KOTA, Sumbartime.com — Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Siska, memiliki cara unik dalam menyalurkan bantuan kepada konstituennya dengan membagikan celana dalam. Aksi yang dianggap tidak lazim ini ia lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang sering terabaikan, namun tetap ia jalankan dengan pendekatan personal yang santun dan mengedepankan empati kepada warga di daerah pemilihannya.
Inisiatif tersebut muncul setelah Siska mengamati kondisi jemuran warga saat ia berkeliling di wilayah pemilihannya. Ia menemukan banyak pakaian dalam yang sudah tidak layak pakai namun masih dikenakan oleh masyarakat. Siska mengaku sempat khawatir warga akan tersinggung, namun ia tetap memutuskan untuk merealisasikan rencana tersebut sebagai bentuk pengabdian nyata setelah ia resmi dilantik menjadi wakil rakyat.
Dari Observasi ke Aksi Sosial
Sebelum terjun ke dunia politik, Siska memang dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Baginya, bantuan tidak harus selalu berupa uang dalam jumlah besar. Ia menilai bahwa kebutuhan sandang yang paling mendasar sekalipun memiliki nilai kebermanfaatan yang sangat berarti bagi warga, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan lebih memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan pangan seperti beras.
Proses penyaluran bantuan dilakukan secara personal agar tidak menimbulkan rasa malu bagi penerimanya. Siska bahkan sengaja membeli langsung dari pabrik untuk menekan biaya agar ia bisa memberikan bantuan dalam jumlah lebih banyak. Ia merasa bahagia melihat respon positif masyarakat yang justru merasa terbantu dengan pemberian yang dianggap sepele namun sangat berharga bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Melawan Stigma dengan Kerja Nyata
Siska yang dijuluki sebagai ‘Megawatinya Lima Puluh Kota’ ini dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Meski memiliki latar belakang perjalanan hidup yang penuh tantangan, ia tidak membiarkan masa lalu membatasi langkahnya dalam melayani warga. Baginya, menjadi anggota dewan adalah sarana untuk memperluas jangkauan bantuan yang selama ini hanya bisa ia lakukan dengan dana pribadi.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, Siska tetap memegang prinsip untuk menempatkan posisi secara proporsional. Ia menegaskan bahwa jabatan politik tidak membuatnya melupakan kodrat sebagai perempuan, istri, dan ibu. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus turun ke lapangan guna memahami kebutuhan terkecil masyarakat yang sering kali tidak terlihat oleh sistem pemerintahan secara umum.
Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.






