Warr Biasah, Bak Transfer Pemain Bola, Duo Anggota Dewan Kader PBB Lompat Pagar

Gambar Ketum PBB Yusrl Ihza Mahendra (kiri)

SUMBARTIME.COM-Warr biasah, dua kader Partai PBB yang juga dua duanya merupakan anggota DPRD, pada Pilleg 2019 mendatang, lompat pagar dan dikabarkan mendaftar sebagai bakal calon anggota legeslatif ke partai lain.

Uniknya, entah kebetulan atau ada kata sepakat, dua anggota Dewan dari Partai Bulan Bintang masing masing Yakubis, dan Alek Wijaya dikabarkan sama sama medaftar sebagai bakal caleg ke Partai Demokrat.

Iklan

Yakubis anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota mendaftar sebagai bacaleg ke Partai Demokrat maju menjadi calon anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara Alek Wijaya yang merupakan anggota DPRD Kota Payakumbuh, dikabarkan maju ke Propinsi juga dari partai Demokrat.

Menjawab kabar yang santer akan kepindahan duo kader PBB tersebut ke partai Demokrat, awak media Sumbartime.com mencoba melakukan investigasi langsung le sumber yang kompeten.

Tuan Guru (Tuak angku) Baringin, Ketua Partai PBB Kota Payakumbuh, membenarkan jika kadernya Alek Wijaya dikabarkan telah lompat pagar dan menyeberang ke Dokrat. Saat dihubungi Jumat (20/07) siang dirinya mengakui jika kadernya telah mendaftar ke parati lain.

Cuman tambahnya lagi sampai saat ini yang bersangkutan belum ada mengontak partai, terutama dirinya sebagai Ketua DPC. Ditambahkan Tuan Guru Baringin bila datanya sudah pasti, maka yang bersangkutan akan segera kami proses Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagaimana mekanisme partai kami, ujarnya kepada awak media.

Hal yang sama juga didapat dari pihak partai DPC PBB LimapuluhKota, menurut salah satu sumber, membenarkan jika Yakubis telah mendaftar di Partai Demokrat Kabupaten Limapuluh Kota, dan hal itu diaminkan oleh salah seorang kader partai Demokrat setempat.

Menanggapi fenomena lompat pagarnya dua kader PBB ke partai lain, sebagai publik figur tentu ada pro serta kontra menanggapi aksi nekad dua anggota DPRD tersebut. Ada yang mengatakan itu hal biasa dan wajar saja dengan lasan jika keduanya ingin lebih mengembangkan sayap di partai besar.

Namun tak kurang nada sinis pun datang menghampiri mereka. Salah satu warga yang melek politik bernama Kastari menganggap fenomena kader pindah partai bak seperti pemain bola di bursa tranfer. Jika harga serta fasilitas lumayan dan cocok maka, sang pemain bola akan pindah klub. Artinya banyak kader partai yang miskin ideologi dan hanya mengejar napsu sahwat semata, pungkasnya mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here