjadi Kota Serambi Madinah dapat terwujudkan, tutur Drs.Raunis. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here