• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 143

Sumbar Time by Sumbar Time
21 Agustus 2021
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Suaranya yang mengerikan itu terdengar bergumam. Michiko menggertakkan gigi. Dia bangkit dan memegang samurainya yang telanjang dengan kukuh di tangan kanan! Cina itu tersenyum. Senyum yang mirip seringai. ”Ya. Tanggalkan pakaiannya satu demi satu, Hok Giam! Saya tadi telah melihat tubuhnya tak berkain sehelai pun di hotel. Ketika Husein akan melahapnya. Tubuhnya bukan main. Ayo tanggalkan, Hok!”

ADVERTISEMENT

Yang bicara ini adalah si gemuk. Suaranya yang mirip lenguh kerbau itu bergema dari tempatnya duduk. Michiko meludah. Perlahan tangan kirinya memegang bahagian bawah samurainya. Kini hulu samurai dia pegang dengan dua tangan. Dia harus hati-hati. Lawannya amat tangguh.
”Heh, Jepang busuk!. Ingin mencoba kehebatan nenek moyangmu dari daratan Tiongkok?” lelaki kurus yang bernama Hok Giam itu bersuara.

ADVERTISEMENT

Nadanya seperti ada dendam antara Jepang dengan Tiongkok. Kedua tangannya terangkat tinggi di atas kepala. Kemudian kesepuluh jari-jarinya ditekuk ke bawah. Persis cakar garuda. Aneh. Dalam posisi demikian, kedua tangan terangkat tinggi, berarti membiarkan bahagian seluruh tubuh terbuka untuk diserang.

Apalagi diserang dengan senjata panjang. Benar-benar posisi yang berbahaya. Namun Michiko tak berani bergerak sembarangan. Dia tak mengenal lawannya ini kecuali dalam tiga gebrakannya. Gebrakan pertama dan kedua ketika memukul samurai kecil dan pisau. Gebrakan ketiga ketika menghantamnya dari belakang tadi.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Dia menanti. Yang dikhawatirkannya hanya satu, yaitu kalau-kalau Cina kurus ini memang memiliki tenaga dalam yang bisa mencelakakan orang dari jarak jauh. Kalau itu benar, maka binasalah dia. Karenanya dia tetap diam menanti.

Dia agak yakin juga, sebab tadi hanya dengan kibasan tangan saja, Cina itu berhasil merubah arah samurai dan luncuran pisau yang akan menghabisi nyawa si gembrot bajingan itu. Tangan Cina itu bergerak. Aneh, Michiko melihat tangan Cina itu seperti bergetar. Jumlah tangannya makin banyak. Lalu Cina itu melangkah maju.

Michiko menyilangkan samurai di depan dadanya. Tangan Cina itu tiba-tiba bergerak dan seperti menyambar ke arah Michiko. Michiko dengan tetap tegak memegang samurai melangkah surut. Dia yakin dalam jarak demikian, cakaran Cina itu tak bakal mengenai tubuhnya. Namun dia merasa mendengar suara kain robek. Dia melihat ke dadanya.

Wajahnya jadi pucat. Bajunya robek tentang dada! Kutangnya kelihatan ketat menahan dadanya yang membusung! Si babah gemuk tertegak. Matanya melotot menatap dada Michiko. Michiko menggertakkan gigi. Seharusnya tangannya menutup dadanya. Tapi itu tak dia lakukan.

Dia tak mau kehilangan konsentrasi atas samurainya dengan melepaskan salah satu tangannya dari gagang samurai itu. Tangan Cina itu gentanyangan lagi. Seperti memukul bolak balik. Kini rok Michiko robek! Tergantung-gantung. Menampakkan pahanya yang putih dan celana dalamnya yang berwarna merah jambu!

Michiko masih tegak dengan diam dan bersandar ke dinding. Dia tak perduli berpakaian atau tidak. Pokoknya dia tak mau melepaskan samurainya. Dia akan mempertahankan kehormatannya dengan itu. Si babah melangkah ke depan. Ingin melihat lebih jelas tubuh Michiko. Michiko tegak dengan kukuh.

Cina itu menggerakkan tangannya lagi. Waktu itulah Michiko menggulingkan tubuhnya ke lantai. Bergulingan cepat ke depan sambil menebaskan samurainya seperti kitiran angin ke arah kaki Cina kurus itu. Namun Cina itu seperti sudah sangat arif.

Tubuhnya melenting ke atas namun samurai michiko lebih dulu membelah tubuh nya menjadi dua,dan ketika michiko memandang ke babah gemuk itu dia sudah berada di pintu siap melarikan diri.namun tiba2 dari belakang tubuhnya dia merasakan sesuatu menikam tubuhnya hingga tembus ke dadanya.Babah cina itu mati di karenakan tidak bisa menahan napsu bejat nya terhadap perempuan..!

=====++====

Michiko memandang ke arah yang ditunjukkan sersan itu. Dia melihat rumah hijau yang ditunjukkan tersebut. Di depannya dia melihat sepeleton tentara tengah bersiap-siap untuk berangkat. Ada yang memakai topi baja. Ada yang memakai baret kuning tua. Harapannya untuk segera tiba di Minangkabau timbul lagi.

”Terimakasih. Bapak baik sekali. Saya takkan melupakannya…” katanya pada sersan mayor itu.
”Ah, saya tak membantu apa-apa Nona. Saya hanya menunjukkan jalan. Barangkali saja Nona bisa ikut. Saya doakan….”
”Terimakasih….” ujar Michiko sambil mengulurkan tangan.

Sersan itu tersenyum dan menyambut salam Michiko. Gadis itu menenteng buntalan pakaiannya menuju ke rumah hijau itu. Kehadirannya di sana jelas saja menarik perhatian. Tentara yang ada di depan rumah itu terdiri dari pasukan-pasukan PGT dan tentara Infantri.

”Bisa kami membantu Nona?” seorang letnan bertanya.
”Terimakasih. Saya ingin ikut ke Sumatera Barat. Ke Padang. Dapatkah saya bertemu dengan pimpinan Tuan?”
”Akan ke Padang?”
”Ya, kalau bisa…”
”Silahkan masuk. Komandan ada di kamar nomor dua itu…”

Si Letnan menunjukkan kepada Michiko tempat yang di maksud. Gadis itu masuk, diantar oleh si Letnan. Letnan itu mengetuk pintu. Ketika ada suara menyuruh masuk, Letnan itu masuk duluan. Menutupkan pintu di belakangnya. Michiko menanti di luar. Tak lama kemudian Letnan itu keluar lagi.
”Silahkan….”
Michiko masuk. Di dalam kamar itu ada beberapa orang tentara. Seorang mayor duduk di balik sebuah meja.

”Selamat siang…” kata Michiko.
Mayor itu menanggalkan kacamatanya.
”Oh, ya. Silahkan duduk. Silahkan…” suaranya terdengar ramah.
Michiko mengambil tempat duduk.
”Ada yang bisa kami bantu untuk Nona?”
”Saya ingin ke Padang. Dua hari yang lalu saya telah mendaftarkan diri di penerbangan sipil. Ternyata penerbangan hari ini dibatalkan.

Dari bahagian penerbangan sipil itu saya mendapat informasi bahwa ada pesawat militer yang akan berangkat siang ini ke sana. Saya berharap bisa ikut dengan pesawat itu…”
”Ya. Memang ada pesawat militer yang akan ke sana. Maaf, apakah Nona ada membawa surat keterangan?”
”Ada…”
Michiko lalu membuka sebuah tas kecil. Mengeluarkan pasport, visa dan beberapa surat keterangan lainnya. Lalu menyerahkan pada mayor itu.

”Anda seorang turis?”
”Ya”
”Aneh. Maaf, maksud saya, adalah sesuatu yang agak luar biasa kalau memilih Sumatera Barat sebagai tempat melancong dalam situasi yang begini. Negeri itu sebenarnya memang negeri yang indah, Nona. Gunung berjejer. Sawah berjenjang. Ada ngarai dan air terjun. Bunga mekar sepanjang tahun. Tapi saat ini masih bergolak. Kalau saya boleh menyarankan, barangkali bisa memilih Bali atau Danau Toba. Yaitu kalau ingin sekedar jalan-jalan….”
Michiko menunduk.

”Ada seseorang yang saya cari di sana, Mayor….” akhirnya dia membuka kartu.
”Nah. Saya sebenarnya telah menduga hal itu. Kalau demikian lain persoalan. Apakah dia seorang yang telah lama di Sumatera Barat?”
”Dahulu dia dilahirkan di sana. Tapi saya mengenalnya di Jepang. Dia baru datang dari Australia. Barangkali baru sepekan dua ini….”
”Dari Jepang dan Australia?”

”Ya”
Mayor itu mengerutkan kening. Menatap pada Michiko seperti menyelidik.
”Apakah dia bekas seorang sahabat?” tanyanya.
Michiko ragu, tapi kemudian mengangguk.
”Seorang pemuda?”

Michiko tak menjawab.”Maaf. Saya hanya ingin memudahkan urusan Nona” ujar mayor itu ramah. ”Ya. Dia seorang pemuda…”
Mayor itu mengangguk maklum. Kemudian menoleh pada seorang staf yang duduk di meja di kanannya. Mengatakan sesuatu. Stafnya itu, seorang letnan, lalu berdiri.

ADVERTISEMENT

Membuka sebuah lemari yang dipenuhi laci-laci. Melihat sederatan map yang diberi kode bernomor-nomor. Mengambil sebuah di antaranya. Map berwarna biru. Menyerahkannya pada Mayor tersebut yang lalu membuka map tersebut. Menatap sebuah halaman berfoto. Kemudian menatap kembali pada Michiko.

”Pemuda itu bernama Bungsu?”
Ujar Mayor itu perlahan. Michiko kaget. Jantungnya seperti berhenti berdegup.
”Apakah memang benar dia orang yang Nona cari?”
Michiko masih belum bisa bersuara. Namun akhirnya dia mengangguk dan balik bertanya.

”Apakah dia memang berada di Sumatera Barat?”
”Ya, dia memang kembali ke sana. Dulu dia juga menompang pesawat khusus yang mengangkut militer. Pesawat Hercules yang sebentar lagi akan berangkat. Maaf, ini fotonya, bukan?” mayor itu memperlihatkan map tersebut.

Michiko melihat foto si Bungsu di sana. ”Ya…” katanya antara terdengar dan tidak, sementara jantungnya berdegub kencang melihat foto itu.
Mayor itu menarik nafas panjang. Menutup map di tangannya.

”Saya tidak tahu apa maksud Nona mencarinya, mudah-mudahan untuk kebaikan kalian berdua. Kalau benar dia yang ingin Nona temui di daerah bergolak itu, Nona bisa ikut dengan pesawat militer yang akan berangkat sebentar lagi…” ujar mayor itu akhirnya.

Michiko menarik nafas lega. Dan siang itu dia memang berangkat dengan pesawat Hercules menuju Padang. Ikut bersama prajurit-prajurit PGT dan Infantri yang akan betugas di sana. Bahkan sesampai di Padang dia mendapat tompangan dengan jip militer yang kebetulan langsung ke Bukittinggi dari lapangan Tabing. Jip militer itu mengantarkannya sampai ke Hotel Indonesia, di daerah Stasiun Kota Bukittinggi. Disanalah dia menginap, sambil mencari informasi di mana si Bungsu, musuh besarnya!

=====++=====

Pagi itu, ketika si Bungsu keluar hotel, setelah subuh tadi didatangi mimpi yang amat menakutkan, di hotel yang sama Michiko memang telah lebih dahulu keluar. Gadis itu menikmati udara pagi yang amat sejuk. Hari itu hari Sabtu. Hari dimana pasar besar di kota tersebut. Dari hotel Michiko berjalan perlahan ke arah pasar. Hari masih pagi benar. Embun masih menebarkan dirinya seperti awan tipis. Menggantung rendah di permukaan bumi. Tapi orang sudah ramai. Berjalan bergegas.

Ada yang menjunjung bakul di kepala. Ada yang menolak gerobak beroda satu yang sarat oleh sayur-sayuran. Semua bergegas seperti memburu sesuatu. Beberapa orang di antara mereka menoleh pada Michiko. Barangkali merasa sedikit heran melihat seorang gadis berjalan sendirian di pagi buta begitu. Sesuatu yang kurang lazim di kota tersebut.

Pagi itu si Bungsu mengurungkan niatnya untuk pulang ke Situjuh. Kedatangan Michiko merobah niatnya itu. Apapun maksud kedatangan gadis itu, satu hal adalah pasti. Yaitu mencari dirinya. Dan dia tahu, bahwa gadis itu akan menuntut balas kematian ayahnya. Dia tak boleh pergi. Betapapun hebatnya kepandaian gadis itu, seperti halnya dalam mimpi malam tadi, misalnya, namun dia tak boleh meninggalkannya.

Itu bisa dianggap melarikan diri. Melarikan diri? Hm, apakah dia sudah demikian penakutnya, sehingga harus melarikan diri dari seorang perempuan? Namun satu hal pasti pula, dahulu dialah yang memburu lawannya. Kini kejadiannya jadi terbalik. Dialah yang diburu. Dia tak boleh melarikan diri. Dia tak mencek lagi pada petugas hotel tentang kebenaran menginapnya Michiko di hotel itu. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Diduga Oknum Pegawai Pengadilan Negri Payakumbuh Tertangkap Tangan Congkel Kotak Infak Mesjid

Next Post

BAZNAS Kota Payakumbuh Bantu Rehab Rumah Hilda Rp. 40 Juta

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
BAZNAS Kota Payakumbuh Bantu Rehab Rumah Hilda Rp. 40 Juta

BAZNAS Kota Payakumbuh Bantu Rehab Rumah Hilda Rp. 40 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

25 April 2026
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026

Berita Terbaru

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

25 April 2026
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.