Dua Kawanan Sindikat Uang Palsu Diringkus Satreskrim Polres Payakumbuh

barang bukti yang berhasil disita dari tangan kedua tersangka

SUMBARTIME.COM-Satreskrim Polres Payakumbuh ungkap dan ringkus dua kawanan sindikat pengedar uang palsu, Senin (27/7) siang dalam gelaran jumpa Pers di Mapolres setempat.

Dua tersangka masing masing inisial MA (24) warga asal Desa Durian Mas, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan AA (32) warga Desa Suka Kaya, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumsel, ditangkap di dua lokasi dan waktu yang berbeda.

Iklan

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan yang didampingi Kasatreskrim AKP Mochammad Rosidi, menjelaskan kepada awak media, kedua tersangka pelaku sindikat uang palsu lintas propinsi tersebut diketahui telah melakukan aksinya di Wilayah hukum Polres Payakumbuh pada Jumat 24 Juli 2020 kemaren.

Keduanya dengan melakukan modus pembelian 5 unit ponsel ponsel di Toko Pagaruyung Jalan Tan Malaka Kelurahan Parik muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh diduga telah menggunakan uang palsu yang dicampur dengan uang asli sebagai alat transaksi pembayaran.

Adapun uang palsu yang dipergunakan kedua tersangka untuk pemebelian sejumah Gadget di Toko Pagaruyung ponsel senilai Rp 17 Juta. Namun kedua pelaku membayar dengan uang palsu sebanyak Rp 14 Juta dengan rincian 28 lembar pecahan 100 ribu dan 224 uang palsu pecahan 50 ribu.

Saat itu kedua tersangka melakukan transaksi pembayaran dengan mencampurkan dengan uang asli sebanyak Rp 3 Juta, hingga karyawan serta pemilik toko sempat berhasil ditipu.

Perkara ini diketahui setelah pemilik toko ponsel menyadari jika uang yang dia peroleh sebagai alat pembayaran dari kedua tersangka adalah palsu. Namun saat itu, kedua tersangka telah berhasil kabur dengan membawa 5 unit ponsel milik korban.

Sadar menjadi korban penipuan, pemilik toko Pagaruyung lnagsung melaporkan hal tersebut ke Polres Payakumbuh dengan Nomor Laporan polisi LP/K/225/VII/2020/Res, tanggal 24 Juli 2020.

Selanjutnya, polisi yang mendapatkan laporan langsung bergerak turun ke lokasi. Seteah dilakukan penyelidikan awal, identitas kedua pelaku berhasil dideteksi.

Pada Minggu 26 Juli 2020, tim opsnal reskrim Polres Payakumbuh berhasil menciduk satu tersangka inisial MA di sebuah kantor koperasi Ramora kawasan Kota Padang Panjang, pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya dari pengembangan kasus, masih di hari yang sama, kembali polisi berhasil meringkus satu tersangka AA di sebuah kantor Koperasi Karya Sampurna, Batu Gadang, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, pada pukul 17.30 WIB.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka 1 unit sepeda motor Merk Honda Beat warna hitam bis merah No Pol BA 3491 HI, 1 unit printer merk EPSON, , satu unit Handphone Merk Samsung type GTE1772, 1 rim kertas HVS warna merah, 1 rim kertas cover paper warna putih, 65 lembar uang palsu pecahan 100 ribu, 108 lembar uang palsu pecahan 50 ribu, 1 buah pisau cutter merk kenko warna merah. Selain itu 1 unit HP OPPO Reno 3, 1 unit HP IPhone 7 plus juga ikut disita.

Sementara dari pengakuan kedua tersangka, orang yang bertugas mencetak uang palsu adalah AA. Dirinya mengaku membuat uang palsu dengan cara memfoto copy uang asli menggunkan satu unit printer merk EPSON dengan mnggunakan kertas jenis cover paper warna putih selanjutnya dipotong sesuai dengan ukuran uang asli.

Saat ini keduanya sudah berada di Mapolres, dan masih dikembangkan kasus terhadapnya, tidak tertutup kemungkinan jika keduanya pun telah melakukan aksi di lokasi lain, tutup Dony Setiawan memaparkan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here