SUMBARTIME.COM-Warga Jorong Padang Ambacang, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (13/7) subuh hari, sekira pukul 04.45 WIB, dikagetkan dan digemparkan dengan penemuan sesesok bayi yang diperkirakan masih berusia hitungan hari di teras Mesjid kawasan setempat.
Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan oleh beberapa jamaah yang hendak menjalankan ibadah dalam kondisi terbungkus kain panjang dengan ari ari masih menempel di perutnya.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, penemuan berawal dari beberapa jamaah yang datang menuju Mesjid kawasan setempat hendak menjalankan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Namun sesampai di halaman, beberapa jamaah dikagetkan dengan tangisan suara bayi yang terdengar di sekitaran mereka.
Merasa penasaran beberapa jamaah langsung mencari asal dari sumber suara tersebut. Tak lama kemudian mereka menemukan tubuh bayi mungil yang terbungkus kain panjang dalam kondisi menangis terlentang di samping kiri teras Mesjid. Kontan saja penemuan bayi malang yang diduga kuat dibuang oleh orang tuanya itu dengan cepat menyebar di tengah tengah warga sekitar.
Dari informasi dan penuturan warga setempat, diduga bayi malang itu sengaja dibuang dan ditelantarkan oleh orang tua kandungnya sendiri akibat merasa malu, papar warga mengatakan kepada awak media di sekitaran lokasi.
Terpisah, Kapolsek Harau, AKP H. Erman, kepada awak media, Rabu 13 Juli 2022 sore, membenarkan tentang penemuan bayi malang berjenis kelamin perempuan oleh warga di kawasan Jorong Padang Ambacang tersebut. Menurutnya saat polisi mendapatkan laporan dari warga, sejurus kemudian langsung meluncur ke lokasi TKP.
Di lokasi, setelah berkoordinasi dengan pemernitah setempat serta pihak medis, selanjutnya bayi perempuan dengan berat 2,9 Kg serta panjang 4,8 cm dan diberi nama Indah Istiqhomah itu langsung dibawa ke RSUD Ahmad Darwis Suliki untuk dilakukan perawatan. Adapun mengenai siapa dari orang tua bayi yang diduga telah menelantarkan anaknya tersebut, sampai saat ini polisi masih bekerja keras melakukan penyelidikan, ungkapnya mengatakan. (rd)




















