Aktor Dugaan Kasus Korupsi Proyek BNPB Pasaman Menghilang

Erik Eriadi



SUMBARTIME.COM-Salah seorang yang diduga aktor dalam kasus korupsi dana masa transisisi pemulihan Bencana Banjir yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2016 di Pangian, Kecamatan Mapattunggul Selatan, dilaporkan menghilang.

Iklan
Loading...

Pasalnya, sejak kasus tersebut ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Pasaman sudah dua kali panggilan dilakukan terhadap terduga Sufnizar (SF) yang akrab dipanggil Babang.

“Sudah dua kali dilakukan pemanggilan terhadap terduga Babang yang memegang peran penting dalam proyek BNPB di Pangian tahun 2016 tersebut. Namun tak kunjung hadir,” terang Kajari Pasaman, Adhryansyah melalui Kasi Pidsus, Erik Eriadi ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Senin (11/2/2019).

Namun hingga kini, kata Erik, pihak Kejaksaan Negeri Pasaman, Sumbar belum menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Babang tersebut.

“Kita jalani prosedurnya dulu. Dimana dalam aturannya dilakukan pemanggilan tertulis sebanyak tiga kali. Kalau juga masih mangkir, nanti baru kita umumkan di media massa Nasional terhadap Babang tersebut. Akan tetapi tidak juga datang, baru kita terbitkan DPO nya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Pasaman, Sumbar menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana masa transisisi pemulihan Bencana Banjir yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2016 di Pangian, Kecamatan Mapattunggul Selatan.

Adapun ketiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut yaitu AR (Dinas PU & Bina Marga Pasaman), RZ dan FRZ masing-masing ASN di BPBD Pasaman.

Perbuatan ketiga tersangka tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian Negara (Korupsi) sebesar Rp773 Juta dari pagu anggaran sebesar Rp1,8 Milyar sebagaimana hasil audit pihak Kejari Pasaman.(sngg)



Baca Juga :  Terlibat Penyelewengan, Tiga Oknum Pegawai Kabupaten Pasaman Resmi Ditahan
Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here