“Belajar Daring Berat Diongkos”, Wali Murid Tagih Janji Pemko Payakumbuh Bantu Kuota Pulsa

gambar pemanis berita (dari sosmed)

SUMBARTIME.COM-Belum genap 15 hari Tahun ajaran baru 2020 dengan sistem Belajar Dalam Jaringan (Daring) di Kota Payakumbuh, banyak para orang tua murid yang mulai mengeluh, bahkan tak sedikit yang angkat bendera putih.

Berbagai keluhan itu banyak diungkap para orang tua di media sosial.Banyak yang mengeluh, betapa beratnya belajar dengan sistem Daring di tahun ajaran baru ini.

Iklan

Di mulai dari persoalan gadget (Ponsel Androit), masalah kuota pulsa yang memadai, hingga keluhan orang tua yang tak bisa mengontrol anaknya belajar Daring dengan alasan karena kesibukan memenuhi tuntutan ekonomi keluarga.

Berbagai keluhan yang sudah sampai pada taraf di ubun ubun membuat orang tua murid di Kota Payakumbuh menumpahkan keluhan mereka di sosmed.

Seperti yang dituliskan oleh seorang wali murid bernama Riana. Di dalam akun sosial dia menuliskan apa yang menjadi keluhan yang dialami. Riana mengatakan jika selama anak anaknya yang ikut belajar Daring sebanyak 3 orang, (2 anaknya di sekolah Swasta) dia mengaku hampir tidak sanggup menyediakan kuota pulsa per minggu agar anaknya bisa mengikuti pelaran yang diberikan oleh pihak sekolah.

Sementara tuturnya lagi, uang SPP bagi dua anaknya yang bersekolah di Swasta tetap membayar penuh per bulannya tanpa pernah absen sekalipun, tulisnya. Selain itu ungkapnya lagi, materi pembelajaran Daring yang diberikan oleh pihak sekolah nyaris tak dia mengerti sama sekali, keluhnya.

Riana berharap agar Pemko Payakumbuh bisa memberikan solusi terbaik bagi para walimurid yang rata rata mengeluhkan hal serta persoalan yang sama.

Seorang wali murid lainnya, yang anaknya masih duduk di bangku SD Negeri bernama Topan mengaku juga merasakan hala yang sama. Sejak sekolah memakai sistim daring akibat pandemi 19 yang terjadi pada pertengahan Februari 2020 yang lalu, banyak masalah yang dia hadapi.

Menurutnya dalam kondisi saat ini, semua kena dampak. Dirinya mengaku hampir tak kuat untuk memenuhi kebutuhan kuota pulsa agar anaknya bisa terus mengikuti pembelajaran sistem Daring. Dia berharap agar Pemko Payakumbuh bisa mencarikan solusinya.

“Semua terdampak Covid 19. Ekonomi saya ambruk. Semoga Dana BOS bisa dialihkan dan diterapkan untuk dana pulsa murid,” harap Topan.

Topan mengaku kehidupannya yang hanyalah seorang sopir saat ini dikatakan hanya pas pasan saja. Sementara dia hanya mampu membelikan satu unit ponsel androit seken untuk dua orang anaknya dalam kegiatan belajar Daring.

Dirinya mengaku harus pintar pintar menekan pengeluaran wajib hanya untuk membelikan kuota paket pulsa bagi anaknya.

“Belajar daring berat di Ongkos bang. Semoga Sekolah bisa dibuka kembali” pungkas Topan.

Sementara itu, beberapa warga lain juga merasakan hal yang sama. Kepada awak media mereka mengatakan ingin menagih janji Pemko Payakumbuh yang beberapa waktu lalu sempat memberikan janji. Di berbagai pemberitaan online, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, sempat menjanjikan akan membantu kuota paket pulsa bagi para siswa yang belajar Daring di rumahan melalui Kelurahan masing masing.

Untuk itu warga berharap agar janji Walikota tersebut semoga cepat terealisasikan, harap mereka.

Terpisah, Sekdako Payakumbuh, Ridha Ananda, saat ditemui oleh awak media, di Gedung DPRD Kota Payakumbuh, Jumat 24 Juli 2020, membenarkan jika Pemko Payakumbuh telah berjanji akan membantu kuota pulsa bagi para siswa yang belajar dengan sistem daring melalui Kelurahan masing masing.

Namun menurutnya saat ini pihaknya masih membicarakan tekhnisnya bersama Dinas Kominfo bagaimana mekanismenya. Untuk itu dia meminta kepada warga agar bersabar untuk sementara waktu, jelang Pemko mendapatkan solusinya sesegera mungkin. (rd)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here