SUMBARTIME.COM-Warga Nagari Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, kecewa dengan Pemerintahan terkait nasib mereka yang dianggap telah terabaikan baik oleh Eksekutif maupun Legeslatif di daerah setempat.
Pasalnya sampai hari ini Selasa (14/1) operasional pertambangan batu yang menggunakan bahan peledak masih aktif berjalan di kawasan Nagari Koto Alam. Tiap hari minimal warga Koto Alam, terutama yang berada di Jorong Polong Dua dan Jorong Simpang Tiga masih merasakan getaran akibat efek ledakan dinamit pertambangan dalam rumah rumah mereka.
Banyak warga mengaku saat ini kondisi pondasi rumah kediaman mereka terutama dibagian lantai dan dinding sudah muncul keretakan di beberapa titik. Mirisnya satu satunya sekolah Taman Kanak Kanak di kawasan tersebut saat ini kondisi lantai keramiknya pun ikut mengalami keretakan di beberapa sisi.
Dan warga menduga penyebab utama keretakan adalah diakibatkan efek dari daya ledak dinamit yang dilakukan oleh perusahan tambang yang berada dan mengeksploitasi kekayaan Nagari Koto Alam, ungkap mereka.
Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh Masyarakat setempat Buya Syam. Tokoh yang cukup kharismatik bagi warga setempat ini mengatakan jika dirinya sangat miris melihat kondisi Nagari Koto Alam, tuturnya.
Dia menjelaskan, saat ini kondisi di Koto Alam sudah sangat mengkuatirkan dan memiriskan. Banyak lahan warga areal pertanian yang mati akibat dugaan ekspolitasi pertambangan yang marak terjadi sejak 2 Tahun belakangan.
” Banyak areal persawahan warga termasuk milik orang tua saya sudah runtuh akibat efek ledakan. Lantas kepada siapa kami ingin mengadu lagi,” papar Buya Syam.
Sementara Pemkab Limapuluh Kota dan DPRD nya tidak berpihak kepada rakyat. Dan terkesan menghindar dari persolan yang sedang dihadapi oleh warganya sendiri, timpalnya lagi. Dirinya serta warga lainnya tidak bisa lagi membayangkan yang akan terjadi Tahun depan jika persoalan ini dibiarkan saja berlalu seperti embun yang menguap di siang hari.
Untuk itu, dia bersama tokoh masyarakat dan Tokoh adat yang masih peduli dengan keseimbangan ekosistem di Nagari Koto Alam dalam waktu dekat ini akan berkumpul bersama dalam rangka meminta agar Pemkab serta DPRDnya bisa menghentikan aktifitas pertambangan yang diduga telah menzholimi kehidupan masyarakat Koto Alam, tegasnya.
” Kami berharap kali ini Pemkab dan DPRD jangan sekedar lips servis dan umbar janji janji semata kepada warga Koto Alam,” tutup Buya Syam, Selasa (14/1) siang.
Terpisah, salah satu anggota DPRD Limapuluh Kota Marsanova Andesra, sangat setuju sekali jika ada warga Nagari Koto Alam datang dan Demo di DPRD dan Pemkab terkait penolakan keberadaan tambang di Nagari Mereka.
” Jika mereka datang untuk menuntut penolakan adanya aktifitas pertambangan di kawasan Koto Alam, tentu kami akan senang menerimanya,” ujar Marsanova Andesra.
Sebab menurut Marsanova Andesra, terkait soal eksploitasi pertambangan yang menggunakan bahan peledak di kawasan Koto Alam, dirinya orang yang pertama kali dengan tegas dan lantang menolak aktifitas pertambangan tersebut saat rapat Paripurna DPRD beberapa waktu yang lalu.
” Dihadapan Rapat Paripurna saya sudah bahas ini dan meminta agar DPRD membuat Pansus soal dugaan eksploitasi pettambangan yang merusak kehidupan alam di Koto Alam,” tegasnya.
Sekarang saya juga tantang, serius tidak Pemkab menyelesaikan persoalan yang kini sedang dihadapi oleh Masyarakat Koto Alam, seperti yang dilempar oleh Wakil Bupati di media massa, tanya Marsanova Andesra mengakhiri pembicaraan. (aa)





















