WAWAKO ” SATPOL PP DAN POLISI HARUS MENINDAK TEGAS PELANGGAR PERDA

Pemko Solok Rapat Bersama

SUMBARTIME.COM-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus berani menindak tegas para pelanggar aturan yang ada, dan apabila himbauan tidak dihiraukannya, langsung saja ditindak tanpa memberikan surat teguran, ungkap Wakil walikota Solok,Reinier.ST.MM, Senin, 21 Mei 2018, di Aula Mapolres Solok Kota, dalam acara persiapan operasi penertiban warung makanan dan Tempat hiburan malam yang masih buka dibulan Ramadhan.

Acara yang dikemas oleh, Kasat Pol PP kota Solok, Dandim 0309 Solok, Dinas Perhubungan, Polres Solok Kota itu, dihadiri oleh Kapolres Solok Kota,AKBP Dony Setiawan, Waka Polres Solok Kota, Kompol Sumintak, dan perwira lainnya yang ada dilingkungan instansi penegak hukum tersebut, serta pemilik atau pengelola KF yang ada dikota Solok.

Iklan

Wakil walikota Solok mengatakan, khusus untuk pengelola dan pemilik tempat hiburan malam, agar bisa memposisikan dirinya sebagai pelopor ketertiban dan kenyamanan lingkungan selama bulan suci Ramadhan, dan bagi mereka yang masih beroperasi, akan dicabut izinnya secara permanen.

Lebih jauh wakil pemimpin kota Solok itu mengatakan, pemerintah dan aparatur yang ada tidak akan memberikan dispensasi atau teguran pada masyarakat yang masih berjualan makanan dan minuman pada siang hari, melainkan akan langsung melakukan penindakan sesuai dengan aturan dan undang undang yang ada dan berlaku.

Berdasarkan dari pada itu, wakil walikota Solok mengajak kepada masyarakat sebagai pelaku usaha tersebut, untuk bisa bersama sama menciptakan situasi yang kondusif demi terwujudnya kenyamanan umat Islam yang melakukan ibadah selama bulan Ramadhan.

Sementara itu, pada kesempatan lain Kapolres Solok Kota melalui Waka Polres Solok Kota mengatakan, pihaknya lebih cendrung mempertegak aturan pelarangan peredaran Miras di kota Solok, dengan demikian tidak satupun Kf atau tempat hiburan malam yang akan mau buka atau diperbolehkan untuk beroperasi.

Menurut Kompol Sumintak, sebaiknya pemerintah daerah setempat juga menjadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momen untuk pemberantasan peredaran miras dan tempat tempat yang diduga melakukan praktek prostitusi, dan jangan memberi ruang kepada mereka untuk tetap melakukan usahanya walaupun tidak di ulang puasa.

Sebagai instansi penegak hukum, pihaknya juga akan memberikan surat edaran khusus kepada pemilik dan pengelola tempat hiburan malam yang ada dikota Solok, terkait tentang ketegasan pelarangan untuk beroperasi dibulan Ramadhan, ungkap Kompol Sumintak,SH,mengakhiri.

Dari liputan Sumbartime.com, dari 14 tempat hiburan malam yang ada dikota Solok, hanya 5 diantaranya yang mau memenuhi untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di Aula Mapolres tersebut, diantaranya, pemilik Cafe Carli, Cafe Nadeak, Deppol, Januari, dan pemilik Cafe Cap Cup Cup, sementara yang lainnya absen tanpa keterangan. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here